jurnalistik.co.id – Manchester City dilaporkan makin dekat dengan keputusan untuk menunjuk Enzo Maresca sebagai manajer baru. Penunjukan itu disebut akan dilakukan melalui kesepakatan kompensasi dengan Chelsea di tengah langkah pengganti Pep Guardiola setelah lebih dari satu dekade memimpin klub.
Kabar kedekatan itu muncul setelah Pep Guardiola mengumumkan akan meninggalkan City. Kini, dengan waktu yang semakin dekat, sumber-sumber menyebut proses penetapan Maresca tinggal menunggu finalisasi kesepakatan yang berada dalam tahap akhir.
Menurut laporan BBC Sport, Manchester City berencana menunjuk Maresca dalam kontrak tiga tahun setelah mencapai persetujuan kompensasi dengan rival sesama Premier League. Kesepakatan tersebut dipahami terkait biaya kompensasi yang nilainya “well in excess of £10m”, setelah negosiasi yang telah berlangsung antara kedua klub.
Enzo Maresca, yang berusia 46 tahun, sebelumnya menangani Chelsea. Ia meninggalkan posisi manajer Chelsea pada Januari, setelah sempat dikontrak hingga 2029 sebelum akhirnya berpisah dengan klub.
Dalam proses negosiasi kompensasi itu, Chelsea merasa mereka berhak atas kompensasi sesuai ketentuan yang mengiringi keberangkatan Maresca. Perasaan itu juga dipertegas karena Chelsea disebut sempat menelusuri opsi-opsi hukum setelah Maresca memilih untuk keluar dari kontraknya lebih cepat dari batas waktu yang disepakati.
BBC Sport melaporkan bahwa Maresca cepat diidentifikasi oleh City sebagai satu-satunya kandidat yang dinilai paling memenuhi kebutuhan klub. Tugas yang menantinya, menurut sumber, termasuk tantangan besar untuk menjadi pengganti Guardiola—figur yang selama satu dekade berperan besar dalam identitas dan arah permainan City.
Ketika dihubungi oleh BBC Sport, City dilaporkan menolak memberikan komentar. Sementara itu, proses pembicaraan antara Manchester City dan Chelsea mengenai rincian penanganan kompensasi terus berlanjut di tahap akhir.
Di sisi lapangan, program pramusim diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Juli bagi pemain yang tidak terlibat aksi Piala Dunia. Namun, tanpa Maresca yang sudah resmi menempati peran tersebut, sejumlah pemain yang berpotensi mempertimbangkan masa depannya di klub disebut masih berada dalam ketidakpastian.
Hal itu terjadi karena mereka belum bertemu pelatih baru untuk diskusi rencana tim. Dengan penundaan pengumuman sosok manajer, komunikasi yang biasanya menjadi bagian penting dari persiapan musim baru juga berjalan lebih lambat untuk sebagian pemain.
Meskipun demikian, aktivitas transfer dikabarkan tetap berlangsung di latar belakang. Manchester City disebut sudah mengalami dua penawaran yang ditolak untuk gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, dan klub diperkirakan akan mengajukan penawaran berikutnya.
Kejaran City terhadap Elliot Anderson, yang juga berstatus pemain tim nasional Inggris, tampaknya akan terkait persetujuan dari pelatih baru. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa langkah lanjutan untuk transfer akan dilakukan dengan restu Maresca, seiring upaya City menata kembali komposisi setelah kepergian kapten Bernardo Silva.
Bernardo Silva disebut akan meninggalkan klub, sehingga City diproyeksikan mencari figur yang dapat mengisi peran kepemimpinan dan struktur tim yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. Dalam konteks itu, penetapan manajer baru dinilai akan memengaruhi arah pengambilan keputusan, termasuk terkait prioritas pemain yang ingin didatangkan.
Terkait jeda pengumuman manajer dan dampaknya pada persiapan, Freddie Pye dari City Xtra (external website) mengutip pandangannya saat berbicara kepada BBC Sport. Ia menyatakan: “Given the absence of any pre-season training until next month, and even those activities being restricted to non-World Cup players, perhaps Maresca and City have not lost out on anything via a delayed announcement, with the Italian likely to be in close contact over planning for the new season.”
Dalam lanjutan penilaiannya, Freddie Pye juga menekankan faktor daya tarik City terhadap pemain, meskipun tanpa menyebut perubahan direktif besar pada filosofi kepelatihan secara langsung. Ia menambahkan: “City have a compelling and desirable sales pitch to offer players these days, irrespective of the head coach – though not overlooking the allure of Guardiola. This is a winning project for players, a clear opportunity to win immediate silverware, unrivalled facilities and perhaps joining the start of an exciting new era.”
Lebih jauh, ia menyoroti kemungkinan perbedaan sikap pemain terhadap kepergian Guardiola. Ia menyampaikan: “The futures of players may be a different story, as some may view the departure of Guardiola as the end of a career segment themselves, giving them little reason to remain if being part of the more successful seasons of late at the club.”
Dengan demikian, penunjukan Enzo Maresca yang disebut berada dalam tahap akhir dipandang sebagai penentu penting untuk memperjelas arah City menjelang musim baru. Bagi pemain yang sedang mempertimbangkan langkah berikutnya, kejelasan sosok manajer diharapkan bisa menjadi sinyal yang mempercepat keputusan, sementara bagi tim, proses transisi dari era Guardiola menuju era berikutnya memasuki babak yang semakin nyata.
Saat City menunggu finalisasi kesepakatan kompensasi dan pengumuman resmi, fokus jangka pendek klub tetap mengarah pada persiapan pramusim yang akan dimulai pertengahan Juli serta langkah transfer yang masih mungkin berubah mengikuti persetujuan dari pelatih baru. Keputusan ini juga akan menjadi bagian dari upaya City merespons perubahan besar yang terjadi setelah Guardiola mengumumkan kepergiannya, sekaligus menjaga momentum kompetitif mereka di Premier League.












