jurnalistik.co.id – Hongchi Xiao, terapis alternatif berusia 63 tahun asal California, diketahui telah dibebaskan dari penjara setelah menjalani sekitar 18 bulan dari vonis 10 tahun terkait kematian Danielle Carr-Gomm di Wiltshire. Pembebasan itu muncul setelah kasusnya dibahas dalam persidangan Court of Appeal, di mana permohonan untuk menggugurkan keyakinannya berakhir dengan keputusan ditolak.
Dalam putusan yang menjadi dasar hukuman, Xiao dinyatakan bersalah karena menyebabkan kematian secara manslaughter dengan kelalaian berat (gross negligence). Carr-Gomm, yang berusia 71 tahun, meninggal pada 2016 saat mengikuti kegiatan terapi yang dipimpin Xiao di Wiltshire.
Peristiwa yang disidangkan terkait kegiatan workshop yang mendorong peserta untuk saling menampar atau menampar diri sendiri berulang kali. Carr-Gomm diketahui memiliki diabetes, dan kondisinya memburuk setelah mengikuti rangkaian aktivitas tersebut.
Kembali ke AS dan status tahanan
Pada sidang Jumat, saat permohonan banding diajukan dan pada akhirnya ditolak, terungkap bahwa Xiao telah dipulangkan ke Amerika Serikat. Menurut informasi yang disampaikan dalam persidangan, ia diyakini tidak lagi berada dalam tahanan di AS.
Lord Justice Dingemans dalam penilaiannya menjelaskan bahwa tampaknya Xiao dikembalikan ke AS pada 2 Juli melalui Facilitated Return Scheme sebagai narapidana warga negara asing, sekaligus melalui Early Release Scheme. Namun, hakim juga mencatat adanya informasi lain yang menyebut Xiao dideportasi pada 30 Juni 2026, sehingga kesimpulan akhirnya: “It seems that Mr Xiao is not in custody in the USA.”
BBC melaporkan telah menghubungi Ministry of Justice untuk komentar, tetapi tidak ada keterangan resmi tambahan yang dirinci di tengah sidang.
Sidang, argumen hukum, dan penolakan banding
Dalam proses banding tersebut, tim kuasa hukum Xiao menegaskan bahwa sebuah waiver yang ditandatangani Carr-Gomm serta peserta lain dinilai tidak dijelaskan secara tepat kepada juri. Waiver itu menyatakan bahwa terapis tidak bertanggung jawab atas cedera atau penyakit yang timbul akibat aktivitas. Para pengacara juga berpendapat ada kekeliruan arahan kepada juri terkait bukti dari salah satu peserta lainnya.
Menanggapi itu, Lord Justice Dingemans bersama Mr Justice Murray dan Judge Andrew Lees menyatakan bahwa hakim sebelumnya “was entitled to set out the evidence as he understood it.” Ia menilai, komentar hakim tentang waiver tidak membuat persidangan tidak adil atau putusan menjadi tidak aman secara hukum.
Dalam pertimbangannya, Lord Justice Dingemans menegaskan, “we do not consider that the judge’s comments about the waiver rendered the trial unfair or the verdict unsafe.” Alasannya, menurut pengadilan, hakim hanya menunjukkan bahwa waiver tidak menggambarkan kenyataan hubungan antara Carr-Gomm dan Xiao.
Berita Terkait
Majelis juga menyatakan bahwa hakim sempat keliru mengarahkan juri mengenai apakah waiver bersifat potensial “decisive” dalam perkara perdata, padahal konteksnya pidana. Namun, pengadilan menilai arahan hukum yang benar justru berpotensi menimbulkan kesulitan lebih besar bagi Xiao, karena akan menegaskan bahwa ia berupaya bersandar pada waiver yang tidak memiliki efek hukum.
Pada akhirnya, banding terhadap vonis dinyatakan ditolak: “For the detailed reasons set out above, we dismiss the appeal against conviction.”
Fakta yang terungkap saat persidangan di Winchester Crown Court
Persidangan di Winchester Crown Court mendengar bahwa Carr-Gomm didiagnosis dengan type 1 diabetes pada 1999. Pada hari-hari terakhir setelah ikut workshop, ia disebut “howling in pain” dan “frothing at the mouth” ketika kondisinya menjadi sangat serius sebelum meninggal pada hari keempat kegiatan.
Juri juga diberi penjelasan bahwa Carr-Gomm mencari alternatif dari obat insulin karena memilih pola makan vegetarian dan karena rasa takut terhadap jarum. Di persidangan, pengadilan mendengar bahwa Carr-Gomm sebelumnya telah memberikan testimoni mengenai Xiao, menyebutnya sebagai “messenger sent by God” dan mengungkap bahwa ia “starting a revolution to put the power back in the hands of the people to cure themselves and to change the whole system of health care”.
Carr-Gomm bergabung dengan Paida Lajin workshop pada Oktober 2016—kegiatan yang bermakna “slap and stretch”—setelah beberapa bulan lebih dulu hadir di workshop serupa di Bulgaria. Dari pengalaman di Bulgaria itulah, ia dikatakan menghentikan insulin, menjadi sakit dengan tingkat serius, lalu pulih kembali sebelum kemudian mengikuti kegiatan lanjutan di Wiltshire.
Pada sidang juga disampaikan bahwa Xiao mengatakan “well done” kepada Carr-Gomm setelah ia menceritakan kepada peserta bahwa ia berhenti mengambil insulin selama retret berdurasi seminggu. Tak lama setelah itu, Carr-Gomm kembali jatuh sakit secara serius.
Proses penegakan hukum dan konteks luar pengadilan
Menurut pemberitaan, Xiao diekstradisi dari Australia untuk diadili terkait kematian Carr-Gomm. Sebelumnya, ia juga pernah diproses di Australia setelah seorang anak laki-laki berusia enam tahun meninggal. Kasus itu terkait keputusan orang tua yang menghentikan pengobatan insulin anak setelah menghadiri workshop Xiao di Sydney.
Pemberitaan juga menyinggung kebijakan yang sedang berlangsung di Inggris. Disebutkan bahwa pada hari Rabu diumumkan Perdana Menteri baru Andy Burnham menunda skema yang akan membuka kemungkinan ribuan narapidana di Inggris dan Wales untuk dilepaskan lebih cepat dari jadwal.
Dengan demikian, keputusan Court of Appeal yang menolak upaya Xiao tidak hanya menyentuh aspek arahan hukum selama persidangan, tetapi juga berujung pada informasi bahwa terapis tersebut pada akhirnya telah kembali ke AS dan diyakini tidak lagi berada dalam tahanan.






