jurnalistik.co.id – FIFA memastikan laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris tetap digelar sesuai jadwal. Kepastian ini muncul setelah sempat ada wacana penyesuaian waktu kick-off karena situasi cuaca di Mexico City.
Pertandingan Meksiko vs Inggris dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026, pukul 18.00 waktu setempat. Laga tersebut setara dengan Senin, 6 Juli 2026, pukul 07.00 WIB.
Awalnya, FIFA sempat mempertimbangkan perubahan jam pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Azteca. Pertimbangan itu dipicu kekhawatiran terhadap hujan lebat serta potensi banjir yang dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya pertandingan.
FIFA memilih tetap sesuai jadwal
Menurut laporan The Athletic, pembahasan terkait kemungkinan pemajuan jadwal muncul karena prediksi kondisi cuaca yang dianggap berisiko. Namun setelah proses diskusi, FIFA memutuskan agar pertandingan tidak dimajukan dan tetap dimulai pada waktu yang telah ditentukan.
Keputusan tersebut turut berdampak pada konsistensi jadwal di laga lainnya. Babak 16 besar antara Brasil dan Norwegia di Stadion MetLife disebut tetap berlangsung pada waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Di sisi sepak bola nasional, Federasi Sepak Bola Meksiko dan Federasi Sepak Bola Brasil juga mengonfirmasi bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan penyesuaian jadwal memang sempat dilakukan. Artinya, proses penilaian risiko cuaca melibatkan koordinasi lintas pihak terkait pertandingan.
Selain itu, sempat beredar pula laporan dari media Meksiko yang menyebut stasiun televisi Inggris, BBC, ikut terlibat dalam pembahasan tersebut. Namun BBC membantah kabar itu melalui pernyataan resmi dengan kalimat, “BBC tidak terlibat dalam diskusi tersebut.”
Cuaca ekstrem pernah mengganggu laga sebelumnya
Berita Terkait
Ancaman gangguan cuaca di Mexico City bukan isu baru dalam turnamen ini. Sebelumnya, laga Meksiko melawan Ekuador di babak 32 besar harus ditunda selama satu jam akibat petir dan badai di sekitar area Mexico City.
Untuk konteks pertandingan Inggris melawan Meksiko, The Athletic juga mengutip pandangan pakar meteorologi Aaron Mentkowski. Ia menyebut prakiraan cuaca pada hari pertandingan masih tergolong normal untuk musim panas di ibu kota Meksiko.
Mentkowski menilai Juli memang termasuk musim hujan di Mexico City. Dengan demikian, hujan disertai badai petir pada sore hingga malam hari merupakan kondisi yang lazim terjadi di periode tersebut.
Dalam gambaran yang dipakai untuk mempertimbangkan waktu, pada pukul 12.00 siang—waktu yang sempat dipertimbangkan sebagai jadwal baru—langit diprediksi berawan dengan suhu sekitar 23 derajat Celsius. Pada pukul 18.00, yakni jam pertandingan tetap digelar, peluang hujan mencapai sekitar 60 persen dengan suhu turun menjadi 18 derajat Celsius.
Meski angka peluang hujan pada jam pertandingan lebih tinggi, FIFA pada akhirnya tetap menjalankan laga sesuai jadwal awal. Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa pembahasan risiko cuaca tidak berujung pada perubahan waktu kick-off, dan pertandingan tetap menjadi bagian dari jadwal babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Wacana penyesuaian jam kick-off sempat muncul menjelang laga di Stadion Azteca, namun FIFA akhirnya memilih mempertahankan rangka waktu yang telah diumumkan. Dengan begitu, pertandingan Meksiko vs Inggris tetap berada dalam skema babak 16 besar tanpa mengubah urutan yang menyertai pertandingan lain.
Dalam proses penilaian risiko, perhatian dipusatkan pada kemungkinan hujan lebat serta potensi banjir yang dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya pertandingan. The Athletic menyebut pembahasan itu dibicarakan lintas pihak, termasuk konfirmasi dari federasi sepak bola Meksiko, sehingga pertimbangan tidak berhenti pada satu institusi saja.
Untuk melihat arah cuaca, The Athletic juga mengutip pandangan meteorologi Aaron Mentkowski. Ia menilai, Juli memang masuk musim hujan di Mexico City, sehingga peluang kondisi badai petir pada sore hingga malam merupakan hal yang lazim terjadi, meski angka rinciannya tetap dipakai sebagai dasar evaluasi.
Dalam proyeksi yang digunakan, pada pukul 12.00 langit diperkirakan berawan dengan suhu sekitar 23 derajat Celsius, sedangkan pada pukul 18.00—saat pertandingan berlangsung—peluang hujan mencapai sekitar 60 persen dengan suhu turun menjadi 18 derajat Celsius. Catatan serupa juga pernah terjadi pada laga Meksiko vs Ekuador yang ditunda selama satu jam akibat petir dan badai, namun kali ini FIFA memastikan laga tetap berjalan sesuai jadwal semula.












