Nasional

Dokter senior NHS di Inggris memberi suara mendukung aksi mogok

×

Dokter senior NHS di Inggris memberi suara mendukung aksi mogok

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: NHS senior doctors in England vote in favour of strikes

jurnalistik.co.id – Konsultan senior NHS di Inggris memberikan suara mendukung aksi mogok, terkait isu pay dan pensiun yang belum beres.

Hasil pemungutan suara menunjukkan adanya mandat untuk melakukan aksi mogok selama 12 bulan ke depan, setelah para konsultan menilai persoalan remunerasi dan nilai profesional mereka masih tidak terselesaikan.

Menurut perhitungan BMA, 76% konsultan yang menjadi anggota British Medical Association (BMA) menyatakan kesediaan untuk mengambil tindakan industri.

Dalam surat suara tersebut, dari 35.067 anggota yang memenuhi syarat, 18.069 orang memilih atau setara 51,53% partisipasi, sementara 13.695 orang menyatakan “ya” terhadap kemungkinan aksi mogok.

Ketua bersama komite konsultan BMA, Dr Helen Neary dan Dr Shanu Datta, menyampaikan: “Ini adalah pesan yang jelas dari konsultan di Inggris bahwa mereka tidak bersedia menoleransi serangan yang terus berlanjut terhadap upah dan nilai profesional mereka, dan bahwa, jika diperlukan, mereka bersedia bertindak.”

Langkah ini muncul setelah dokter residen—yang secara resmi juga dikenal sebagai junior doctors—menerima kesepakatan pembayaran dengan pemerintah untuk mengakhiri tiga tahun rangkaian aksi mogok.

Dalam periode beberapa tahun terakhir, masyarakat pasien menghadapi pembatalan ratusan ribu jadwal pertemuan layanan kesehatan akibat tindakan industri tersebut.

Melalui pernyataannya, BMA menyatakan bahwa aksi mogok tidak perlu terjadi apabila pemerintah menanggapi isu-isu yang mencakup “end to pay erosion”.

Perdebatan pemerintah soal dasar aksi mogok

Sementara itu, Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris James Murray mengatakan tidak ada “justification” bagi aksi mogok, dengan alasan konsultan berada di antara kelompok pegawai sektor publik dengan bayaran tertinggi serta termasuk dalam 2% penerima penghasilan teratas di negara tersebut.

Ia menegaskan: “Setelah kenaikan 28,5% pada gaji pokok awal selama empat tahun terakhir dan kini rata-rata konsultan memperoleh lebih dari £152.000 per tahun, tidak ada pembenaran untuk aksi mogok yang akan mengganggu pasien dan NHS.”

Murray juga menyatakan konsultan merupakan bagian tak tergantikan dari tenaga kerja NHS, dan pihaknya telah bekerja rapat dengan para konsultan untuk memperbaiki perencanaan pekerjaan serta memodernisasi kontrak mereka.

Ia menambahkan: “Aksi mogok hanya akan menghalangi pekerjaan penting ini. Saya mendesak BMA dan seluruh konsultan untuk tidak terburu-buru masuk ke siklus baru aksi industri yang tidak perlu dan mengganggu.”

BMA, di sisi lain, menyampaikan bahwa rata-rata pendapatan konsultan masih 26% lebih rendah secara riil dibanding 17 tahun lalu, serta titik gaji akhir konsultan di Inggris lebih rendah ÂŁ16.000 dibanding kolega mereka di Wales.

Jejak aksi sebelumnya dan kondisi pemungutan suara SAS

Para konsultan terakhir kali melakukan walkout antara Juli hingga Oktober 2023, yang di dalamnya termasuk dua gelombang aksi mogok yang dikoordinasikan dengan dokter residen.

Di Irlandia Utara, konsultan dan dokter spesialis juga disebut melakukan aksi mogok terkait pay dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan bahwa isu remunerasi masih menjadi perhatian lintas wilayah.

Di Inggris, pemungutan suara untuk dokter spesialis, associate specialist, dan specialty (SAS) disebut gagal memenuhi ambang batas kehadiran yang dipersyaratkan secara hukum.

Sebanyak 2.738 dokter SAS memberikan suara dengan tingkat turnout 43%, namun BMA menyatakan bahwa dari mereka yang benar-benar berpartisipasi, 90% memilih mendukung aksi mogok.

Pemungutan suara tersebut dipandang sebagai mandat yang memberi ruang bagi aksi mogok berlanjut hingga satu tahun ke depan, setelah mayoritas anggota menilai persoalan upah dan penghargaan atas nilai profesional masih belum mendapat penyelesaian nyata.

Dalam tanggapannya, James Murray menekankan bahwa konsultan sudah menikmati tingkat kompensasi yang sangat tinggi, termasuk kenaikan 28,5% pada gaji pokok awal selama empat tahun terakhir, sehingga ia menilai aksi mogok berisiko mengganggu layanan dan mengarah pada siklus industri yang tidak diperlukan.

Untuk segmen dokter SAS, BMA menyebutkan bahwa angka kehadiran yang tercatat sekitar 43% tidak mengurangi sikap mayoritas: dari mereka yang benar-benar ikut memilih, 90% menyatakan dukungan terhadap kemungkinan aksi mogok.