jurnalistik.co.id – Wings Air membatalkan semua rute penerbangan dari dan ke Bandara Fransiskus Xaverius Seda (Frans Seda) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pembatalan itu terjadi pada Kamis (18/6/2026).
Meski demikian, pengelola bandara menyatakan operasional Bandara Frans Seda tetap berlangsung normal setelah sempat ditutup sementara. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Unit Penyelenggara Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Partahian Panjaitan.
Partahian mengatakan ia tidak mengetahui alasan pihak maskapai membatalkan penerbangan ke bandara tersebut. Ia juga meminta agar alasan pembatalan dikonfirmasi langsung kepada pihak Airlines.
“Bandara normal operasi. Tolong konfirmasi ke Airlines ya (alasan pembatalan),” ujar Partahian saat dihubungi pada Kamis.
Bandara beroperasi normal, rute penerbangan dibatalkan
Dalam informasi yang dihimpun, pembatalan penerbangan tersebut diduga berkaitan dengan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur. Dugaan ini muncul bersamaan dengan kabar aktivitas gunung api pada hari yang sama.
Di sisi lain, Partahian menegaskan bahwa bandara telah kembali beroperasi normal usai penutupan sementara. Dengan kondisi tersebut, pembatalan rute penerbangan tetap menjadi keputusan yang muncul dari pihak maskapai.
Status Gunung Lewotobi Laki-laki level III
Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, menyebut Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi pada Kamis pukul 09.25 Wita. Herman menuturkan bahwa aktivitas tersebut terekam dalam pengamatan seismogram.
Menurut Herman, tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu itu terpantau berada pada sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut.
Herman juga menggambarkan arah dan karakter kolom abu yang terlihat. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, dan condong ke arah utara serta timur laut.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sekitar 45 detik,” ungkap Herman.
Herman menegaskan saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada status level III atau siaga. Penetapan status tersebut menempatkan wilayah terdampak pada kondisi siaga sesuai informasi pengamatan gunung api.
Dengan status gunung api pada level III dan adanya erupsi pada waktu yang sama, pembatalan penerbangan Wings Air dari dan ke Bandara Frans Seda pun menjadi peristiwa yang terjadi beriringan. Namun, alasan operasional detail pembatalan tetap diminta untuk dikonfirmasi langsung kepada pihak Airlines.
Meski Bandara Fransiskus Xaverius Seda sempat mengalami penutupan sementara, pengelola menegaskan operasional kembali berjalan normal setelah masa penutupan tersebut berakhir. Kondisi ini membuat pembatalan rute menjadi keputusan yang tetap ditautkan pada penilaian maskapai.
Herman Yosef Mboro menjelaskan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat mulai pukul 09.25 Wita. Aktivitas itu terpantau melalui seismogram, sehingga kejadian pada pagi hari tersebut berlangsung beriringan dengan waktu pembatalan penerbangan yang diumumkan pada Kamis.
Dalam pengamatan tersebut, kolom abu yang muncul disebut mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Posisi kolom abu juga disebut berada pada ketinggian kira-kira 2.584 meter di atas permukaan laut, dengan arah sebaran yang condong ke utara serta timur laut.
Selain arah sebaran, karakter abu yang terpantau digambarkan berwarna kelabu dan berintensitas tebal. Erupsi juga terekam memiliki amplitudo maksimum 47,3 mm dengan durasi sekitar 45 detik, yang menegaskan adanya aktivitas letusan pada periode pengamatan yang sama.
Penetapan Gunung Lewotobi Laki-laki pada level III membuat wilayah terdampak diposisikan dalam kondisi siaga sesuai informasi pengamatan. Dengan status tersebut dan terjadinya erupsi pada hari yang sama, dugaan keterkaitan dengan pembatalan rute Wings Air pun muncul, meski rincian alasan operasionalnya tetap diminta untuk dikonfirmasi kepada pihak Airlines.












