jurnalistik.co.id – Federico Chiesa menegaskan dirinya merasa baik-baik saja di Liverpool, meski kabar yang terus mengaitkan masa depannya di Anfield masih beredar. Pemain sayap asal Italia itu memilih menaruh fokus pada langkah berikutnya bersama klub.
Dalam dua musim bersama Liverpool di bawah Arne Slot, Chiesa merasakan perjalanan yang tidak sepenuhnya mudah. Ia hanya memulai satu pertandingan Liga Premier, sementara kontribusinya dalam lima gol tercatat dari total 50 penampilan di semua kompetisi. Kondisi ini kemudian menjadi latar ketika ia berbicara tentang kebutuhan konsistensi.
Chiesa pernah menyampaikan penilaian serupa pada awal periode tersebut. Kepada La Gazzetta dello Sport pada bulan Juni, ia menyatakan: “If I don’t find consistency in the Premier League, I’ll have to look elsewhere.” Kalimat itu memperlihatkan bahwa ia sangat menautkan penampilannya pada ritme dan kestabilan di kompetisi utama Inggris.
Namun, setelah mencetak gol dalam laga uji coba pertama era Andoni Iraola pada Sabtu, ketika Liverpool mengalahkan Sunderland 4-2, Chiesa kembali menegaskan sikapnya terhadap klub. Saat berbicara kepada wartawan, ia menyampaikan: “Right now, at the moment, I am happy here at Liverpool . I love the club, I love the fans, I love everything. “I am doing the best I can to have a chance here – and then we will see. “At the minute, the only thing I am thinking about is Liverpool .”
Ia juga menekankan bahwa pernyataannya bukan sekadar respons sesaat, melainkan bagian dari cara pandangnya untuk memaksimalkan peluang. Dengan menggambarkan kondisi pikirannya, Chiesa memperjelas bahwa fokus utama yang ingin ia jaga saat ini adalah lingkungan Liverpool, dukungan suporter, serta kesempatan bermain yang ia harapkan terus terbuka.
Berita Terkait
Menjelang “bab” baru di bawah pelatih anyar
Pertanyaan kemudian mengarah pada apakah kedatangan pelatih baru menjadi awal yang benar-benar segar. Iraola ditunjuk pada bulan Juni setelah pemecatan Slot, sehingga isu “fresh start” ikut mengemuka. Menanggapi hal itu, Chiesa berkata: “I don’t know – it is difficult to say. It is always a fresh start at the beginning of the year. “Maybe there have been too many fresh starts. But I don’t care, I am trying to do my best for this new manager. Last season under Arne Slot, I was trying to do my best too.”
Chiesa menyebut pengalaman musim sebelumnya sebagai pembanding. Ia menjelaskan bahwa pada musim lalu, ia merasa siap untuk peran yang lebih besar, tetapi kesempatan untuk bermain tetap bergantung pada keputusan pelatih. Ia menambahkan: “Last year, I felt ready for a bigger role, then it depended on the coach whether he wanted me to play or not. Of course I wanted to play more but it is what it is. “
Menurutnya, faktor yang menentukan akhirnya berada pada rencana dan pilihan pelatih, termasuk susunan strategi yang ingin diterapkan. Ia menyampaikan: “The gaffer decided to do so, he had his gameplans, he took his decisions, I have nothing to say about that. It is football. This year, let us say it is a new chapter. There is a new manager and I have to focus on that.”
Perjalanan Chiesa di Liverpool memang berkaitan dengan spekulasi yang lebih luas, tetapi dari cara ia menjawab pertanyaan, ia ingin menutup ruang rumor dengan bahasa yang lebih terarah: kerja, adaptasi, dan konsentrasi pada instruksi pelatih. Pemain berusia 28 tahun itu juga tercatat bergabung dari Juventus dengan kesepakatan senilai ÂŁ12.5m pada 2024, serta memiliki kontrak hingga 2028.
Di tengah semua dinamika tersebut, pesan Chiesa relatif konsisten: ia menyatakan kebahagiaannya berada di Liverpool, menyebut dukungan fans sebagai bagian yang ia hargai, dan menjadikan “kesempatan” sebagai kata kunci untuk membuktikan diri. Sementara spekulasi masa depan terus muncul, ia memilih untuk melihat periode ini sebagai langkah berikutnya—sebuah bab baru—dengan fokus utama pada klub dan pelatih yang memegang kendali saat ini.












