Hukum & Kriminal

Diusut Kasus Pembunuhan, Pria 105 Tahun Diduga Tersangkut di Kamp Tawanan Nazi Jerman

×

Diusut Kasus Pembunuhan, Pria 105 Tahun Diduga Tersangkut di Kamp Tawanan Nazi Jerman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 105-year-old investigated over murders at Nazi PoW camp in Germany

jurnalistik.co.id – Kejaksaan Jerman sedang menyelidiki seorang pria berusia 105 tahun terkait dugaan keterlibatan dalam beberapa tindak pembunuhan yang terjadi di kamp tawanan perang Nazi pada masa Perang Dunia II.

Menurut keterangan otoritas, pria tersebut diduga pernah menjadi penjaga kamp di Stalag 326 VI K di Senne, yang berada di wilayah barat laut Jerman.

Perkara ini muncul sebagai kelanjutan dari proses serupa yang sebelumnya juga menyoroti seorang mantan penjaga kamp lain di Senne. Jaksa penuntut umum Dortmund, Sonja Frodermann, menyampaikan informasi itu dalam sebuah pernyataan.

Frodermann mengatakan tersangka pada perkara kedua telah meninggal beberapa bulan lalu saat berusia 99 tahun. Namun, rincian lebih lanjut mengenai kedua mantan penjaga tersebut tidak dipublikasikan.

Meski demikian, kedua kasus tersebut menegaskan tantangan yang dihadapi jaksa dalam mengusut kejahatan era Nazi, terutama karena sebagian besar pelaku potensial telah meninggal.

Di luar proses pengadilan, latar belakang historisnya menunjukkan skala penderitaan yang dialami para tawanan perang. Lebih dari 5,3 juta prajurit dari Angkatan Darat Merah Soviet ditahan oleh Jerman selama Perang Dunia II, dan sekitar separuh diyakini tidak selamat.

Banyak korban yang kembali ke kampung halaman juga diperlakukan sebagai pengkhianat. Dalam situasi tersebut, kamp tawanan perang di Senne digambarkan sebagai salah satu yang paling besar.

Menurut situs peringatan yang disebut dalam laporan, satu dari tiga tawanan perang Soviet yang masuk ke wilayah Jerman pada periode 1941 hingga 1945 pernah melewati kompleks Senne. Pada akhirnya, sebagian besar dari mereka menjalani kerja paksa di wilayah yang lebih luas.

Catatan mengenai kehidupan di Stalag juga menampilkan kondisi yang sangat buruk. Para tawanan menghadapi perlakuan kejam dan kekurangan gizi yang parah.

Untuk kelompok tawanan perang Soviet yang tercatat di sana, jumlahnya disebut berada pada rentang 180.000 hingga 200.000 orang. Di antara mereka, banyak yang meninggal, dan puluhan ribu dimakamkan di tempat tersebut.

Kompleks Senne tidak hanya menahan tawanan dari Uni Soviet. Tercatat pula tawanan perang dari Prancis, Polandia, Serbia, dan Belgia ditempatkan di wilayah itu.

Fokus dugaan dan dasar hukum

Jaksa menegaskan bahwa penyelidikan terhadap pria berusia 105 tahun masih berjalan. Dugaan yang mengaitkannya dengan beberapa pembunuhan disebut berkaitan dengan aktivitasnya di Stalag 36.

Pada bagian hukum, disebutkan tidak ada batas waktu daluarsa untuk penuntutan kasus pembunuhan maupun keterlibatan sebagai aksesori atas pembunuhan di Jerman sejak tahun 1979. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar penuntutan terhadap kejahatan era Nazi tetap dapat diproses, meski sudah sangat lama.

Namun, upaya menghadirkan pelaku ke meja pengadilan lebih dari delapan dekade setelah perang juga dinilai sarat kesulitan. Salah satu contoh yang disebut adalah adanya penyelidikan terhadap seorang penjaga kamp lain yang juga berusia lebih dari seratus tahun, berasal dari Hemer dan terkait Stalag VI A.

Contoh putusan terdahulu

Untuk menggambarkan kompleksitas dan kerumitan proses hukum, laporan itu menyinggung beberapa perkara yang telah diputus. Empat tahun lalu, seorang penjaga kamp berusia 101 tahun dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena dianggap turut bersalah dalam pembunuhan di Sachsenhausen.

Tokoh tersebut adalah Josef Schütz yang disebut sebagai kriminal Nazi tertua yang pernah dibawa ke proses hukum. Ia tidak menjalani masa penjara karena meninggal pada 2023, saat masih menempuh upaya banding.

Kasus lain yang disebut melibatkan seorang sekretaris kamp konsentrasi pada era Nazi. Ia dinyatakan bersalah pada 2022 karena membantu pembunuhan dan dijatuhi hukuman penjara yang ditangguhkan.

Menurut laporan, perempuan yang juga pernah menjadi bagian dari struktur kamp tersebut meninggal tahun lalu saat berusia 99 tahun.

Dalam aspek kelembagaan, penuntutan perkara kejahatan Nazi ditangani oleh jaksa penuntut umum di kota Dortmund. Tetapi pada tahap awal, perkara-perkara tersebut disebut ditangani terlebih dahulu oleh kantor pusat untuk penyelidikan kejahatan Nazi di Ludwigsburg, yang berada di bagian barat daya Jerman.

Sementara itu, pada pengusutan terhadap pria berusia 105 tahun, proses tetap berlangsung di tengah keterbatasan yang semakin nyata: saksi dan pelaku yang terus berkurang, serta jarak waktu yang panjang dari peristiwa yang dikaji.

Meski begitu, keberlanjutan penyelidikan menunjukkan bahwa penegakan hukum untuk kejahatan era Nazi tetap menjadi prioritas, setidaknya sampai keterangan yang relevan dapat dikumpulkan dan dugaan dapat diuji secara memadai di pengadilan.