jurnalistik.co.id – Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Kompleks Pasar Biawu, Kelurahan Biawu, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, pada Rabu (26/8/2026) siang. Insiden berlangsung sekitar pukul 13.50 WITA dan menghanguskan empat unit rumah warga.
Dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka ringan. Polda Gorontalo menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa akibat kebakaran.
Kronologi awal kebakaran
Api diduga bermula dari dapur salah satu rumah. Seorang pekerja rumah tangga berinisial LU (46) disebut lupa mematikan kompor gas setelah memasak kerupuk.
Setelah api muncul, kobaran api dinilai cepat membesar. Api kemudian merambat ke bangunan di sekitarnya, sementara kondisi permukiman yang rapat membuat potensi penyebaran menjadi semakin besar.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian. Upaya penanganan dilakukan secara cepat karena situasi di area permukiman dinilai rawan meluas bila api terlambat dikendalikan.
Personel dan upaya pemadaman
Sebanyak 12 personel Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo ikut dikerahkan ke lokasi. Tim kemudian bergabung dalam penanganan bersama sejumlah unsur lain yang berada di lapangan.
Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., menyampaikan bahwa personelnya tiba sekitar pukul 14.40 WITA dan langsung terhubung dengan tim gabungan. Ia menjelaskan bahwa medan jalan sempit serta kepadatan warga menjadi kendala saat proses evakuasi dan pemadaman berlangsung.
Satrya juga menyebutkan, “Medan jalan sempit dan dipadati warga menjadi kendala. Namun berkat sinergitas tim gabungan, api berhasil dipadamkan pukul 15.55 WITA dan tidak merambat ke rumah warga lainnya,” kata Satrya.
Berita Terkait
Dalam penanganan di lokasi, tim gabungan yang terlibat meliputi Damkar Provinsi Gorontalo, Damkar Kota Gorontalo, Damkar Bone Bolango, Polresta Gorontalo Kota, Polsek, TNI, PDAM, serta aparat kelurahan. Kolaborasi lintas pihak ini dilakukan untuk mempercepat pengendalian api dan memastikan area terdampak dapat ditangani dengan aman.
Pendinginan hingga tidak ada titik api
Setelah kobaran api berhasil dijinakkan, petugas melanjutkan proses pendinginan. Proses tersebut dilakukan hingga sekitar pukul 16.00 WITA untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Satrya menegaskan pentingnya kewaspadaan terkait kebakaran yang bersumber dari aktivitas rumah tangga. Ia mengingatkan agar masyarakat selalu memeriksa kondisi peralatan sebelum meninggalkan rumah.
Satrya menyampaikan, “Kami imbau masyarakat agar selalu memastikan kompor dan aliran listrik dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah,” pungkasnya.
Dengan pemadaman yang dilakukan hingga selesai serta pengawasan lanjutan berupa pendinginan, pihak terkait berharap kejadian serupa dapat dicegah. Keberhasilan pengendalian api disebut tidak terlepas dari respons cepat warga, koordinasi petugas, dan sinergitas tim gabungan di lokasi kejadian.
Lokasi kebakaran berada di lingkungan padat penduduk, sehingga jarak antarbangunan yang berdekatan membuat proses pengendalian api membutuhkan perhatian ekstra. Selain itu, kepadatan warga di sekitar lokasi turut memengaruhi kelancaran arus petugas saat melakukan pemadaman maupun penanganan awal di lapangan.
Setelah api diketahui membesar, warga dan pihak terkait bergerak cepat dengan melakukan pelaporan ke petugas pemadam kebakaran dan kepolisian. Langkah penanganan yang berlangsung terkoordinasi kemudian membantu tim mencapai pengendalian api pada pertengahan waktu kejadian, sekaligus meminimalkan risiko penjalaran ke rumah lain yang berada di area sekitar.
Dari sisi dampak terhadap korban, laporan yang disampaikan Polda Gorontalo menyebutkan tidak ada korban jiwa. Namun, peristiwa ini juga mengakibatkan dua orang mengalami luka ringan, sehingga penanganan di lokasi diarahkan untuk memastikan kondisi yang terdampak tetap tertangani sesuai kebutuhan.
Sesudah kobaran api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan tahap akhir berupa pendinginan. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rentang waktu hingga sekitar pukul 16.00 WITA sebagai upaya memastikan tidak ada percikan yang dapat memicu api kembali. Imbauan kewaspadaan kemudian ditekankan kembali, khususnya agar masyarakat memeriksa kompor gas dan aliran listrik sebelum meninggalkan rumah.












