Teknologi

Harga iPhone di Jepang Melonjak 11% oleh Apple, Tak Terkait Krisis Memori

×

Harga iPhone di Jepang Melonjak 11% oleh Apple, Tak Terkait Krisis Memori

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Apple Naikkan Harga iPhone di Jepang, Bukan Karena Krisis Memori

jurnalistik.co.id – Apple mengumumkan kenaikan harga sejumlah model iPhone di Jepang hingga 11 persen. Penyesuaian ini mencakup seri iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17e, hingga iPhone 16e.

Dalam laporan yang dikutip dari 9to5Mac dan merujuk pada pantauan situs iPhoneros, Apple tidak merinci alasan di balik perubahan harga tersebut. Namun, penyesuaian ini disebut tidak berkaitan langsung dengan isu “krisis memori” yang belakangan sempat ramai diperbincangkan.

Alih-alih membahas faktor internal terkait komponen memori, sorotan justru tertuju pada kondisi nilai tukar. Pelemahan yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) disebut menjadi alasan yang paling mungkin memengaruhi harga jual perangkat saat dikonversi ke mata uang lain.

Menurut data LSEG, kurs yen sempat melemah hingga 162,83 yen per dolar AS pada Selasa (30/6/2026). Pelemahan tersebut dinilai berpotensi menekan nilai penjualan Apple di Jepang ketika dihitung dalam dolar.

Meski demikian, Apple juga disebut menghadapi kenaikan biaya komponen. Pada bulan sebelumnya, perusahaan telah menaikkan harga beberapa produk lain, termasuk iPad dan komputer Mac.

Untuk iPhone Air, model dengan penyimpanan 256 GB menjadi salah satu yang mengalami kenaikan terbesar. Di Jepang, harganya naik 11 persen dari 159.800 yen (sekitar Rp 17.653.266) menjadi 177.800 yen (sekitar Rp 19.641.744), atau bertambah 18.000 yen (sekitar Rp 1,9 juta).

Pada jajaran iPhone 17 Pro Max, varian penyimpanan 256 GB naik 10 persen. Harga semula 194.800 yen (sekitar Rp 21.519.751) bertambah menjadi 214.800 yen (sekitar Rp 23.729.171).

Untuk iPhone 17 Pro dengan storage 256 GB, kenaikan tercatat 8 persen. Dari 179.800 yen (sekitar Rp 19.862.686), harga model tersebut kemudian menjadi 194.800 yen (sekitar Rp 21.519.751).

Berikutnya, iPhone 17 varian 256 GB mengalami kenaikan 10 persen. Model ini kini dibanderol seharga 142.800 yen (sekitar Rp 15.775.259), naik dari harga sebelumnya 129.800 yen (sekitar Rp 14.339.136).

iPhone 17e dengan penyimpanan 256 GB juga ikut naik. Di Jepang, perangkat tersebut kini dijual 107.800 yen (sekitar Rp 11.908.774), meningkat dari harga lama 99.800 yen (sekitar Rp 11.025.006) atau naik sekitar 8 persen.

Selain seri iPhone 17 dan iPhone Air, Apple turut menaikkan harga iPhone 16 untuk varian storage 128 GB. Harga awalnya 114.800 yen (sekitar Rp 12.682.071) naik menjadi 124.800 yen (sekitar Rp 13.786.781).

Secara keseluruhan, penyesuaian harga di Jepang tersebut terlihat mengikuti pola kenaikan yang berbeda-beda antarvarian, dengan rentang persentase yang dilaporkan mencapai 11 persen pada iPhone Air 256 GB. Perubahan angka juga menunjukkan perbedaan besaran kenaikan absolut, tergantung model dan kapasitas penyimpanan.

Selain faktor nilai tukar, laporan juga menyinggung bahwa Apple telah lebih dulu melakukan penyesuaian harga di pasar lain. Sebelumnya, Apple menaikkan harga iPhone di Indonesia pada awal Juli.

Hampir semua model yang disebut mencakup iPhone 15 series, iPhone 16 series, iPhone Air, hingga iPhone 17 series kini dibanderol lebih tinggi dibanding akhir Juni. Bahkan, disebutkan ada sejumlah model yang harganya lebih mahal daripada saat rilis.

Kenaikan tersebut dilaporkan bervariasi, bergantung pada varian kapasitas penyimpanan (storage). Sebagai contoh, iPhone 16e 128 GB kini dibanderol Rp 12.749.000, lebih mahal dibanding harga akhir Juni 2026 yang tercatat Rp 10.749.000.

Dengan berbagai penyesuaian harga yang terjadi di beberapa pasar, langkah berikutnya diperkirakan akan memberi gambaran lebih rinci kepada publik. Apple dijadwalkan menggelar konferensi laporan keuangan fiskal kuartal ketiga (Q3) pada 30 Juli.

Dalam kesempatan tersebut, perusahaan diperkirakan akan memberikan penjelasan lebih mengenai kondisi penetapan harga produk. Rangkaian kenaikan di Jepang dan Indonesia pun menjadi konteks yang menonjol dalam pembahasan proyeksi serta strategi perusahaan ke depan.