jurnalistik.co.id – Timnas Inggris harus melakukan perubahan skuad di saat-saat terakhir menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026. Bek Newcastle United, Tino Livramento, dipastikan absen karena cedera betis.
Nama penggantinya adalah Trevoh Chalobah dari Chelsea. Keputusan tersebut diumumkan hanya sehari sebelum Inggris memulai perjalanan untuk menghadapi Kroasia di Grup L pada Rabu, 17 Juni 2026.
Livramento sebelumnya masuk dalam rencana pelatih Thomas Tuchel. Ia juga berpeluang menjalani debut bersama tim nasional senior Inggris di turnamen besar tersebut.
Cedera yang dialami Livramento akhirnya mengubah rencana itu. Bek berusia 23 tahun tersebut harus mengubur kesempatan tampil di Piala Dunia pertamanya bersama Timnas Inggris.
Rangkaian cedera yang mengganggu musim
Absennya Livramento melanjutkan musim yang penuh tantangan untuk pemain Newcastle United itu. Sepanjang musim 2025-2026, ia hanya mampu mencatatkan 17 penampilan di Liga Inggris.
Catatan tersebut terjadi karena rangkaian cedera yang silih berganti. Livramento sempat mengalami dua cedera lutut pada tahun lalu yang membuatnya menepi selama dua bulan.
Setelah itu, ia kembali dihantam cedera hamstring pada Januari. Cedera tersebut menyebabkan Livramento absen dalam 15 pertandingan.
Belum pulih sepenuhnya dari masalah sebelumnya, Livramento kembali mengalami cedera paha pada April. Cedera di bulan itu mengakhiri musim domestiknya lebih cepat.
Menjelang Piala Dunia, cedera betis yang dideritanya membuat Livramento meninggalkan kamp timnas Inggris. Ia kemudian kembali ke Newcastle United untuk menjalani proses pemulihan.
Opsi Tuchel berkurang di sektor bek sayap
Kehilangan Livramento membuat opsi Tuchel di sektor bek sayap ikut berkurang. Pemain yang mampu bermain di kedua sisi pertahanan itu sebelumnya diproyeksikan menjadi pelapis penting bagi lini belakang “The Three Lions”.
Dengan Livramento tidak bisa ikut, kebutuhan akan alternatif susunan pemain menjadi lebih mendesak sejak langkah awal menuju turnamen. Inggris harus segera menyesuaikan rencana menjelang fase grup.
Chalobah dipanggil sebagai pengganti darurat
Sebagai pengganti, Inggris memanggil Trevoh Chalobah dari Chelsea. Bek berusia 26 tahun tersebut lebih dikenal sebagai pemain tengah, tetapi beberapa kali juga dimainkan sebagai bek kanan saat membela Chelsea.
Chalobah tercatat baru memiliki satu penampilan bersama tim nasional senior Inggris. Debutnya terjadi pada laga persahabatan melawan Senegal pada Juni tahun lalu.
Dengan pemanggilan ini, Chalobah mendapat kesempatan untuk masuk ke skuad menjelang turnamen yang sudah dekat. Perubahan yang dilakukan Inggris juga menegaskan bahwa penggantian dilakukan tepat saat persiapan memasuki fase akhir.
Perubahan mendadak ini memaksa staf kepelatihan menata ulang komposisi skuad dalam waktu sangat singkat. Perjalanan menuju laga pembuka melawan Kroasia sudah dimulai dengan agenda yang ketat, sehingga ruang penyesuaian tak lagi didapat melalui persiapan panjang.
Keputusan mengeluarkan Livramento dari kamp timnas menunjukkan proses medis menjadi penentu pilihan akhir. Setelah menjalani evaluasi cedera betis dan memastikan kondisinya tak memungkinkan, bek itu memilih kembali ke Newcastle United untuk menjalani pemulihan secara terfokus.
Bagi Chalobah, panggilan sebagai pengganti darurat berarti ia harus cepat beradaptasi dengan tuntutan turnamen besar. Meski lebih dikenal sebagai pemain tengah, pengalamannya dimainkan sebagai bek kanan di Chelsea dapat membantu dia mengisi kebutuhan sektor tersebut, terutama saat rencana di fase grup harus segera disesuaikan.
Chalobah juga membawa faktor pengalaman internasional yang relatif terbatas. Satu penampilan bersama tim nasional senior yang ia miliki dari debut melawan Senegal tahun lalu menjadi modal awal, namun turnamen Piala Dunia menuntut akselerasi adaptasi agar ritme permainan tetap terjaga.
Rangkaian cedera yang lebih dulu dialami Livramento—dari masalah lutut, lalu hamstring di Januari, hingga cedera paha pada April—memberi gambaran bahwa gangguan fisik terjadi berulang sepanjang musim 2025-2026. Dengan pola seperti itu, perubahan skuad pada menit akhir menjadi langkah yang sekaligus mengamankan keberlangsungan rencana Inggris saat memasuki pertandingan-pertandingan krusial.












