jurnalistik.co.id – Seorang imam Katolik tewas dan empat orang lainnya mengalami luka dalam serangan penusukan di sebuah biara di kota Jarosław, wilayah tenggara Polandia.
Pejabat menyatakan insiden itu terjadi pada Kamis, ketika pelaku menyerang di area biara tersebut. Sejauh ini, polisi mengatakan seorang pria berusia 31 tahun berkewarganegaraan Ukraina telah ditangkap.
Presiden Polandia Karol Nawrocki menyampaikan bahwa serangan itu “has shaken us all and demands a firm response from the state”. Pernyataan itu muncul setelah insiden mengguncang komunitas setempat.
Di pihak lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan “we are shocked by this evil”. Ia menekankan bahwa pemerintah Ukraina mengikuti perkembangan kasus tersebut.
Laporan media Polandia menyebut bahwa pelaku terlebih dahulu melukai seorang imam di sebuah kafe yang letaknya berdekatan. Setelah itu, pria tersebut melakukan serangan berikutnya di dalam area biara.
Polisi menyatakan pada Kamis pagi, ada empat pria dan satu perempuan yang menjadi korban penusukan di lingkungan biara. Mereka kini menjalani penanganan setelah serangan terjadi.
Nama imam yang meninggal dunia tidak dipublikasikan oleh otoritas. Menurut keterangan pihak kepolisian, penelusuran mendalam terhadap motif pelaku kini sedang berjalan.
Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwiński menyampaikan bahwa bantuan psikologis diberikan kepada semua pihak yang terdampak oleh insiden tersebut. Langkah ini diambil untuk membantu pemulihan korban dan keluarga.
Berita Terkait
Sementara itu, Perdana Menteri Donald Tusk mengatakan pelaku “will be punished with the full severity of Polish law”. Pernyataan tersebut menegaskan keseriusan pemerintah Polandia dalam menindak pelaku kejahatan.
Selaras dengan itu, Zelensky juga menyatakan “the perpetrator of this evil must bear full responsibility according to the law”. Ia menambahkan bahwa Ukraina menunggu “a quick and thorough investigation of all circumstances”.
Komite penyelidikan juga mempertimbangkan kronologi serangan, termasuk fakta bahwa insiden tidak hanya terjadi di satu lokasi. Polisi berfokus pada rangkaian kejadian sejak pelaku diduga memulai penyerangan di kafe hingga masuk ke area biara.
Kantor perwakilan diplomatik Ukraina di Polandia turut mengecam serangan tersebut. Dalam sebuah pernyataan, mereka menegaskan, “In such difficult moments, it is especially important to support each other, remain steadfast in respect for human life, and not allow pain to escalate into hatred or new violence. Responsibility for a crime must be based solely on the law.”
Kasus ini juga mencuat di tengah perhatian yang lebih luas terhadap sejumlah insiden bernuansa kekerasan yang belakangan dialami warga Polandia maupun warga Ukraina. Banyak dari mereka diketahui telah mengungsi setelah invasi skala penuh Rusia.
Dengan penahanan terhadap tersangka yang telah dilakukan, otoritas kini akan memeriksa motif dan detail prosedur penyerangan. Polisi juga diharapkan memperbarui informasi terkait kondisi korban dan hasil penyelidikan terhadap rangkaian serangan di Jarosław.
Menurut keterangan otoritas, proses penyelidikan tidak berhenti pada penahanan tersangka. Langkah berikutnya berfokus pada penelusuran alasan di balik serangan, sekaligus menilai bagaimana rangkaian peristiwa itu berlangsung dari awal hingga berakhir di lingkungan biara.
Para korban yang disebutkan polisi terdiri dari empat pria dan satu perempuan, yang kini sedang menjalani penanganan setelah insiden terjadi. Otoritas juga menyiapkan dukungan psikologis untuk pihak-pihak yang terdampak, dengan harapan pemulihan bisa berjalan lebih terarah, termasuk bagi keluarga terkait.
Di saat yang sama, pemerintah kedua negara menegaskan pentingnya tanggung jawab hukum penuh bagi pelaku. Respons pejabat Polandia dan Ukraina mencerminkan penekanan pada penyelidikan yang cepat dan menyeluruh, serta kesiapan negara untuk menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa membiarkan kekerasan berubah menjadi kebencian baru.












