Peristiwa

Kebakaran Space One di PIK 2: Kerugian Lebih dari Rp 1 Miliar

×

Kebakaran Space One di PIK 2: Kerugian Lebih dari Rp 1 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kebakaran Gedung Space One PIK 2, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

jurnalistik.co.id – Kebakaran gedung hiburan Space One di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, terjadi pada Senin (3/8/2026). Peristiwa ini menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Komandan Pos Kosambi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Husni, menyebut angka kerugian dapat melampaui Rp 1 miliar. Ia menilai hal itu dipengaruhi oleh luas area bangunan yang terdampak.

Di dalam bangunan tersebut, ruang-ruangnya tidak berbentuk satu area besar. Menurut Husni, interior gedung dipenuhi sekatan kamar atau ruangan karaoke berukuran cukup besar dan saling terhubung, sehingga api punya banyak titik perambatan di dalam.

Husni menggambarkan tata ruang itu seperti rangkaian ruangan yang saling terhubung. Ia mencontohkan perkiraan ukuran kamar sekitar 10×10 meter.

Selain konfigurasi ruangan, karakter material yang terbakar ikut memengaruhi jalannya insiden. Husni menjelaskan adanya busa peredam suara (glasswool) yang menjadi bagian dari struktur interior.

Busa peredam suara tersebut, menurut Husni, memicu kepulan asap yang pekat. Ia menuturkan bahwa bahan yang terbakar cenderung tidak terlihat seperti api besar yang merambat secara terbuka, melainkan lebih dominan “berasap” dan menyambar berupa bara.

Penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting. Meski demikian, Husni menekankan pihaknya belum bisa memastikan penyebab secara resmi, karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Pihak terkait juga akan melakukan rangkaian penyelidikan, termasuk pemeriksaan oleh Tim Inafis. Proses itu diperlukan agar dugaan awal dapat dipastikan dan disimpulkan berdasarkan temuan di lokasi.

Husni juga menyampaikan bahwa kebakaran di Gedung Space One ini bukan kali pertama. Ia menyebut peristiwa serupa sudah terjadi untuk kedua kalinya pada gedung tersebut.

Dalam penanganan kejadian, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang mengerahkan lima unit armada. Petugas melakukan upaya pemadaman dan pengendalian di lokasi untuk menekan dampak kebakaran agar tidak meluas lebih jauh.

Usai penanganan awal, Husni menyatakan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut. Dengan demikian, fokus penanganan lebih diarahkan pada kerusakan bangunan dan proses verifikasi penyebab terjadinya insiden.

Hingga berita ini disusun, informasi resmi mengenai penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan. Namun, dari penjelasan Husni, konfigurasi ruangan yang dipenuhi sekatan serta keberadaan glasswool yang memunculkan asap pekat menjadi faktor penting yang memengaruhi karakter kebakaran.

Husni menilai, luas area yang terdampak serta pola penyebaran api menjadi pertimbangan utama saat memperkirakan nilai kerugian. Ia menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah pemeriksaan menyeluruh.

Ia juga menambahkan bahwa pemadaman di gedung seperti itu tidak hanya berfokus pada satu titik. Karena sekat-sekat ruangan yang saling tersambung, petugas perlu melakukan penelusuran untuk memastikan sumber bara tidak berkembang ke area lain.

Dari penuturannya, ukuran ruangan yang relatif besar membuat penyekatan dan alur perambatan api menjadi lebih kompleks. Kombinasi ruang berkamar dengan jalur koneksi antarruangan membuat api memiliki banyak kesempatan untuk menyebar.

Lebih lanjut, Husni menyoroti peran material peredam suara di bagian interior. Menurutnya, keberadaan bahan seperti glasswool membuat kepulan asap cenderung pekat, sehingga karakter insiden tidak selalu tampak sebagai api besar yang terbuka.

Mengenai dugaan awal, korsleting disebut sebagai kemungkinan penyebab sementara. Namun Husni menegaskan, kepastian tetap menunggu hasil pemeriksaan lanjutan di lokasi, termasuk rangkaian penelusuran oleh Tim Inafis.

Dalam catatan penanganan, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang mengerahkan lima unit armada untuk mengendalikan kondisi di lapangan. Hingga informasi ini disusun, belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka, sementara verifikasi penyebab dan penilaian kerusakan terus dilakukan.