Internasional

FIFA Bentuk FIFA Forward Enterprise, Tawarkan 20% Saham untuk Incar Dana Rp? Ini diprediksi Dipimpin Joshua Kushner Terkait Trump

×

FIFA Bentuk FIFA Forward Enterprise, Tawarkan 20% Saham untuk Incar Dana Rp? Ini diprediksi Dipimpin Joshua Kushner Terkait Trump

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Skema FIFA Jual Saham Piala Dunia, Gandeng Sosok yang Terkait dengan Trump

jurnalistik.co.id – FIFA mengumumkan langkah baru untuk mengelola kegiatan komersial dan penyelenggaraan turnamen melalui pembentukan anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Rencana ini dikaitkan dengan kebutuhan pendanaan untuk memperluas program pembangunan sepak bola, termasuk agenda Piala Dunia.

Dalam pengumuman yang dilansir Reuters, FIFA menyebut nilai perusahaan baru tersebut diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS. Meski demikian, organisasi sepak bola dunia itu menyatakan tetap menjadi pemegang kendali penuh atas FFE.

FIFA berencana menawarkan hingga 20 persen saham kepada investor swasta. Dari penjualan saham tersebut, FIFA menargetkan penghimpunan dana sekitar 4,2 miliar dolar AS, sebagai dukungan pendanaan setelah kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Ajang Piala Dunia 2026 sendiri digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. FIFA menyebut turnamen itu menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah, dengan melibatkan 48 peserta.

Rencana pembentukan FFE juga dikaitkan dengan figur Joshua Kushner. FIFA menyebut perusahaan bentukan Joshua Kushner—yang merupakan saudara Jared Kushner sekaligus menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump—diperkirakan akan memimpin kelompok investor dalam proyek tersebut.

Walau memberi ruang bagi investasi dari pihak luar, FIFA menegaskan bahwa FFE tidak akan lepas dari kendali organisasi tersebut. FIFA juga menyatakan kewenangan terkait tata kelola sepak bola, penyelenggaraan kompetisi, kalender pertandingan, serta regulasi olahraga tetap menjadi hak eksklusif FIFA.

Tujuan dana dan arah pengembangan sepak bola

FIFA menyebut dana hasil penjualan saham akan diarahkan untuk memperluas pengembangan sepak bola di berbagai negara. Menurut FIFA, seluruh keuntungan bersih dari skema ini akan dikembalikan untuk mendukung kemajuan olahraga tersebut.

Gianni Infantino, Presiden FIFA, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pernyataan. “Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia dan mesin luar biasa bagi pembangunan manusia dan sosial,” kata Infantino, dilansir Reuters Selasa (28/7/2026).

Infantino juga menambahkan bahwa popularitas sepak bola telah berubah menjadi nilai komersial yang signifikan. “Sebagian dari permainan ini telah mengubah popularitas itu menjadi nilai komersial yang luar biasa – dan kami merayakan kesuksesan itu dan ingin itu terus berlanjut, karena itu mengangkat seluruh permainan.”

Menurut FIFA, fokus berikutnya adalah memastikan keberlanjutan pertumbuhan sepak bola secara menyeluruh. “Tugas kami adalah memastikan bahwa sisa sepak bola tumbuh bersamanya: FIFA ada untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di setiap sudut dunia.”

FIFA menyebut asosiasi anggota nantinya dapat mengikuti program pendanaan opsional dengan akses modal hingga 20 juta dolar AS. Dengan begitu, skema ini diharapkan memberi ruang dukungan pendanaan yang lebih terukur bagi kebutuhan sepak bola di tingkat nasional maupun kompetisi.

Dalam rincian pemanfaatan, dana tersebut dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pelatihan, pengembangan tim nasional, hingga penyelenggaraan kompetisi. FIFA juga menyebut dukungan untuk sepak bola akar rumput dan sepak bola wanita sebagai bagian dari cakupan penggunaan pendanaan.

Struktur kendali dan peran FIFA

Meski FFE menargetkan keterlibatan investor swasta melalui penjualan saham, FIFA menempatkan pengendalian organisasi tetap sebagai elemen inti. FIFA menekankan bahwa keputusan terkait aspek tata kelola dan regulasi olahraga berada di bawah FIFA, bukan di tangan investor.

Di saat yang sama, perusahaan yang dipimpin Joshua Kushner disebut FIFA sebagai penggerak kelompok investor. Namun, FIFA tetap menyampaikan bahwa kerangka tata kelola tetap akan mengacu pada otoritas FIFA, khususnya dalam hal penyelenggaraan kompetisi dan kalender pertandingan.

Dengan demikian, rencana pembentukan FFE dan penawaran saham hingga 20 persen diposisikan sebagai jalan untuk mengubah keberhasilan Piala Dunia 2026 menjadi sumber pendanaan bagi pengembangan sepak bola di banyak wilayah. FIFA menargetkan penghimpunan sekitar 4,2 miliar dolar AS, sambil menjaga seluruh kewenangan pengelolaan sepak bola dalam kendali organisasi.

FIFA Forward Enterprise (FFE) menjadi fokus utama dalam skema ini, sementara perusahaan dan pengaturan investor diarahkan untuk mendukung program pembangunan. Dari sisi tujuan akhir, FIFA menekankan bahwa keuntungan bersih akan kembali diarahkan bagi kemajuan olahraga, termasuk infrastruktur, pelatihan, sepak bola akar rumput, serta sepak bola wanita.

Rencana ini sekaligus menggambarkan bagaimana FIFA berupaya menyiapkan instrumen komersial baru setelah Piala Dunia 2026 berlangsung dengan melibatkan 48 peserta di tiga negara tuan rumah. Di tengah pembukaan peluang investasi, FIFA berusaha memastikan bahwa kendali atas penyelenggaraan olahraga tetap konsisten di bawah struktur mereka.