jurnalistik.co.id – Tom Holland mengungkap alasan emosional di balik perannya dalam film epik Christopher Nolan, The Odyssey. Aktor yang dikenal lewat waralaba Spider-Man itu menyebut perannya sebagai momen yang terasa seperti âkesempatan terakhirâ baginya untuk bermain sebagai karakter laki-laki muda.
Dalam film tersebut, Holland memerankan Telemachus, putra satu-satunya Odysseus. Odysseus sendiri digambarkan sebagai sosok yang sejak Perang Troya pergi begitu saja hingga Telemachus tumbuh tanpa ingatan langsung, hanya menyerap kisah-kisah yang sudah beredar tentang ayahnya.
Holland, yang kini berusia 30 tahun, mengatakan yang paling ia sukai adalah rasa peran itu seperti âthe last chance for me to play a boyâ. Ia menekankan bahwa di kehidupan nyata ia sudah menjadi pria dewasa dan menikah, namun topik pernikahannya bersama aktris US Zendaya tidak dibahas dalam wawancara ini.
Secara visual dan dramatis, cerita membawanya menjadi figur yang mencari ayahnyaâdengan sejumlah beban sekaligusâsambil berusaha melindungi Penelope dari para pria yang mengambil alih istana. Penelope dimainkan oleh Anne Hathaway, sementara para penonton melihat bagaimana Telemachus menghadapi ancaman âsuitorsâ, sebutan bagi para pelamar yang mendominasi rumah tangga mereka.
Komunikasi casting yang melibatkan Zendaya
Anne Hathaway juga muncul dalam peran lain sebagai Penelope, dan Holland menjelaskan ada sisi unik dalam proses casting karakter di sekelilingnya. Ia mengatakan bahwa istrinya di dunia nyata, Zendaya, juga terlibat sebagai dewi Athena, tetapi dengan catatan bahwa âunlike in the Spider-Man moviesâ tidak ada adegan mereka berdua tampil bersama di layar.
Holland menuturkan ia sudah membaca naskah bersama Zendaya, meski ia tidak yakin apakah itu seharusnya terjadi. Ketika bertemu Nolan sehari berikutnya, ia menceritakan Nolan bertanya apakah ia baik-baik saja jika âhe asking Zee to play AthenaâŠâ.
Ia lalu pulang dan menyampaikan kabar itu kepada Zendaya, menyebut momen tersebut sebagai âa very special momentâ. Saat ditanya bagaimana reaksi Zendaya, Holland mengatakan âThe little corners of her mouth went upâ, lalu mereka berdua mulai melompat di dapur.
Pengalaman Matt Damon dan pendekatan Nolan
Selain Holland, Matt Damon memerankan Odysseus. Damon menjelaskan bahwa saat Nolan menelepon, ia mendengar tawaran untuk memainkan peran utama: âIâd like to offer you the lead role.â
Damon melanjutkan kisahnya dengan kutipan, âSo I just said âYesâ. And he goes âDonât you want to hear what it is?â I said âSureâ. And he said âItâs a two-word pitch. The Odysseyâ.â
Dalam film, Odysseus menghabiskan 10 tahun berperang melawan pasukan Troya, lalu 10 tahun berikutnya berjuang untuk kembali pulang. Hathaway juga menyoroti sudut pandang keibuan yang ia tangkap dari latar waktu cerita yang jauh lebih kuno.
âTidak ada gentle parenting di Yunani kunoâ
Hathaway mengatakan ia tertarik untuk menerjemahkan dunia yang ia jalani dan idenya tentang menjadi ibu penyayang ke periode sekitar 3.000 tahun lalu. Ia menekankan, âThereâs no such thing as gentle parenting in ancient Greece!â, dan menyebut pertaruhannya âreally, really highâ.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam sebagian situasi, Penelope membutuhkan cara menakut-nakuti agar Telemachus tetap aman. Hathaway menyatakan hal itu membuatnya bersyukur karena ia merasa memiliki lebih banyak âavenuesâ yang bisa ia tempuh.
Di sisi lain, ia mengakui ia masih harus belajar untuk menghadapi karakter usia remaja. Ia berkata ia belum benar-benar paham seperti apa âraise a teenage boyâ, karena anak-anaknya masih sangat mudaââat least they feel youngâ.
The Odyssey turut memunculkan diskusi tentang maskulinitas. Holland menyampaikan, âMaybe what you can learn from this movie about masculinity is that it comes in all shapes and sizes and there is no version of it thatâs perfect.â
Berita Terkait
Ia juga mempelajari keterampilan baru untuk kebutuhan film, khususnya latihan bela pedang: âI did a lot of swordfighting, which I lovedâ. Ketika ditanya seberapa berguna itu di masa depan, ia bercanda bahwa ia memang tidak menyimpan pedang di rumah, tetapi punya pemukul kriket dan bisa memakainya âin a sword-like fashionâ.
