jurnalistik.co.id – Tim medis RS Bhayangkara Polda Papua merinci hasil pemeriksaan jenazah Captain Nicholas F Goselin, pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), yang meninggal setelah insiden di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Pemeriksaan dilakukan untuk menjelaskan kondisi korban sekaligus membantu memperjelas penanganan perkara pidana terkait peristiwa tersebut. Berdasarkan temuan medis, terdapat luka tembak di bagian kepala dengan karakteristik yang mengarah pada tembakan masuk tempel atau contact gunshot wound.
Visum dilakukan pada Jumat (3/7/2026) malam. Dalam pemeriksaan tersebut, tim menilai kesesuaian luka dengan mekanisme tembakan yang moncong senjatanya berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit.
Pemeriksaan luar dan radiologi jadi dasar
Kepala RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap penyebab kematian agar alur perkara pidana menjadi lebih jelas.
Ia menyebutkan bahwa tindakan otopsi tidak dilakukan karena berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah, penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi.
“Mengapa tidak dilakukan otopsi, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah, otopsi tidak dinilai sebagai tindakan yang sangat diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi,” jelas Rommy dikutip dari Kompas.com, Jumat (3/7/2026).
Rommy menjelaskan, pemeriksaan luar menemukan luka tembak pada kepala Captain Nicholas F Goselin. Tim medis juga menemukan luka tembak terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan daerah sekitar telinga kanan.
Selain itu, terdapat luka lecet pada sisi kanan kepala, serta patah tulang rahang atas kiri dan kanan. Seluruh temuan itu kemudian dinilai berhubungan dengan kekerasan yang diduga berasal dari benda tumpul.
Berita Terkait
- Polda Jateng Tahan Aiptu N atas Dugaan Siksa Istri Siri MAN (30) sejak Desember 2023, Hotman Paris Turun Tangan
- Penyidik Ungkap Kekejaman Pembunuh Tapir di Mesuji, Satwa Dilindungi Berontak hingga Tewas
- LBH Mega Bintang dan Warga Laporkan Wali Kota Solo Respati Ardi, Pertanyakan Baliho Ucapan Ulang Tahun Jokowi
Luka tembak masuk tempel dan lintasan proyektil
Menurut Rommy, hasil visum menunjukkan adanya luka yang sesuai dengan karakter tembakan masuk tempel. “Hasil visum yang dilakukan, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel,” katanya.
Rommy juga menerangkan lintasan peluru pada tubuh korban. Proyektil masuk melalui pipi kiri lalu keluar di sekitar telinga kanan, sehingga lintasan tersebut berpengaruh pada kerusakan jaringan dan struktur tulang di jalur keluar masuknya proyektil.
Lintasan peluru itu, lanjut Rommy, menyebabkan patah tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan. Temuan patah tulang tersebut kemudian diperkuat oleh pemeriksaan radiologi.
“Pemeriksaan radiologi (X-ray) menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak,” ucap Rommy. Ia menambahkan pemeriksaan ini dilakukan karena tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar yang didukung foto rontgen.
Rommy menerangkan bahwa kombinasi lintasan peluru masuk dan keluar menimbulkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Kondisi itulah yang disebut membuat korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death.
Dengan demikian, rangkaian pemeriksaan yang menggabungkan temuan luka pada pemeriksaan luar dan hasil radiologi menjadi dasar utama tim medis dalam menyimpulkan gambaran kematian korban. Langkah tersebut diharapkan membuat proses penelusuran dan pembuktian di ranah pidana menjadi lebih terang.
Dalam kesimpulan visum, tim medis menyusun hubungan sebab-akibat dari dua jenis pemeriksaan yang dilakukan. Pemeriksaan luar dipakai untuk memetakan lokasi dan karakter luka, sementara pemeriksaan radiologi kemudian berfungsi menguatkan temuan tersebut, termasuk ketika hasil yang dibutuhkan dapat dijelaskan tanpa otopsi dalam.
Pada konteks mekanisme tembakan, kesesuaian antara posisi moncong senjata yang tegak lurus dan temuan luka masuk yang mengarah pada contact gunshot wound menjadi dasar interpretasi tim mengenai bagaimana proyektil mengenai area kepala korban. Keterkaitan ini juga dijelaskan sebagai faktor yang berpengaruh pada tingkat kerusakan jaringan di jalur masuk dan keluar.
Langkah pemeriksaan yang tidak menggunakan autopsi dalam tetapi mengandalkan pemeriksaan luar serta foto radiologi disebut bertujuan agar gambaran penyebab kematian dapat dirangkum secara cepat dan tetap terukur. Dengan demikian, tim medis berharap hasil visum dapat menjadi pijakan untuk proses penanganan perkara pidana, terutama dalam memperjelas uraian peristiwa.












