Entertainment

Sunny, anjing Portuguese Water Dog kesayangan Obama yang dijuluki “fiery and gorgeous”, meninggal setelah 13 tahun

×

Sunny, anjing Portuguese Water Dog kesayangan Obama yang dijuluki “fiery and gorgeous”, meninggal setelah 13 tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Obamas' 'fiery and gorgeous' dog Sunny dies

jurnalistik.co.id – Kabar duka datang dari keluarga Barack Obama. Sunny, anjing Portuguese Water Dog kesayangan mereka yang dijuluki “fiery and gorgeous”, meninggal dunia setelah menemani selama 13 tahun.

Pengumuman tersebut disampaikan mantan presiden AS itu melalui akun X. “Yesterday, we lost a cherished member of our family,” tulis Obama, seraya menggambarkan Sunny sebagai sosok yang setia dan “pretty much perfect”, serta selalu berada di sisi mereka.

Sunny bersama keluarga Obama sejak awal periode kedua

Sunny hidup bersama keluarga Obama di Gedung Putih sejak awal masa jabatan kedua Obama, tepatnya pada 2013. Pada masa itu, keluarga Obama diketahui memiliki dua Portuguese Water Dogs di lingkungan kediaman presiden.

Selain Sunny, ada Bo yang bergabung lebih dulu. Bo menjadi hadiah bagi putri-putri Obama, Sasha dan Malia, pada 2009, dan disebut membantu keluarga tersebut menyesuaikan diri di kehidupan Gedung Putih.

Bo kemudian meninggal pada 2021. Obama menuliskan bahwa kini Sunny berada bersama “big brother” Bo, menandai kepergian dua anggota keluarga bulu yang pernah menemani kehidupan mereka di pusat pemerintahan.

“Boundless energy” dan kebiasaan Sunny saat di South Lawn

Obama mengatakan bahwa saat Sunny masuk ke keluarga mereka, “we immediately fell in love”. Menurutnya, anjing tersebut digambarkan memiliki energi yang tidak ada habisnya.

Obama menyebut Sunny “full of boundless energy” dan menceritakan kebiasaannya berlari dengan antusias. Ia menulis bahwa Sunny kerap melompat melewati pagar di South Lawn seakan “they weren’t even there”.

Mantan presiden itu juga mengisahkan bagaimana Sunny menikmati waktu bersama orang-orang terdekatnya. “She most enjoyed ‘having us run around with her, roll on the floor with her, or have her belly rubbed for as long as we were willing’,” tulis Obama, dengan menekankan kedekatan yang dibangun melalui permainan dan kehangatan sederhana sehari-hari.

Dalam cerita itu, Obama menambahkan bahwa Sunny menyukai anak-anaknya, bahkan ketika mereka sedang mendekati atau mengganggu saat anjing tersebut sedang beristirahat. Ia juga menyebut Sunny dekat dengan tim yang bertugas di sekitar mereka.

“She loved the girls, even if they were pestering her when she was napping. She loved our team, and would often follow them around, helping them on the job,” tulis Obama. Penggambaran ini menempatkan Sunny bukan hanya sebagai hewan peliharaan, melainkan bagian dari rutinitas dan ekosistem kerja keluarga tersebut.

Sosok yang “loud and sloppy” saat minum, namun tetap manis

Selain penuh energi, Obama mengingatkan bahwa Sunny juga punya kebiasaan khas yang membuatnya semakin mudah dikenali. Menurut Obama, Sunny adalah “a loud and sloppy drinker” dan membenci basah.

Kebiasaan tersebut muncul dalam detail yang menunjukkan karakter Sunny sehari-hari. Bagi Obama, seluruh kebiasaan kecil itu justru membentuk memori yang melekat selama bertahun-tahun.

“For thirteen years, she would be by our side – always loyal, always sweet, always ready for adventure, still fiery and gorgeous till the very end of her days,” tulisnya. Kalimat itu menjadi rangkuman tentang bagaimana Sunny hadir dalam berbagai fase kehidupan keluarga Obama selama satu dekade lebih.

Obama menegaskan bahwa keluarga mereka akan sangat merindukan Sunny. Ia juga menyatakan bahwa Sunny kini berada bersama Bo, yang sejak lama menjadi “big brother” bagi anjing tersebut di rumah Gedung Putih.

Sunny bertemu tamu penting, dari pemimpin dunia hingga Paus Fransiskus

Selama berada di Gedung Putih, Sunny tidak hanya menjadi pendamping di rumah. Ia dikenal bertemu banyak tamu berprofil tinggi, mulai dari pemimpin dunia hingga Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus, khususnya, disebut bertemu Sunny dan Bo pada 2015. Pertemuan tersebut berlangsung di Blue Room, bagian dari tempat tinggal kepresidenan.

Dalam periode yang sama, Sunny juga kerap hadir dalam acara-acara Gedung Putih. Ia bertemu anak-anak pada perayaan Natal, serta menyambut tamu internasional pada kunjungan kenegaraan.

Kesaksian fotografer senior Gedung Putih

Keberadaan Sunny di lingkungan Gedung Putih juga mendapat perhatian dari fotografer senior mantan presiden. Pete Souza, mantan chief White House photographer, menyampaikan apresiasinya.

Souza menyebut bekerja dengan Sunny sebagai “an honour”. Ia menggambarkan Sunny sebagai “a willing subject” dan menambahkan penghargaan unik bahwa Sunny “the rare distinction of being petted by both a President and a Pope”.

Ungkapan itu menegaskan betapa Sunny menjadi figur yang melewati berbagai lapisan peristiwa di Gedung Putih, dari agenda formal hingga momen yang lebih personal.

Tradisi hewan peliharaan di Gedung Putih

Kabar meninggalnya Sunny juga mengingatkan publik pada tradisi hewan peliharaan di kediaman kepresidenan AS. Dalam laporan yang sama, disebut bahwa Donald Trump diyakini sebagai presiden satu-satunya dalam 100 tahun terakhir yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Dengan demikian, kepergian Sunny terasa tidak hanya sebagai kehilangan bagi keluarga Obama, tetapi juga bagian dari narasi panjang soal bagaimana hewan peliharaan kerap hadir sebagai “pengisi suasana” dan simbol kedekatan di Gedung Putih.

Bagi Obama, Sunny adalah sosok yang setia, manis, dan tetap bersemangat hingga akhir hayatnya. Melalui pengumuman itu, mantan presiden menempatkan Sunny sebagai anggota keluarga—yang kehadirannya selama 13 tahun meninggalkan ruang kosong besar dalam kehidupan mereka.