Holland menggambarkan dirinya tetap membumi meski menjadi aktor kelas A. Ia mengatakan, âI just live my life the way my parents raised me,â agar tidak âtake anything for grantedâ.
Tekanan dan rasa khawatir saat bekerja dengan Nolan
Ini adalah pengalaman pertama Holland bekerja dalam film Nolan. Ia menjelaskan sebelum benar-benar bekerja dengan Nolan dan setelah menerima panggilan tersebut, seseorang sering membayangkan hal itu berkali-kali dan sangat menginginkannyaânamun ketika kesempatan datang, tekanan pun ikut menyertainya.
Holland juga mengomentari bahwa dari luar, pilihan Nolan terasa masuk akal. Nolan menilai Holland sebagai âone of the great actors of my generationâ, dan Holland menggambarkan Nolan yang âspoilt for richesâ karena daftar aktor yang pernah bekerja dengannya, sekaligus karena film-filmnya diperlakukan sebagai peristiwa besar di skala global.
Menurut Holland, ia sempat merasa gentar bekerja dengan salah satu nama besar sinema. Ia menyampaikan ia mengambil sikap bahwa ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan dan kini saatnya menunjukkan kemampuan yang dimilikinya.
Namun Nolan sendiri ternyata juga memiliki rasa takut pada awal adaptasinya terhadap cerita Homer. Film terakhirnya, Oppenheimer, baru saja meraih tujuh Oscar dan meraup sekitar satu miliar dolar secara global. Nolan mengatakan ada cara mengatasi situasi itu: ia bahkan menceritakan putranya masuk ke kantornya ketika Nolan menulis film baru, lalu menyadari patung-patung Oscar Oppenheimer menghilang.
Nolan mengutip percakapannya, âI said to him very seriously, Iâm trying to write a new project and if Iâve got Oscars sitting on the shelf, think about how daunting that would be,â lalu menambahkan, âYou canât really think about whatâs come beforeâ.
Film ini disebut menampilkan kemenangan lain dari Nolan, termasuk pengambilan gambar sebanyak mungkin menggunakan peralatan nyata: kapal nyata, laut nyata, dan bahkan kuda trojan di pantai yang sesungguhnya.
Kritik di media sosial dan pilihan sinematik
Ketika kabar film beredar, Elon Musk mengkritik beberapa keputusan casting di X, termasuk pilihan Lupita Nyongâo sebagai Helen of Troy. Musk membagikan unggahan dari seorang blogger sayap kanan yang menuduh Nolan mengubah karakter demi alasan persaingan penghargaan atau kaitan keragaman. Setelah itu, muncul tuduhan bahwa Musk dan blogger tersebut bersikap rasis, sementara pihak lain mengingatkan bahwa Helen merupakan tokoh mitologis, anak Zeus yang lahir dari telur seekor angsa.
Holland menyebut ia termasuk sedikit pihak yang sudah menonton film, dan ia menyesuaikan dengan cara yang diinginkan Nolan: menonton di bioskop IMAX. Nolan juga menegaskan bahwa The Odyssey bercerita tentang Helen dengan twist, serta menjadi suguhan visual.
Ia mengatakan The Odyssey merupakan fitur pertama yang sepenuhnya dibuat dengan film IMAX. Nolan juga menekankan pilihan medium itu: âif you want naturalism, if you want to show somebody the way the world looks, celluloid film is the way to do itâ.
Ketika disinggung bahwa ia âmenyisipkanâ kisah Homer tingkat tinggi melalui format film pahlawan super, Nolan menolak anggapan tersebut. Ia berargumen bahwa saat kembali ke Homer, ceritanya adalah kisah yang disukai banyak orang, âpopcorn stuffâ, dan karena itu bertahan lama.
Nolan menyatakan tujuannya adalah menghadirkan sesuatu yang segar bagi penonton. Ia juga menambahkan, ketika Hollywood membuat kesalahan, kerap karena lupa seberapa besar orang ingin sesuatu yang baru dan belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Di dunia Nolan, kisah yang akrab diceritakan ulang dengan sudut pandang baru. Dalam narasi itu, kuda yang selama ini dikenal sebagai tipu daya Odysseus tidak beroda; sebaliknya, ia menjadi makhluk perunggu yang sangat besar dengan banyak pria terhimpit di dalamnya. Nolan menjelaskan gagasan tersebut sudah ada dalam kepalanya selama sekitar 20 tahun, karena ia sempat terikat untuk mengarahkan film Troy di Warner Brothers.
Damon menambahkan bahwa yang penting bukan sekadar menyampaikan âpesanâ dari atas panggung. Ia mengatakan seharusnya karya seperti ini menjadi bahan diskusi, bukan ceramah: âItâs more that something like this should be a conversation⊠Itâs something to be discussed.â
The Odyssey tayang di bioskop mulai Jumat, 17 Juli.












