Bisnis & Ekonomi

Dua Fondasi UMKM Perempuan: Perlindungan Data dan Optimalisasi Kreator untuk Jangkauan Lebih Luas

×

Dua Fondasi UMKM Perempuan: Perlindungan Data dan Optimalisasi Kreator untuk Jangkauan Lebih Luas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dua Kunci Sukses UMKM Perempuan, Proteksi Data dan Optimalisasi Creator Marketing

jurnalistik.co.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan dinilai perlu memperkuat dua bekal utama agar bisnis mereka mampu tumbuh berkelanjutan di tengah percepatan digital. Selain memahami strategi pemanfaatan kreator ekonomi untuk memperluas jangkauan, mereka juga dituntut menguasai perlindungan data pribadi.

Dalam Sequis SHEPRENEUR Learning Series, PT Asuransi Jiwa Sequis Life menghadirkan materi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta. Data Protection Officer Sequis Life, Atika Rahma, bersama Entrepreneur Professional Consultant Trisnia Anchali Kardia menyebut kedua topik itu disiapkan agar pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan usaha sekaligus menjaga keamanan aset bisnis.

Atika menjelaskan bahwa perlindungan data pribadi bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari perlindungan finansial. Ia menegaskan peran data sebagai sesuatu yang bernilai dan harus dikelola dengan bertanggung jawab.

“Data pribadi tidak lagi sekadar informasi, tetapi telah menjadi aset yang memiliki nilai ekonomi dan perlu dikelola secara bertanggung jawab, baik untuk menjaga keamanan diri sendiri dan keluarga maupun menjaga keberlangsungan usaha,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Menurut data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 235 juta jiwa, atau sekitar 81,72 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Di sisi lain, pada kuartal III-2025 tercatat sekitar 944.000 akun terdampak kebocoran data, dengan estimasi kerugian akibat kejahatan siber dan kebocoran data mencapai lebih dari Rp 9 triliun.

Melihat situasi itu, Atika menekankan perlindungan data perlu diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa meningkatnya aktivitas digital berjalan beriringan dengan risiko kejahatan siber serta penyalahgunaan data yang dapat berujung pada kerugian finansial.

Risiko tersebut, menurut Atika, juga dapat menurunkan kepercayaan pelanggan, mempersulit akses terhadap modal usaha, dan merusak reputasi bisnis. Karena itu, keamanan data menjadi isu yang tidak boleh diabaikan oleh pelaku usaha.

“Data tersebut dapat mencakup identitas, data finansial, data kesehatan, hingga data biometrik,” imbuh Atika.

Perlindungan data sebagai fondasi usaha

Penerapan kehati-hatian dalam pengelolaan data, kata Atika, harus dimulai dari kebiasaan paling dasar. Pelaku usaha perlu mengumpulkan data hanya jika benar-benar sesuai kebutuhan, membatasi pihak yang bisa mengakses informasi, serta memastikan data digunakan sesuai persetujuan pemiliknya.

Selain prinsip tersebut, pelaku UMKM dapat menerapkan kebiasaan sederhana untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan data. Praktik yang disarankan mencakup penggunaan kata sandi yang kuat, pengaktifan verifikasi dua langkah (2FA), serta memastikan keamanan situs sebelum memasukkan data.

Atika juga menyarankan pelaku usaha menghindari transaksi perbankan melalui Wi-Fi publik. Ia menambahkan, pembaruan aplikasi dan perangkat lunak secara rutin menjadi langkah yang membantu menjaga keamanan dalam aktivitas yang melibatkan pengiriman atau pemrosesan data.

Optimalisasi kreator ekonomi untuk jangkauan lebih luas

Di samping aspek keamanan, pelaku UMKM juga perlu memahami cara memanfaatkan kreator ekonomi agar jangkauan bisnis mereka semakin luas. Dalam materi yang sama, Trisnia menekankan bahwa penggunaan kreator tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan selaras dengan upaya menjaga keamanan aset usaha di era digital.

Kombinasi dua pendekatan itu dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha. Dengan memahami strategi kreator ekonomi, pelaku UMKM perempuan dapat memperluas jangkauan, sementara pengelolaan data yang bertanggung jawab membantu membangun kepercayaan pelanggan.

Atika menilai perlindungan data yang konsisten akan turut menjaga reputasi usaha. Ketika data pelanggan dan mitra dikelola dengan prinsip kehati-hatian, bisnis memiliki dasar yang lebih kuat untuk mempertahankan loyalitas sekaligus memperluas peluang kerja sama.

Pelaku UMKM yang mengikuti program ini diharapkan dapat menjadikan perlindungan data sebagai bagian dari praktik usaha, bukan kegiatan yang dilakukan sesekali. Dengan begitu, mereka memperoleh manfaat yang lebih luas dari aktivitas digital—mulai dari keamanan finansial, kepercayaan, hingga kemampuan bertahan di tengah perubahan perilaku konsumen.

Melalui penguatan materi tersebut, Sequis SHEPRENEUR Learning Series menggarisbawahi bahwa literasi digital dan literasi perlindungan data harus hadir berdampingan. Dalam konteks inilah, optimalisasi kreator ekonomi menjadi bagian dari strategi yang lebih utuh, karena pertumbuhan usaha tidak hanya soal jangkauan, tetapi juga soal keamanan dan tanggung jawab.