jurnalistik.co.id – Madonna memberi penghormatan kepada produser musik yang menjadi rekan kolaborasinya selama bertahun-tahun, William Orbit, yang meninggal dunia bulan lalu pada usia 69 tahun.
Menurut pengumuman keluarga Orbit pada Jumat pekan lalu, sang produser meninggal di rumahnya pada 23 Juli. Tidak ada keterangan mengenai penyebab kematiannya.
William Orbit—yang nama aslinya William Wainwright—dikenal luas lewat karya-karyanya sebagai produser pemenang Grammy. Dalam unggahan Instagramnya pada Sabtu, Madonna menyampaikan rasa kehilangan dengan bahasa yang sangat personal.
Madonna menulis, “You pressed a magic button inside of me and I fell into a galaxy of unrealised dreams.” Ia menambahkan, “Your music gave me a magic carpet to fly on and I visited many places.”
Unggahan tersebut juga menampilkan video Madonna berdiri di samping Orbit saat menerima penghargaan Grammy, seolah mengikat kenangan studio dan momen kemenangan dalam satu rangkaian.
Orbit ikut membangkitkan kembali karier Madonna pada 1998 melalui album Ray of Light. Album itu menggabungkan electronic dance music dan ambient techno dengan pop serta trip-hop—sebuah perpaduan lintas-gaya yang kemudian memperkuat posisi Madonna sebagai figur yang terus bergerak.
Berangkat dari perubahan musikalitas tersebut, Ray of Light pada akhirnya meraih tiga penghargaan Grammy. Hingga kini, banyak pihak menilainya sebagai salah satu karya terbaik Madonna.
Madonna juga menuliskan momen awal ia mulai bekerja dengan Orbit. Ia menyebut, “I had an epiphany when I met you and started working with you,” lalu menempatkan proses kolaborasi itu sebagai titik balik dalam cara ia menulis dan menyanyi.
Dalam album itu, terdapat klip video musik serta jejak kerja yang mereka ciptakan bersama. Bagi Madonna, Orbit bukan sekadar produser, melainkan figur yang membentuk cara pandangnya terhadap musik.
Berita Terkait
“In many ways you were my Ray of Light—as was my daughter Lola who was born around this time,” tulis Madonna. Pernyataan tersebut mengaitkan transformasi artistik bersama perjalanan hidup pribadinya pada periode yang sama.
Madonna menambahkan bahwa Orbit memberi ruang kepadanya untuk bernyanyi dan menulis dengan cara yang sebelumnya belum pernah ia jalani. Ia mengatakan ia terinspirasi untuk tidak terlalu memedulikan apakah kata-katanya “made sense or not.”
Soal suasana di balik layar, Madonna menggambarkan proses studio yang terasa hening seperti tempat ibadah. Ia menulis, “The studio was often church-like and I would sit in silence, waiting for your ideas to explode out of your keyboard or your guitar and then I would run with them.”
Ia melanjutkan, “I miss those days.” Kalimat itu menegaskan betapa rutinitas kreatif yang ia jalani bersama Orbit menjadi kenangan yang sulit digantikan.
Madonna juga menyebut Orbit mempertahankan kedekatan dan dorongan selama fase baru kariernya. Saat mulai bekerja dengan Orbit, ia mengatakan sedang memasuki babak baru, sementara Orbit tetap berada di sampingnya dengan “genius way of hearing music.”
Selain Ray of Light, Orbit masih terlibat dalam proyek-proyek Madonna. Ia bekerja dengan Madonna di album Music pada 2000, serta memproduksi beberapa trek untuk album MDNA pada 2012.
Orbit sendiri lahir di London dan dikenal luas sebagai produser yang banyak dicari. Ia berkolaborasi dengan beragam musisi dari seluruh spektrum dunia musik, termasuk Blur, Pink, U2, All Saints, Robbie Williams, dan Britney Spears.
Dalam penghormatannya, Madonna merangkum karakter Orbit dengan ungkapan yang sarat kekaguman. Ia menulis, “You were so otherworldly. So singular,” menegaskan bahwa Orbit memiliki cara yang unik dalam memandang dan membentuk musik.
Madonna menambahkan bahwa meski ia bekerja dengan produser lain sepanjang bertahun-tahun, ia tidak pernah melupakan Orbit dan “the magical time we spent together.” Baginya, masa kolaborasi itu bukan sekadar aktivitas profesional, melainkan pengalaman yang terasa ajaib.
Ia menutup dengan kalimat, “I was so lucky to have known you and fallen down the rabbit hole with you.” Ungkapan itu memperlihatkan kedekatan yang ia rasakan sekaligus rasa syukur karena sempat “jatuh” bersama Orbit ke dalam dunia imajinasi kreatif yang ia bangun melalui musik.












