Peristiwa

Mengayuh Asa HUT ke-499 Jakarta dari Banjir Kanal Timur (BKT)

×

Mengayuh Asa HUT ke-499 Jakarta dari Banjir Kanal Timur (BKT)

Sebarkan artikel ini
Mengayuh Asa HUT ke-499 Jakarta dari BKT... News 26 Juni 2026
Ilustrasi: Mengayuh Asa HUT ke-499 Jakarta dari BKT...

jurnalistik.co.id – Kayuhan demi kayuhan mulai membelah aliran Banjir Kanal Timur (BKT) di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026) sore. Ratusan pelajar mengikuti lomba dayung yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.

Di sepanjang aliran BKT, pelajar yang tergabung dalam Siswa Pecinta Alam (Sispala) dari berbagai sekolah se-Jakarta Raya berkumpul mengikuti lomba dayung. Ajang ini berlangsung hingga Minggu (28/6/2026) dan diarahkan agar tidak berhenti pada kompetisi olahraga air.

Lomba sebagai ruang pengenalan BKT

Sejumlah peserta terlihat memadati kawasan sejak siang dan melakukan latihan mendayung sebelum lomba dimulai. Penyelenggaraan lomba dayung itu kemudian menjadi cara memperkenalkan BKT sebagai destinasi wisata di Jakarta Timur yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis.

Kegiatan ini juga diharapkan memberi pemahaman yang lebih dekat kepada warga tentang aktivitas olahraga air. Lewat perayaan yang bersanding dengan lomba, Pemkot Jakarta Timur ingin agar perhatian publik ikut mengarah pada kawasan BKT.

Pemerintah juga menempatkan kegiatan ini sebagai ajakan kepada generasi muda untuk mencintai lingkungan. Melalui olahraga air, warga diharapkan dapat menangkap pesan agar alam dan air tetap terjaga, bukan sekadar menikmati suasana perayaan.

Kolaborasi pemkot dan Fasta

Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkot Jakarta Timur Fauzi mengatakan lomba dayung digelar bersama Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (Fasta). Ia menyebut kegiatan ini merupakan kolaborasi kedua antara pemerintah daerah dan komunitas Sispala.

Fauzi menilai, ajang yang melibatkan pelajar itu sekaligus menjadi sosialisasi kepada masyarakat tentang olahraga air. Di balik itu, terdapat pesan bahwa semua pihak harus mencintai alam, menjaga keasrian alam, dan menjaga keasrian air.

“Ini tidak hanya sosialisasi kepada masyarakat tentang olahraga air, tapi juga ada pesan bahwa kita semua harus mencintai alam ini, menjaga keasrian alam dan air,” kata Fauzi.

Ia mengaitkan pesan tersebut dengan upaya menuju momentum peringatan lima abad Jakarta pada tahun depan. Fauzi juga berharap lomba dayung bisa terus berulang tiap tahun agar masyarakat memiliki momen yang mudah diingat karena ada lomba dayung.

“Kami berharap ini akan menjadi agenda rutin tahunan dan memjadi kemeriahan di HUT Jakarta. Sehingga masyarakat akan mengingat, wah di HUT Jakarta ada lomba dayung,” kata Fauzi.

Antusiasme peserta dan kesiapsiagaan keselamatan

Ketua Fasta Adjie Rimbawan menyebut antusiasme pelajar terus meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah peserta tercatat 180 orang, sementara pada tahun ini meningkat menjadi 262 peserta.

Adjie mengatakan antusiasme tersebut sangat tinggi. Ia menilai apabila pihak penyelenggara tidak menutup pendaftaran, jumlah peserta bisa mencapai 300 orang.

“Sebetulnya antusiasnya sangat tinggi, kalau saja kami tidak tutup, jumlahnya bisa mencapai 300,” ucap Adjie.

Selama kegiatan berlangsung, tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas Pemadam Kebakaran juga disiagakan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat maupun gangguan kesehatan peserta.

Penyelenggaraan dengan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran kegiatan. Dengan demikian, lomba dayung diharapkan dapat tetap berjalan tertib sekaligus memperkuat semangat pelestarian lingkungan melalui olahraga bagi para pelajar.

Selain merayakan HUT ke-499 Jakarta, kegiatan ini juga menegaskan upaya menggaungkan potensi BKT sebagai destinasi wisata di Jakarta Timur. Harapannya, agenda serupa kelak menjadi rutinitas tahunan yang menghadirkan kemeriahan sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan.

Menurut panitia, suasana lomba sengaja dirancang agar pelajar tidak hanya berlomba, tetapi juga memahami konteks sungai yang mereka dayung. Fokusnya diarahkan pada penguatan kedekatan dengan BKT sekaligus membangun kebiasaan bertanggung jawab saat beraktivitas di ruang perairan.

Selama rangkaian kegiatan berjalan, perhatian penyelenggara juga diarahkan pada aspek pengaturan dan kesiapsiagaan di lapangan. Kehadiran tim penyelamat BPBD serta petugas Pemadam Kebakaran menjadi penopang penting agar setiap sesi latihan dan lomba berlangsung lancar dan peserta tetap terlindungi.

Di sisi lain, antusiasme yang terus bertambah menjadi sinyal bahwa minat generasi muda terhadap kegiatan berbasis alam masih besar. Bila pengelolaan pendaftaran dibuka lebih luas, jumlah peserta diyakini bisa meningkat, sehingga pesan pelestarian lingkungan melalui olahraga dapat menjangkau lebih banyak orang.