jurnalistik.co.id – Mata yang terlihat bengkak kerap membuat wajah tampak lebih lelah, bahkan setelah seseorang sudah tidur. Keluhan ini bisa muncul saat tubuh mengalami penumpukan cairan, kurang tidur, makanan tinggi garam, alkohol, alergi, hingga faktor usia.
Karena penyebabnya bisa beragam, pendekatannya sebaiknya tidak sekadar menunggu gejala mereda. Dr. Maryam Zamani, dokter mata dan ahli bedah okuloplastik bersertifikat, menekankan pentingnya memahami akar masalah sebelum memilih penanganan.
“Memahami penyebab yang mendasarinya sangat penting karena penanganannya bergantung pada diagnosis,” jelasnya.
Tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi
Salah satu kebiasaan yang dapat dicoba adalah mengatur posisi saat berbaring. Tidur telentang dengan kepala sedikit ditinggikan membantu sirkulasi tetap berjalan dan mencegah cairan berkumpul di area bawah mata.
Dr. Maryam mengingatkan efeknya pada malam dan pagi. “Posisi ini mengurangi penumpukan cairan pada malam hari,” imbau Dr. Maryam, sehingga cara sederhana ini biasanya terasa paling membantu ketika mata tampak lebih sembap saat bangun.
Perbaiki kualitas dan konsistensi jam tidur
Kurang tidur tidak hanya membuat mata terlihat sayu, tetapi juga dapat memperburuk peradangan serta retensi cairan. Pola tidur yang berantakan sering membuat bengkak lebih mudah muncul atau terasa lebih berat.
Karena itu, Dr. Maryam menyarankan agar seseorang berupaya tidur dengan jadwal yang stabil. “Cobalah memprioritaskan tidur yang konsisten karena kurang tidur dapat memperburuk peradangan dan penumpukan cairan,” kata Dr. Maryam.
Kompres dingin 10-15 menit di pagi hari
Bila bengkak muncul, kompres dingin bisa menjadi langkah praktis yang dilakukan di rumah. Dr. Maryam menyarankan kompres dingin selama 10-15 menit pada pagi hari.
Menurutnya, suhu yang lebih dingin dapat menyempitkan pembuluh darah dan membantu mengurangi pembengkakan untuk sementara waktu. Untuk variasinya, kamu juga bisa menggunakan dua sendok logam bersih yang didinginkan beberapa menit di freezer.
Berita Terkait
Tempelkan perlahan pada area bawah mata, lalu gerakkan dari bagian tengah wajah ke arah luar dengan tekanan ringan.
Es sebagai opsi lanjutan, tapi tidak langsung ke kulit
Jika kompres dingin terasa belum cukup, es dapat dipilih sebagai alternatif. Namun, ada catatan penting: jangan menempelkan es batu langsung ke kulit.
Olga Skydan menjelaskan, “Rasa dingin membantu menyempitkan pembuluh darah, mengurangi pembengkakan, dan membuat wajah terasa lebih kencang serta segar,” ungkap pakar perawatan kulit Olga Skydan.
Pijat limfatik dengan gerakan lembut
Langkah lain yang sering dicari adalah pijat limfatik. Pijatan ringan di sekitar area mata dapat membantu mendorong pergerakan cairan yang menumpuk.
Dr. Maryam merekomendasikan pijat drainase limfatik lembut di sekitar area orbital. Gerakannya dilakukan dengan jari dari bagian tengah wajah dekat hidung menuju pelipis, kemudian turun mengikuti garis rahang.
Pijat ini dapat dilakukan selama tiga sampai lima menit menggunakan pelembab atau minyak wajah. Tetap perhatikan kenyamanan kulit karena Dr. Maryam juga mengingatkan, Hindari tekanan berlebihan agar kulit tidak mengalami iritasi.
Cukupi kebutuhan cairan dan perhatikan alergi
Bengkak pada mata juga dapat dipengaruhi kebiasaan sehari-hari, terutama konsumsi yang memicu tubuh menahan lebih banyak cairan. Alkohol dan makanan tinggi natrium dapat menyebabkan dehidrasi sehingga tubuh menahan lebih banyak cairan, yang akhirnya membuat wajah dan area bawah mata terlihat lebih sembab.
Dr. Maryam menyarankan agar tetap terhidrasi sepanjang hari. Ia juga menegaskan bahwa mata bengkak yang menetap perlu diperhatikan, karena alergi dapat memicu peradangan dan menjadi salah satu penyebab pembengkakan.
Jika kondisi tidak kunjung membaik atau terus berulang, konsultasikan dengan dokter untuk mencari penyebabnya. Pasalnya, mata bengkak yang menetap juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.











