jurnalistik.co.id – Kyla kembali menjadi perbincangan di Inggris berkat kebangkitan lagu era 2000-an yang menembus generasi baru. Platform TikTok bahkan menetapkannya sebagai lagu musim panas versi UK setelah popularitasnya melonjak di aplikasi dalam beberapa bulan terakhir.
Lagu tersebut adalah singel Kyla berjudul “Do You Mind”. Karya yang mula-mula dirilis pada 2008 ini kemudian meraih pengakuan lebih luas pada 2016, saat rapper Kanada Drake menyampel melodi lagu itu untuk single-nya yang menjadi hit, “One Dance”.
Di musim panas ini, “Do You Mind” menemukan audiensnya lagi lewat tren pengguna TikTok. Menurut data dari platform, lagu ini menghasilkan lebih dari 500 juta penayangan dari sekitar 650.000 video yang diposting di Inggris sepanjang musim panas.
Kyla, yang menciptakan lagu bersama suaminya DJ Paleface, menyampaikan bahwa momen terbarunya terasa tidak biasa. Ia mengatakan ini “surreal” namun “incredible” bahwa “Do You Mind” masih mendapatkan perhatian nyaris 20 tahun setelah rilis awal.
Penerimaan tersebut juga terlihat ketika Kyla tampil langsung bersama penyanyi Jorja Smith. Kyla mengungkapkan bahwa pada penampilan di All Points East festival bulan lalu, mereka membawakan lagu itu bersama, sebuah kesempatan yang membuatnya merasa lebih dekat dengan perjalanan musiknya.
“Back in 2016, even though it had all that success, it still felt like: ‘Oh, it’s because you’re with Drake’,” ujar Kyla. Ia melanjutkan, “So you don’t always feel validated,” lalu menambahkan, “I think this time around it was like: ‘Well this is actually me’.”
Di panggung, Kyla juga merasakan respons penonton yang jauh melampaui ekspektasinya. Ia menyebut pengalaman melihat sekitar 40.000 orang menyanyikan lagu itu kembali sebagai momen “incredible” yang bahkan membuatnya ingin menangis.
“It feels nice because it’s mine. I’m happy,” kata Kyla. Baginya, kebangkitan kali ini terasa lebih personal—bukan lagi tentang faktor luar, melainkan karya tersebut benar-benar kembali dimiliki oleh dirinya dan pendengar baru.
Di TikTok, lagu “Do You Mind” dipakai untuk berbagai format video, mulai dari lip-sync hingga unggahan yang memperlihatkan perubahan gaya. Namun Kyla mengatakan ia punya favorit tersendiri, yaitu video yang memainkan bagian lirik “baby” dan “honey” dengan properti berupa boneka dan madu asli.
Berita Terkait
Kebangkitan “Do You Mind” juga sejajar dengan kondisi musik UK garage yang sedang kembali mendapat tempat. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa banyak musisi seperti Sammy Virji, AJ Tracey, dan Disclosure turut memasukkan nuansa garage ke dalam karya-karya mereka, sementara girl group era 2000-an Mis-Teeq dikabarkan reunit.
Pergerakan ini juga terlihat pada tangga tren TikTok. Sebagai bagian dari arus garage, karya Silva Bumpa “On 2nite” disebut menempati posisi ketiga di chart TikTok terbaru, sedangkan “Free Your Mind” dari Prospa dan Cloonee berada di nomor tujuh.
Kyla menilai pendengarnya seolah memilih kembali lagu-lagu yang sudah lama mereka sukai. Ia mengatakan, “I feel like a lot of people are saying funky house is back, then I’m hearing garage is back, but I do think it’s a collection of people’s tunes that they’ve really loved over time and they’re just enjoying them again,” lalu menambahkan, “The younger generation are just learning these songs but they’ve been there for time.”
Tak hanya “Do You Mind”, TikTok juga menghadirkan lagu-lagu lama ke audiens yang lebih luas melalui tren musim panas. Oasis menempatkan “Wonderwall” sebagai lagu Inggris terbesar kedua musim panas di TikTok, setelah lagu itu menjadi semacam pengiring perjalanan timnas Inggris di Piala Dunia.
Popularitas “Wonderwall” di kalangan penggemar yang bernyanyi bersama turut mendorong lonjakan minat. Menurut TikTok, sejak awal turnamen, pencarian terhadap lagu itu naik sebesar 6.800%, selain itu lagu ini masuk lebih dari 300.000 video dan kembali menanjak ke posisi nomor dua di tangga singel.
Kebertahanan nuansa nostalgia juga mendukung “Champagne Supernova” Oasis untuk masuk ke peringkat keenam dalam daftar Top 10 TikTok. Tren serupa disebut berlangsung secara global, termasuk di luar Inggris.
Penyanyi asal AS Katy Perry, misalnya, dinobatkan dengan “The One That Got Away” sebagai lagu musim panas versi global TikTok hampir 15 tahun setelah rilis pertamanya pada 2011. Lagu itu disebut tampil dalam lebih dari 15 juta video TikTok, sementara Perry mengungkapkan perasaan “surreal” saat melihat karya tersebut kembali mendapat momen bertahun-tahun setelah rilis.
“From seeing it being chosen in the ‘choose your own adventure’ section of my Lifetimes Tour concert film to seeing people discover it on TikTok and make it part of their own stories has been really special to watch,” tutur Perry. Ia menutup dengan, “It’s nice to revisit an amazing chapter while watching another unfold.”
Dengan begitu, “Do You Mind” bukan sekadar kisah satu lagu yang kembali viral, melainkan bagian dari gelombang nostalgia yang sedang digerakkan ulang oleh TikTok. Di UK maupun secara global, platform itu mempertemukan lagu-lagu lama dengan cara bercerita baru—melalui video, komunitas, dan kebiasaan tren yang terus bergerak.












