Olahraga

Petir Saat Nobar Argentina vs Cape Verde di New York, Suporter Tetap Bertahan

×

Petir Saat Nobar Argentina vs Cape Verde di New York, Suporter Tetap Bertahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hujan Badai Terjang Nobar Argentina Vs Cape Verde, Fan Pantang Mundur

jurnalistik.co.id – Hujan badai yang disertai petir mengguyur kegiatan nonton bareng Argentina vs Cape Verde di Hudson Yards, Manhattan, New York, Jumat (3/7/2026). Saat pertandingan berjalan, peringatan untuk segera mencari perlindungan juga mulai terdengar.

Acara nobar tersebut dipenuhi pendukung Lionel Messi dan timnas Argentina sejak sore pukul 16.00 waktu setempat. Mereka datang untuk menyaksikan laga 32 besar Piala Dunia 2026 Argentina vs Cape Verde yang digelar di Stadion Miami, Jumat (3/7/2026) atau Sabtu pagi WIB.

Hudson Yards menyediakan tempat gratis untuk menonton pertandingan Piala Dunia 2026 hingga 19 Juli mendatang. Pengunjung yang datang lebih awal mendapat posisi yang lebih nyaman untuk mengikuti jalannya laga.

KOMPAS.com tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Sebelum berangkat, tim sempat memantau situasi di Madison Square Garden, tempat berlangsungnya pernikahan Taylor Swift.

Saat awal kedatangan, cuaca New York masih terasa sangat panas. Peringatan gelombang panas juga masih berlaku, sehingga aktivitas luar ruang terasa melelahkan.

Karena kondisi tersebut, KOMPAS.com memutuskan untuk membeli dua botol minuman agar tetap bertenaga selama menunggu pertandingan dimulai. Suasana awal pertandingan masih didominasi terik matahari dan udara yang lembap.

Namun, keadaan berubah ketika pertandingan memasuki babak kedua. Pada fase tersebut, papan skor menunjukkan kedudukan 1-1 setelah gol Lionel Messi pada menit ke-29 dibalas Deroy Duarte pada menit ke-59.

Selepas gol penyama kedudukan, langit perlahan berubah menjadi lebih gelap. Bayangan warna kelabu yang muram tampak seolah menandai datangnya perubahan cuaca yang lebih serius.

Angin kencang kemudian menyusul. Sejumlah plastik terangkat dan berserakan di sekitar area nobar, sementara pohon-pohon ikut terayun dengan deras.

Beberapa kilat petir juga terlihat di langit. Di tengah kondisi itu, pengunjung yang berada di lokasi nobar tampak berusaha tetap mengikuti laga meski situasi mulai tidak kondusif.

Bagi penonton, aksi pemain di lapangan tetap menjadi fokus utama. Mereka tetap diam di tempat menikmati permainan Messi, sambil memegangi topi agar tidak tersapu angin yang semakin kuat.

Meski demikian, badai tidak berhenti pada angin saja. Tak lama setelahnya, hujan lebat datang bersamaan dengan hembusan yang semakin kencang.

Begitu hujan deras mulai turun, penonton pun berhamburan. Sebagian memilih berpindah tempat untuk mencari perlindungan, menyesuaikan diri dengan kondisi yang cepat berubah.

Beberapa pengunjung memilih berlindung di Vessel, gedung ikonik yang berada tak jauh dari lokasi nobar. Bentuknya yang menyerupai sarang lebah membuat banyak orang memanfaatkannya sebagai tempat teduh ketika hujan turun disertai angin.

Situasi ini menggambarkan bagaimana pertandingan yang sebelumnya berlangsung dalam suasana terik dan lembap harus beradaptasi saat cuaca mendadak memburuk. Dari awal penonton bertahan dalam panas dan lalu menyaksikan momen-momen di lapangan, mereka kemudian mengambil langkah cepat begitu badai menyertai petir dan hujan lebat.

Menjelang perubahan cuaca, suasana di sekitar lokasi nobar masih dipenuhi upaya penonton untuk tetap bertahan di luar. Mereka mengatur waktu menunggu, saling menjaga jarak seperlunya, dan tetap fokus pada momen-momen pertandingan meski terik perlahan mulai diikuti tanda-tanda gangguan.

Ketika kilat sesekali menyala dan angin makin kencang, perhatian tidak hanya tertuju pada layar jalannya laga. Banyak orang juga terus mengamati sekeliling agar barang-barang ringan tidak ikut tersapu, sementara gerak mereka dibuat lebih cepat dan terukur mengikuti situasi yang makin tidak bersahabat.

Sesaat setelah hujan lebat turun, ritme kerumunan berubah drastis. Penonton tidak lagi menunggu dengan tenang, melainkan segera mencari perlindungan karena intensitas angin dan air yang datang bergantian terasa lebih sulit diprediksi. Di tengah kepadatan, Vessel menjadi salah satu tempat yang dipilih untuk meneduhkan diri dan melanjutkan pengamatan laga sampai kondisi mulai mereda.