jurnalistik.co.id – Penantian panjang warga Pulau Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, untuk menikmati aliran listrik akhirnya terwujud. Senin (3/8/2026), mereka merasakan tonggak baru pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan di Provinsi Gorontalo.
Penyalaan perdana listrik melalui Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV resmi dilakukan pada hari tersebut. Kegiatan itu menandai dimulainya akses energi yang selama puluhan tahun dinantikan oleh masyarakat Dudepo.
Peresmian penyalaan perdana listrik di Pulau Dudepo dihadiri Anggota DPR RI Komisi XII Rusli Habibie. Kehadiran juga disertai Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, serta Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili.
Dalam kesempatan yang sama, tampak pula jajaran PT PLN. Hadir pula unsur Forkopimda dan masyarakat Pulau Dudepo yang mengikuti rangkaian peresmian.
Rusli Habibie menegaskan bahwa hadirnya listrik di Pulau Dudepo merupakan hasil perjuangan aspirasi yang diperjuangkan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN. Menurutnya, proses tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat di pulau terluar.
Rusli menyebut penyalaan listrik itu sebagai hadiah untuk masyarakat Dudepo dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia juga berharap tanggal tersebut menjadi penanda yang terus dikenang warga.
“Hari ini hari bersejarah bagi Desa Dudepo. Ini hadiah untuk masyarakat pada HUT ke-81 Republik Indonesia. Mudah-mudahan tanggal 3 Agustus 2026 akan selalu diingat sebagai hari ketika listrik mulai dinikmati masyarakat Dudepo, bukan hanya hari ini tetapi hingga puluhan tahun ke depan,” ujar Rusli.
Pada kesempatan tersebut, Rusli menyoroti nilai pembangunan jaringan listrik yang dilakukan. Ia menyampaikan bahwa pembangunan jaringan senilai hampir Rp100 miliar diarahkan untuk melayani sekitar 400 jiwa.
Rusli menegaskan, pembangunan tersebut tidak semata-mata dipandang dari jumlah penduduk. Baginya, program ini adalah bentuk keadilan negara dalam memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh warga Indonesia.
“Waktu itu saya sampaikan ini ke Ibu Wagub, sempat kaget anggarannya besar. Saya katakan, ini bukan masalah jumlah penduduknya, tetapi ini soal keadilan bagi seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semua masyarakat berhak mendapatkan pelayanan listrik,” tegasnya.
Berita Terkait
Komitmen pemeliharaan jaringan
Rusli juga mengingatkan bahwa setelah listrik mulai tersambung, pemeliharaan jaringan menjadi bagian penting yang harus dijaga. Ia menekankan agar proses pemeliharaan tetap memperhatikan hak masyarakat.
Perhatian itu terutama jika terdapat pohon milik warga yang harus ditebang untuk kepentingan jaringan listrik. Rusli meminta PT PLN dan pemerintah memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Rusli menyampaikan doa bersama untuk almarhum Bapak Rahmat Gobel. Ia menyebut almarhum sebagai salah satu tokoh Gorontalo yang telah banyak berbuat untuk daerah ini.
“Sebelum saya akhiri, mari kita bersama-sama mendoakan almarhum Bapak Rahmat Gobel, salah satu tokoh Gorontalo yang telah banyak berbuat untuk daerah ini. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau. Almarhum telah memberikan banyak kontribusi bagi Gorontalo, termasuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Rusli.
Di sisi lain, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan hadirnya listrik di Pulau Dudepo. Ia menyatakan bangga karena impian masyarakat akhirnya menjadi kenyataan.
“Alhamdulillah, penantian panjang masyarakat Dudepo yang mengidam-idamkan listrik akhirnya terwujud. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Gorontalo Utara kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rusli Habibie atas perjuangannya yang luar biasa, kepada Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang telah mendukung penuh hingga program ini dapat terlaksana,” ungkap Thariq.
Rangkaian peresmian juga diikuti penyerahan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) berupa meteran listrik gratis kepada masyarakat. Langkah itu diposisikan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses energi yang merata dan berkeadilan di Provinsi Gorontalo.
Dengan dinyalakannya SKLTM 20 kV di Pulau Dudepo, warga kini dapat menikmati listrik pada wilayah yang sebelumnya harus menunggu bertahun-tahun. Bagi masyarakat, penyalaan perdana ini bukan hanya peristiwa seremonial, tetapi penanda mulai terbukanya akses layanan dasar yang lebih setara.
Peresmian Senin (3/8/2026) pun menjadi momentum yang menegaskan keberpihakan pada pemerataan pembangunan. Program tersebut sekaligus menjadi penguat bahwa akses energi adalah hak yang harus hadir hingga kepulauan terluar.












