jurnalistik.co.id – Dari balik masa kecil yang serba terbatas hingga menjadi nama yang terus dikenang lintas generasi, Dolly Parton membuktikan bahwa bakat yang diasah dengan tekun bisa melampaui batas-batas industri.
Dari Tennessee di Amerika Serikat, ia tumbuh di wilayah pegunungan Smoky Mountains, tepatnya dekat Little Pigeon River. Ia lahir sebagai anak ke-4 dari total 12 bersaudara, dan menghabiskan masa kecilnya di sebuah kabin satu kamar.
Meski latar belakangnya jauh dari kemewahan, Parton sejak dini menunjukkan ketertarikan pada dunia hiburan. Ia tampil di radio dan televisi lokal saat masih anak-anak, lalu merekam singel pertamanya ketika berusia 13 tahun.
Rumus bertahan: menulis dan mengekspresikan diri
Selama karier yang berlangsung lebih dari 60 tahun, Dolly Parton tercatat menjual lebih dari 100 juta rekaman, menulis lebih dari 3.000 lagu, serta meraih 11 penghargaan Grammy Awardsâtermasuk penghormatan lifetime achievement. Di tengah capaian itu, ia kerap menegaskan identitasnya sebagai penulis lagu.
âIt’s my way of expressing myself. It’s my therapy,â kata Parton, menggambarkan proses kreatif sebagai ruang untuk bertahan sekaligus merawat diri.
Langkah besar setelah hijrah ke Nashville
Setelah menyelesaikan sekolahnya di Sevier County High School, Parton langsung pindah ke Nashville pada hari berikutnya. Di kota musik itu, ia meraih pukulan pertamanya sebagai penyanyi solo lewat lagu âDumb Blondeâ pada 1966.
Tahun berikutnya, kariernya makin meluas ketika Porter Wagoner mengundangnya bergabung dengan The Porter Wagoner Show. Sejak 1967, Parton memperoleh peran rutin di program televisi yang disiarkan nasionalâsekaligus mendapat tempat dalam tur panggung milik Wagoner.
Terobosan yang semakin mengangkat namanya datang lewat album berjudul Hello, I’m Dolly.
Grand Ole Opry dan âgerejaâ yang ia sebut impian seumur hidup
Pada 4 Januari 1969, Dolly Parton menjadi anggota Grand Ole Opry. Ia menyebut Opry sebagai âchurch of my heartâ dan mengatakan tampil di sana merupakan impian yang ia bawa sejak lama.
Di tengah rutinitas panggung, momen-momen penciptaan juga terus melaju. Pada sebuah sesi penulisan yang ia jalani pada 1973, Parton menorehkan dua lagu yang kemudian menjadi ciri khasnya: Jolene dan I Will Always Love You.
Dari country hingga arus mainstream
Popularitas Parton berkembang tidak hanya lewat suara, tetapi juga lewat citra yang berani. Dikenal dengan sosok berkilau dan tampilan yang lebih besar dari layar hidup, ia memadukan rhinestones, kecerdasan, dan pesona untuk mempertahankan karier yang melebar dari dunia country menuju arus pop mainstream.
Ia juga menggelar sorotan lewat kolaborasi. Salah satu yang paling melekat adalah duet bersama Kenny Rogers. Lagu Islands in the Stream menjadi salah satu hits yang mendefinisikan era 1980-an.
Peran layar: menguatkan karakter tanpa kehilangan kehangatan
Meski musik telah membuat namanya bercokol, dunia akting juga meninggalkan jejak yang panjang di benak penonton. Terobosan di layar datang lewat komedi tempat kerja 9 to 5 pada 1980, yang dibintangi bersama Jane Fonda, Lily Tomlin, dan Dabney Coleman.
Di film itu, Parton berperan sebagai Doralee Rhodes. Ia membawa timing komedi sekaligus kehangatan, sehingga ikut merombak cara pandang publik tentang siapa yang bisa menyeberang dari musik ke film.
Langkah berikutnya berlanjut lewat Best Little Whore House in Texas pada 1982 bersama Burt Reynolds. Ia kemudian mengambil peran dalam Steel Magnolias, sebuah kisah dengan pemain besar: Julia Roberts dan Sally Field bergabung bersama Sylvester Stallone.
Dalam berbagai penampilannya, Parton memperlihatkan keseimbangan humor dan kedalaman emosional. Ia kerap menjadi jangkar adegan dengan kehadiran yang terasa tenang namun berpengaruh.
Dollywood dan upaya jangka panjang yang melampaui panggung
Pada 1986, Dolly Parton membuka Dollywood, taman hiburan di Pigeon Forge, Tennessee, dekat dengan tempat kelahirannya. Taman ini berkembang menjadi salah satu atraksi wisata regional paling sering dikunjungi di Amerika Serikat.
Keberhasilan Dollywood turut menopang fondasi amalnya serta program literasi. Melalui Imagination Library, Parton membagikan lebih dari 100 juta buku gratis kepada anak-anak di seluruh dunia.
Program ini ia dirikan dengan penghormatan kepada ayahnya yang tidak dapat membaca. Ia juga menegaskan bahwa membaca bisa menjadi bentuk peluang yang nyata.
Atas perjalanan itu, buku miliknya berjudul Coat of Many Colours menjadi buku ke-100 juta yang disalurkan program tersebut ke koleksi Library of Congress di Amerika Serikat.
