jurnalistik.co.id – Komite Kehakiman DPR Amerika Serikat mengirimkan surat resmi pada 26 Juli 2026 yang menyoroti Gianni Infantino, presiden FIFA. DPR menyoroti dugaan keterkaitan FIFA dengan Presiden AS Donald Trump dan meminta sejumlah dokumen serta informasi terkait dugaan pemberian hadiah, pembayaran, atau keuntungan.
Surat tersebut disampaikan oleh Jamie Raskin, anggota senior Partai Demokrat di komite kehakiman DPR. Raskin menyatakan penyelidikan yang dipimpinnya bertujuan menelusuri hubungan FIFA dengan pemerintahan Trump, termasuk pihak-pihak di lingkaran Trump.
Dalam surat itu, Raskin meminta FIFA menyerahkan berbagai dokumen dan komunikasi. Permintaan tersebut mencakup informasi terkait dugaan pemberian hadiah, pembayaran, maupun keuntungan kepada Trump dan orang-orang di lingkarannya.
Komite juga meminta catatan pengunjung kantor FIFA di Trump Tower, New York. DPR menindaklanjuti permintaan tersebut dengan mengajukan agar Infantino bersedia menjalani wawancara resmi.
Hubungan Infantino dan Trump menjadi perhatian sejak menjelang Piala Dunia 2026. Pada acara pengundian turnamen di Washington pada Desember lalu, Trump menerima penghargaan “FIFA Peace Award” di Kennedy Center.
Di periode yang sama, FIFA juga membuka kantor baru di Trump Tower di Manhattan. Sejumlah momen tersebut kemudian kembali disorot selama penyelenggaraan Piala Dunia.
Selama Piala Dunia, Trump disebut beberapa kali menghubungi Infantino untuk melobi peninjauan ulang hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, sebelum laga babak 16 besar melawan Belgia. Setelah itu, FIFA kemudian mencabut larangan bermain Balogun.
Keputusan tersebut memicu kritik dari sejumlah tim nasional dan federasi sepak bola. Kritik mengarah pada anggapan bahwa keputusan tersebut dipengaruhi kepentingan politik.
Pada final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina, Trump hadir bersama pemimpin Kanada dan Meksiko dalam prosesi penyerahan trofi. Donald Trump dan Infantino juga duduk bersama di area VIP stadion sebelum keduanya mendapat cemoohan dari sebagian penonton saat memasuki lapangan.
Berita Terkait
Raskin menautkan ke jejak penyelidikan korupsi 2015
Dalam suratnya, Jamie Raskin mengungkap kembali penyelidikan korupsi sepak bola global oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada 2015. Raskin menyebut kasus tersebut menyeret lebih dari 20 pejabat FIFA serta eksekutif pemasaran olahraga.
Menurut Raskin, kepemimpinan Infantino seharusnya menghadirkan perubahan setelah rentetan kasus korupsi di tubuh FIFA. Ia menilai, pesan yang semestinya dibawa oleh presiden FIFA baru tidak sejalan dengan perkembangan yang muncul.
“Pemilihan Anda sebagai presiden FIFA seharusnya menandai pemutusan hubungan dengan budaya korupsi dan skandal selama beberapa dekade yang telah mencoreng reputasi sepak bola dunia,” tulis Raskin. Raskin juga menegaskan bahwa ada kelemahan pengawasan yang dinilainya terjadi pada awal masa jabatan Infantino.
Ia menuduh Infantino melemahkan sistem pengawasan internal FIFA sejak awal masa jabatannya. “Namun, di awal masa jabatan Anda, Anda membongkar pengamanan etika FIFA dan melumpuhkan komite etik organisasi dengan menyingkirkan sebagian besar anggotanya.”
Dengan rangkaian permintaan dokumen, catatan pengunjung kantor FIFA di Trump Tower, serta pengusulan wawancara, surat Raskin menempatkan dugaan keterkaitan FIFA dengan pemerintahan Trump sebagai fokus yang ingin diverifikasi. DPR AS, melalui komite kehakiman yang dipimpinnya, berupaya menelusuri detail proses dan komunikasi yang terkait dugaan hadiah, pembayaran, maupun keuntungan.
Dalam upaya penelusuran tersebut, komite menempatkan pertanyaan pada bukti-bukti yang dianggap relevan, mulai dari dokumen dan pertukaran pesan sampai catatan yang dapat membantu memetakan interaksi di ruang-ruang terkait. Langkah ini juga diarahkan untuk menilai apakah ada alur komunikasi yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan memiliki kaitan dengan keputusan-keputusan tertentu.
Raskin juga menarik garis antara dinamika masa lalu dan kekhawatiran yang muncul belakangan. Dengan mengingat kembali proses pengungkapan korupsi pada 2015, ia menekankan bahwa organisasi seharusnya menunjukkan perubahan tata kelola, termasuk memperkuat pengawasan internal, agar isu serupa tidak terulang dalam bentuk yang berbeda.
Selain itu, surat tersebut menegaskan pentingnya klarifikasi langsung melalui wawancara resmi. Dalam kerangka itu, DPR berupaya memastikan penjelasan pihak FIFA dapat diverifikasi, sekaligus merespons gelombang tanggapan publik selama Piala Dunia, ketika hubungan yang melibatkan Trump dan Infantino terus menjadi bahan sorotan dan memicu kritik dari berbagai kalangan.












