Olahraga

Grand Prix Belgia: Kimi Antonelli Raih Pole di Spa, Verstappen Tertinggal 0,317 Detik

×

Grand Prix Belgia: Kimi Antonelli Raih Pole di Spa, Verstappen Tertinggal 0,317 Detik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Belgian Grand Prix: Kimi Antonelli takes Spa pole from Max Verstappen

jurnalistik.co.id – Kimi Antonelli mencatatkan putaran tercepat di kualifikasi Grand Prix Belgia di Spa-Francorchamps, sekaligus mengamankan pole position dengan selisih 0,317 detik atas Max Verstappen. Di saat perebutan gelar makin dekat, hasil ini juga membuat Verstappen tertahan di posisi kedua pada baris depan, sementara George Russell harus puas finis keempat dengan jarak lebih dari setengah detik.

Dengan keunggulan 25 poin dari Russell di klasemen, Antonelli tampil sebagai pembalap yang paling mengancam sejak awal akhir pekan. Pole di balapan yang dikenal berkarakter cepat di lintasan lurus dan menikung secara konsisten ini pun menguatkan bahwa Mercedes menemukan momentum penting menjelang hari perlombaan.

Pertarungan detail di sesi kualifikasi

Antonelli menempuh jalannya sendiri hingga puncak waktu. Ia mengaku sempat kehilangan arah ketika sesi memasuki fase awal, terutama karena angin yang mulai bertambah kencang dan membuat keseimbangan mobil terasa lebih berada di ambang.

Namun, pembalap Italia itu menegaskan bahwa sesi akhirnya “datang” pada dirinya setelah beberapa penyesuaian. Ia menyebut perubahan kecil pada bagian front wing flap saat mempersiapkan putaran Q2, lalu meraih performa kuat pada Q3 berkat lap pertama dan lap kedua yang bisa ia maksimalkan.

Dalam komentarnya, Antonelli mengatakan: “Q1, I felt a bit lost because the wind picked up and the balance was a bit more on the edge but the session came to us. I changed a little bit the front wing flap for Q2. Q3 was good because we did a decent first lap and second lap I found a lot of time. It was a good lap.”

Russell juga menilai putaran yang ia dapatkan berjalan sesuai rencana, tetapi ia menyoroti kendala yang sejak lama membatasi laju mobil Mercedes pada kecepatan lurus. Ia menjelaskan bahwa tim sempat mencoba mengatasi masalah itu sejak setelah Silverstone, meski hasilnya ternyata belum tepat sasaran.

Russell menambahkan: “The lap felt good. But we have just been dealing with an issue with the straight-line speed ever since Silverstone. We thought we had found the problem, it wasn’t the problem and then we thought it was a driving style and it wasn’t the solution. But I feel after looking at the data, I feel positive with the job I did. If you just take the corners, I did a very good job. Battling against Kimi is very tough in a fair fight. When we are in this situation, it’s impossible. The team are working so hard to try and pinpoint what it is. It can be a million things.”

Di momen setelah putaran terbaiknya, Antonelli juga menyampaikan pesan hangat kepada sang ayah, Marco, yang merayakan ulang tahun ke-61 pada Sabtu. Keputusan itu terlihat dari tindakannya pada slowing down lap, yang berlangsung setelah kualifikasi selesai.

Strategi slipstream dan dampak penalti Verstappen

Verstappen sendiri tidak datang dengan posisi yang sepenuhnya “mulus” pada akhir pekan ini. Tim Red Bull menurunkan Isack Hadjar untuk membantu Verstappen memakai slipstream pada bagian lintasan panjang berkecepatan tinggi menuju chicane terakhir. Langkah itu dilakukan dalam konteks Verstappen menjalani penalti grid 30 tempat akibat penggunaan mesin baru, yang membuatnya melewati batas jatah mesin untuk musim ini.

Verstappen menyatakan bahwa bantuan tow dari Hadjar memang berpengaruh langsung pada waktu putaran. Ia menilai keuntungan yang ia dapatkan mencapai sekitar 0,3 detik di lap time.

Ia mengatakan: “It was definitely helping me otherwise I would not be standing here, it would be P6 or something. Isack, knowing he had a penalty and would be starting at the back, he helped me. I will be looking in my mirrors tomorrow. But we are happy to be on the front row with how we executed it as a team.”

Skenario di grid tetap memberi tekanan pada Verstappen dan Red Bull, tetapi hasil kualifikasi membuktikan bahwa eksekusi tim bekerja di level yang tinggi. Terlihat bahwa sekalipun penalti mengubah posisi start yang harus dihadapi besok, baris depan tetap bisa diraih lewat koordinasi taktis.