Berita Terkait
Tak hanya di level personal, dampaknya turut diakui secara luas. Sebuah dewan di Skotlandia mengumumkan bahwa akan ada satu hari khusus untuk Dolly Parton setiap tahun untuk menandai pengaruh skema bacanya.
Dari donasi hingga respons bencana
Parton juga dikenal menyumbang dana dalam jumlah besar untuk penelitian medis dan bantuan bencana. Ia memimpin beberapa inisiatif besar, terutama lewat pembentukan My People Fund setelah kebakaran hutan Great Smoky Mountains pada 2016.
Inisiatif itu menyalurkan sekitar $10m kepada keluarga yang kehilangan rumah. Untuk menggalang dukungan, ia menyusun daftar penampil lintas nama dalam sebuah telethon berdurasi tiga jam.
Pada 2024, Parton berjanji memberikan $2m untuk bantuan Hurricane Helene di East Tennessee dan Appalachia. Janji tersebut ia gabungkan dengan dukungan setara dari bisnis dan fondasinya.
Momen-momen besar di panggung dunia
Nama Parton juga sering hadir dalam acara-acara internasional. Penampilannya di Glastonbury pada 2014, tepatnya di slot âLegendsâ, kemudian menjadi salah satu penampilan paling menentukan dalam sejarah ajang tersebut.
Ia menarik kerumunan terbesar untuk ukuran acara siang hariâdiperkirakan lebih dari 180.000 orangâdan mengubah Pyramid Stage menjadi ruang bernyanyi bersama. Ia membawakan Jolene, 9 to 5, serta I Will Always Love You, yang memicu keterlibatan penonton hampir menyeluruh.
Pada 2019, Parton merayakan 50 tahun sebagai anggota Opry melalui program televisi besar bernama Dolly Parton: 50 Years at the Opry. Acara itu menghadirkan penampilan dan penghormatan dari musisi country lain.
Relasi panjangnya dengan Opry ikut menguatkan posisi lembaga tersebut sebagai penjaga tradisi country sekaligus panggung untuk bintang-bintang modern.
Fokus pada karya baru dan layar lewat Netflix
Seiring waktu, Parton mulai mengurangi intensitas tur besar. Ia menyatakan tidak lagi ingin menghabiskan waktu panjang di perjalanan, lalu lebih memilih pertunjukan langsung yang lebih selektif, proyek rekaman baru, serta penampilan layar.
Ia terlibat dalam beragam karya, termasuk Dolly Parton’s Heartstrings, Mountain Magic, dan Christmas on the Square untuk Netflix.
Sikap di masa pandemi dan lirik yang mengajak
Pada 2021, Dolly Parton secara terbuka menerima vaksin Covid-19 di Vanderbilt University Medical Center. Saat momen itu berlangsung, ia mengajak orang lain melakukan hal serupa.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyanyikan versi adaptasi dari Jolene dengan lirik: âVaccine, vaccine, vaccine, vaccine, I’m begging of you, please don’t hesitate.â
Rock and Roll Hall of Fame: penghormatan dengan humor khas
Pada 2022, Parton masuk ke Rock and Roll Hall of Fame. Pengakuan itu sekaligus menandai babak yang khas, karena ia memandang kehormatan tersebut dengan kesadaran diri.
Awalnya ia pernah mengatakan bahwa ia belum âearnedâ penghargaan itu, lalu kemudian merangkulnya dengan humorâdengan menyatakan âI’m a rock star nowâ. Ia juga tampil membawakan lagu baru Rockin’, yang ditulis khusus untuk upacara tersebut, sebagai langkah simbolis menuju album rock Rockstar.
Penampilan di panggung olahraga dan kabar duka keluarga
Pada 2023, Parton menghadirkan momen live yang menjadi sorotan ketika ia tampil di Dallas Cowboys Thanksgiving halftime show. Ia muncul dengan balutan kostum Dallas Cowboys Cheerleaders yang dipenuhi taburan rhinestones.
Lebih baru lagi, Parton terus menyeimbangkan duka pribadi dengan kerja kreatif. Setelah suaminya, Carl Dean, meninggal pada 2025, ia merilis If You Hadn’t Been There sebagai penghormatan sekaligus tetap melanjutkan pengembangan Dolly: A True Original Musical, pertunjukan panggung yang didasarkan pada kehidupan dan kariernya.
Penghormatan di BRIT Awards dan keputusan membatalkan residensi
Di awal 2026, Parton menyampaikan pidato penghormatan yang direkam untuk Ozzy Osbourne pada BRIT Awards di Manchester, ketika Ozzy menerima Lifetime Achievement Award secara anum. Pidatonya singkat, namun tetap menjadi salah satu momen paling menyentuh di acara tersebut.
Ia sempat dijadwalkan kembali ke panggung untuk residensi singkat di Las Vegas, tetapi bulan ini ia mengumumkan pembatalan pertunjukan tersebut karena masalah kesehatan. Kepada para penggemar, ia menyampaikan bahwa ia membutuhkan âa little more time to healâ.
Sejak dari awal yang sederhana, Dolly Parton kini berdiri sebagai ikon budayaâdiingat karena kemurahan hati, humor, dan terutama kemampuan menulis lagu yang luar biasa. Itulah kerajinan yang menjadi pusat dari katalognya, membentuk country modern sekaligus menembus lintas generasi.












