Teknologi

Kenapa iPhone 9 Tak Pernah Ada: Dari iPhone 8 ke iPhone X

×

Kenapa iPhone 9 Tak Pernah Ada: Dari iPhone 8 ke iPhone X

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Setelah iPhone 8 Langsung iPhone X, iPhone 9 ke Mana?

jurnalistik.co.id – Dalam urutan seri iPhone, ada satu “loncatan angka” yang membuat banyak orang bertanya-tanya. Apple memulai era baru pada 2018, tetapi angka 9 justru tidak pernah muncul di lini produk iPhone.

Pada tahun tersebut, Apple merilis iPhone 8 sebagai pembaruan yang mengikuti urutan penomoran. Namun, bersamaan dengan iPhone 8, perusahaan juga meluncurkan iPhone X yang dapat dibaca sebagai “iPhone Ten” atau “iPhone 10”. Dengan begitu, Apple melewati satu nomor dari iPhone 8 menuju iPhone X.

Sejak saat itu, tidak ada iPhone 9 yang benar-benar dipasarkan. Setelah iPhone X mulai beredar, rumor sempat berhembus bahwa Apple akan merilis iPhone 9 pada 2020, tetapi kabar tersebut tidak terbukti. Alih-alih menghadirkan iPhone 9, Apple justru mengeluarkan seri iPhone SE 2.

Dari tidak adanya iPhone 9 ini, muncul beragam dugaan yang mencoba menjelaskan logika di balik pilihan penamaan dan strategi peluncuran. Penting dicatat, Apple tidak pernah memberikan penjelasan resmi mengenai alasan iPhone 9 tidak dirilis.

Dugaan terkait pola penamaan Windows 9

Salah satu penjelasan yang sering dikaitkan adalah kemiripan dengan kasus Windows 9. Microsoft juga tidak merilis sistem operasi bernomor 9, lalu langsung meluncurkan Windows 10 setelah Windows 7 dan Windows 8.

Pada era itu, alasan Microsoft yang tidak merilis Windows 9 pernah dijelaskan secara implisit melalui kaos yang dikenakan Head of Windows Microsoft, Joe Belfiore. Saat berbicara di konferensi developer Microsoft Build, Belfiore memakai kaos bergambar kode biner yang jika diterjemahkan tertulis “Windows 10, because 7 8 9”.

Di balik pesan tersebut, angka 8 dibaca “eight” yang bunyinya mirip dengan “ate”, bentuk lampau dari “eat” yang berarti “memakan”. Dari permainan kata itu, penjelasan yang muncul adalah bahwa penamaan Windows 10 dipakai karena Windows 8 “memakan” Windows 9.

Strategi pemasaran di balik “lompatan” nama

Selain unsur permainan kata, penamaan Windows 10 juga dinilai sebagai strategi pemasaran untuk menunjukkan lompatan jauh dibanding versi sebelumnya. Dengan cara ini, pengguna yang masih berada di Windows 7 bisa merasa ketinggalan karena di pasar sudah ada Windows 10.

Logika yang sama kemudian diduga ikut memengaruhi cara Apple membingkai iPhone X. Peluncuran iPhone X dipandang sebagai penanda bahwa produk ini menghadirkan loncatan besar dibanding generasi sebelumnya, sehingga nama yang dipakai ikut dibuat terasa sebagai “perubahan signifikan”, bukan sekadar kelanjutan numerik biasa.

Jika dilihat dari konteks produknya, iPhone X memang membawa sejumlah pembaruan penting dibanding seri sebelumnya. iPhone X mengusung desain layar sentuh penuh dan menjadi pembuka era layar berponi pada generasi iPhone berikutnya.

Kenapa tidak diberi nama iPhone 10?

Dugaan lain yang berkembang adalah alasan psikologis terkait posisi iPhone 8 di pasar. iPhone X tidak dipilih sebagai nama “iPhone 10” untuk mencegah perasaan “tertinggal” pada pengguna yang membeli iPhone 8, karena adanya perangkat yang jelas berlabel angka 10 di kemudian hari bisa memberi kesan bahwa pilihan lama berada pada level yang lebih rendah.

Dengan tidak memakai nama iPhone 10, Apple dinilai berupaya menjaga kenyamanan pengguna iPhone 8. Dalam kerangka itu, iPhone X dapat dipahami sebagai edisi dengan karakter tersendiri, bukan sekadar perangkat yang menandai urutan naik biasa dari iPhone 8 ke iPhone 10.

Dalam tradisi penamaan produk Apple, simbol X juga sering dipakai pada lini yang dianggap membawa perubahan atau diferensiasi. Contohnya, Mac OS X diposisikan sebagai suksesor Mac OS 9 pada tahun 2000, lalu OS X El Capitan yang dirilis pada 2015. Nama serupa juga terlihat pada perangkat lunak Final Cut Pro X.

iPhone X sebagai perayaan 10 tahun iPhone

Masih ada satu dugaan lain yang menguatkan gagasan bahwa iPhone X juga dipilih untuk menandai momentum penting. Kehadiran iPhone X disebut-sebut dapat dibaca sebagai perayaan 10 tahun kehadiran iPhone.

Dalam penjelasan ini, iPhone X tidak hanya menjadi penerus dari lini sebelumnya, tetapi juga penguat pesan bahwa perangkat tersebut merupakan iPhone yang spesial. Penomoran yang tidak mengikuti angka 9 justru dianggap selaras dengan upaya membedakan iPhone X sebagai bab yang terasa baru dan berbeda dari generasi sebelumnya.

Pada akhirnya, ketiadaan iPhone 9 tetap menjadi bagian dari cerita strategi Apple: bukan soal keputusan yang diumumkan secara langsung, melainkan pola penamaan yang dibaca melalui konteks peluncuran, permainan kata, serta tujuan pemasaran. Sementara rumor tentang iPhone 9 pada 2020 tidak terbukti, iPhone SE 2 yang hadir kemudian menunjukkan bahwa Apple memilih arah lain—tetap menjaga agar fokus publisitas jatuh pada produk yang dianggap paling relevan di masanya.