Norris tampil cepat, tetapi mulai dari 13

Lando Norris menempati tempat ketiga dengan selisih 0,440 detik dari pole. Ia sempat terlihat membawa potensi besar karena sepanjang akhir pekan mobilnya bekerja lebih baik daripada ekspektasi awal tim di Spa.

Norris juga menyebut bahwa pada kualifikasi ia bahkan lebih cepat 0,215 detik dibanding Oscar Piastri, meski ia tidak menjalani putaran kedua. Namun, ia mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan sesi pada upaya terakhir, sehingga performanya tetap berakhir di posisi ketiga.

Selain itu, Norris menghadapi konsekuensi lebih jauh: ia mendapat penalti grid 10 tempat karena melampaui jatah komponen mesin. Dengan demikian, meski mencetak waktu yang menjanjikan, ia harus memulai lomba dari posisi 13.

Terkait kualifikasi, Norris berkata: “We haven’t changed anything, we are just a little quicker here,” dan menambahkan, “It’s a shame we are not starting here but there is plenty of opportunity, it is a long race and it’s good for overtaking, hopefully we can put on a good show tomorrow.”

Ferrari dan barisan tengah: Leclerc gagal mempertahankan kecepatan

Charles Leclerc sempat berada dalam posisi yang terlihat kuat pada fase awal kualifikasi. Ia tercatat sebagai yang tercepat kedua setelah putaran pertama, hanya terpaut 0,053 detik dari Antonelli. Namun, Ferrari tidak mampu menjaga ritme pada percobaan berikutnya, dan baik Leclerc maupun Lewis Hamilton tidak mengalami peningkatan ketika giliran putaran penentu.

Leclerc, yang merupakan pemenang pada balapan terakhir di Silverstone, akhirnya menyelesaikan kualifikasi dengan jarak 0,532 detik dari pole. Ia finis di depan Hamilton dengan selisih tipis 0,002 detik.

Sementara itu, Oscar Piastri melengkapi barisan depan tengah bersama McLaren, sedangkan Racing Bulls yang mendapat peningkatan performa pada mobil Arvid Lindblad menampilkan tanda-tanda positif. Kecepatan Lindblad dinilai cukup menonjol karena ia menjadi satu-satunya pembalap yang memiliki cukup komponen untuk mobil kedua—tetap saja, ia hanya tertinggal 0,127 detik dari Piastri.

Hasil sepuluh besar dan kondisi start

Berikut susunan waktu kualifikasi yang menentukan barisan awal: Kimi Antonelli (Mercedes) mencetak 1:44.361. Max Verstappen (Red Bull) berada di posisi kedua dengan selisih +0,317 detik. Lando Norris (McLaren) meraih tempat ketiga (+0,440 detik) dan menjalani penalti grid. George Russell (Mercedes) menyusul di urutan keempat (+0,508 detik). Charles Leclerc (Ferrari) finis kelima (+0,532 detik), disusul Lewis Hamilton (Ferrari) di posisi keenam (+0,534 detik). Oscar Piastri (McLaren) berada di urutan ketujuh (+0,655 detik), Arvid Lindblad (Racing Bulls) kedelapan (+0,782 detik), Gabriel Bortoleto (Audi) kesembilan (+1,267 detik), dan Isack Hadjar (Red Bull) melengkapi sepuluh besar.

Hadjar juga akan memulai dari posisi yang lebih dalam karena penalti grid 30 tempat akibat penggunaan mesin yang melebihi batas, sehingga ia start dari urutan 21. Ia hanya unggul dari Fernando Alonso yang mengalami penalti 20 tempat terkait mesin serupa. Di sisi lain, catatan penalti juga berlaku untuk Norris dan Hadjar, sehingga strategi balapan besok akan sangat bergantung pada kemampuan mereka membaca peluang overtaking di sepanjang lintasan panjang Spa.

Dengan Antonelli memimpin sekaligus mengambil pole di hari yang menentukan, Verstappen membawa eksekusi slipstream yang efektif meski terikat penalti, sementara Russell dan Ferrari perlu mengoptimalkan paket untuk mengejar posisi pada balapan utama. Spa selalu membuka banyak kemungkinan, dan kualifikasi kali ini memperlihatkan bahwa detail kecil—mulai dari pembagian putaran hingga bantuan tow—bisa langsung mengubah peta persaingan.