Hukum & Kriminal

Pria didakwa terkait teror atas percobaan pembunuhan di Edinburgh

×

Pria didakwa terkait teror atas percobaan pembunuhan di Edinburgh

Sebarkan artikel ini
Man charged with terrorism-linked attempted murders in Edinburgh
Ilustrasi: Man charged with terrorism-linked attempted murders in Edinburgh

jurnalistik.co.id – Seorang pria, Lewis Hawkes, muncul di Edinburgh Sheriff Court dengan dakwaan yang terkait serangkaian serangan yang diduga bernuansa anti-Muslim. Ia menghadapi lima dakwaan percobaan pembunuhan yang dikaitkan dengan teror. Hawkes, yang berusia 36 tahun, hadir secara tertutup di pengadilan tersebut. Ia tidak mengajukan pengakuan atas dakwaan yang dibacakan, lalu ditahan selama proses berjalan. Menurut dakwaan, semua perkara yang dilimpahkan “aggravated by reason of having a terrorist connection”. Selain lima dakwaan percobaan pembunuhan, Hawkes juga didakwa melakukan penyerangan dan perampokan, pelanggaran ketertiban umum, serta perbuatan yang menimbulkan bahaya serta perilaku yang dinilai culpable dan reckless. Pada Jumat malam, lima orang dilaporkan mengalami luka di berbagai lokasi di kota tersebut. Polisi Scotland menyampaikan bahwa tidak ada cedera yang mengancam nyawa, dan penyelidikan dipimpin oleh aparat penanggulangan teror. <strong>Rangkaian kejadian di Edinburgh</strong> Serangan dilaporkan dimulai di dekat Broomhouse Mosque, yang berada di bagian barat Edinburgh, sekitar pukul 20:30 pada Jumat. Dua pria berusia 22 tahun, yang dipahami baru selesai Salat Asr, ditikam “multiple times” di Sighthill Park. Keduanya kemudian dibawa ke Edinburgh Royal Infirmary. Setelah kejadian penikaman itu, sebuah taksi mengalami vandalisme di sebuah SPBU Shell di Telford Road sekitar lima mil dari lokasi awal, pada pukul 21:15. Di lokasi vandalisme tersebut, jendela taksi disebut pecah. BBC Scotland juga melaporkan sebuah gambaran di lokasi yang menunjukkan sebuah kapak dengan gagang berwarna kuning dan hitam berada di kursi belakang. Kemudian, rekaman CCTV menunjukkan seorang pria berdiri di samping sebuah kendaraan berwarna hitam dengan jendelanya sudah dipecahkan di gerai BP pada Ferry Road pada pukul 21:28. Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat masuk ke kios, merobohkan rak, lalu meninggalkan barang-barang produk berserakan di lantai. Beberapa menit setelahnya, rekaman lain yang diperoleh BBC Scotland memperlihatkan seorang pria yang bertelanjang dada membawa dua senjata berukuran besar. Ia memarkir sebagian kendaraannya di area jalur sepeda di Leith Walk. Pada rekaman tersebut, pria itu meninggalkan kendaraan sebelum mengejar seorang pria yang mengendarai e-bike. Setelah itu, ia kembali ke mobil, kemudian cepat keluar lagi dan berlari menuju seorang pria yang terlihat baru saja turun dari trem. Pria tersebut kemudian berulang kali menyerang dengan dua pisau besar. Setelah korban melarikan diri, pria bertelanjang dada berhenti mengejar dan beralih menuju sebuah pizzeria. Ia lalu menyerang pintu beberapa kali hingga restoran menurunkan tirai penutup elektronik. Sesudahnya, ia berjalan kembali ke Leith Walk dan menyerang seorang pengemudi pengiriman yang juga mengendarai e-bike, sehingga pengemudi tersebut jatuh dari kendaraannya. Polisi tiba di lokasi tak lama setelah kejadian-kejadian tersebut. Polisi Scotland juga menyebut sedang melakukan penanganan melalui jalur penyelidikan teror. <strong>Tanggapan pejabat dan aparat</strong> First minister John Swinney menyatakan bahwa peristiwa Jumat tersebut seharusnya menjadi “wake-up call” bagi Skotlandia terkait intoleransi terhadap sesama. Ia mengatakan bahwa ia “terrified” jika insiden-insiden itu merupakan hasil dari intoleransi yang “legitimised”. Polisi Scotland menyampaikan bahwa pihaknya telah berbicara dengan lebih dari 90 organisasi lintas agama di Edinburgh setelah insiden tersebut. Supt Neil Wilson dari divisi Edinburgh menyebut kekhawatiran di beberapa komunitas telah “heightened” akibat serangan-serangan tersebut. Ia menambahkan bahwa penting agar seluruh komunitas di Skotlandia merasa “supported, protected” serta mampu menjalani kehidupan sehari-hari tanpa ketakutan terhadap kebencian atau intimidasi. Ia juga mengimbau semua pihak untuk terus bekerja sama agar tidak ada individu atau kelompok yang merasa “marginalised or isolated”. Kasus ini kini berada di proses pengadilan dengan Hawkes yang ditahan. Penyelidikan teror terhadap serangkaian insiden di Edinburgh pada Jumat malam dilaporkan masih berlangsung.