Hukum & Kriminal

John Sweeney, pembunuh yang memutilasi korban di kanal, meninggal saat menjalani vonis seumur hidup

×

John Sweeney, pembunuh yang memutilasi korban di kanal, meninggal saat menjalani vonis seumur hidup

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Canal killer John Sweeney, who dismembered victims, dies in jail

jurnalistik.co.id – John Sweeney, terpidana seumur hidup karena pembunuhan berganda yang berujung pada pemutilasian, dilaporkan meninggal dunia di penjara. Ia berusia 69 tahun saat meninggal, setelah menjalani vonis seumur hidup dari putusan tahun 2011.

Sweeney meninggal di HMP Whitemoor, Cambridgeshire, pada 14 Agustus. Penetapan “whole-life order” membuatnya tidak akan dibebaskan dari penjara.

Kasusnya bermula dari dua tindak kekerasan terhadap dua perempuan yang sebelumnya menjadi pasangan. Dalam putusan 2011, Sweeney dinyatakan bersalah atas pembunuhan terhadap Paula Fields dan Melissa Halstead.

Paula Fields, perempuan berusia 31 tahun, dibunuh di London. Sebagian tubuhnya kemudian ditemukan dalam enam tas koper (holdalls) yang mengapung di Regent’s Canal, kawasan Camden, pada Februari 2001.

BBC melaporkan bahwa kepala, tangan, dan kaki Paula Fields tidak pernah ditemukan. Bagian-bagian lain tubuhnya baru bisa diidentifikasi dan ditautkan dalam proses penyelidikan pada saat itu.

Korban kedua adalah Melissa Halstead, 33 tahun, yang berasal dari Amerika Serikat. Ia dibunuh pada tahun 1990, dengan tubuhnya ditemukan dalam sebuah kanal di Rotterdam.

Menurut pemberitaan, jasad Melissa Halstead baru teridentifikasi setelah 18 tahun. Keterlambatan identifikasi itu kemudian menjadi bagian dari rangkaian panjang proses penegakan hukum atas kejahatan tersebut.

Sebelum putusan seumur hidup dijatuhkan, kepolisian juga menelusuri jejak kekerasan lain yang diduga terkait dengan Sweeney. Penyidik menyebut ada kecurigaan bahwa ia membunuh beberapa mantan pasangan lainnya yang selama bertahun-tahun tidak terlihat.

Pada penggeledahan rumah Sweeney di London utara, polisi menemukan ratusan karya berupa lukisan dan puisi yang bermuatan kekerasan. Di antara temuan itu terdapat karya yang menggambarkan kapak yang bernoda darah, serta rujukan pada dirinya sendiri dengan nama “Scalp Hunter”.

Temuan tersebut turut melengkapi gambaran pola kekerasan yang kemudian dibawa ke proses pengadilan. Aparat juga menilai adanya indikasi bahwa Sweeney memiliki keterkaitan dengan sejumlah peristiwa lain, meski tidak semuanya mengarah pada kasus yang sama saat vonis 2011 dijatuhkan.

Selain itu, Sweeney sebelumnya pernah dipenjara karena upaya membunuh Delia Balmer pada serangan kapak di London utara pada tahun 1994. Balmer kemudian menulis memoar tentang pengalamannya, yang kelak diadaptasi menjadi drama televisi ITV berjudul Until I Kill You pada tahun 2024.

Dalam pernyataannya, juru bicara layanan penjara menggambarkan kejahatan-kejahatan Sweeney sebagai “horrific”. Mereka menyampaikan bahwa perhatian tetap ditujukan kepada para korban dan orang-orang yang mereka cintai.

Karena kematian terjadi saat seseorang berada dalam tahanan, Prisons and Probation Ombudsman (PPO) disebut melakukan investigasi. Sebagaimana kematian lain dalam pengawasan lembaga penahanan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan proses dan kondisi yang relevan ditelusuri secara menyeluruh.

Kasus ini dikenal luas karena kombinasi vonis seumur hidup dan karakter kejahatan yang ekstrem. Terutama pada pembunuhan Paula Fields, proses penemuan bukti yang tidak lengkap—termasuk tidak ditemukannya kepala, tangan, dan kaki—menjadi sorotan penting selama penyelidikan.

Sementara itu, pada kasus Melissa Halstead, rentang waktu 18 tahun sebelum identifikasi juga menunjukkan kompleksitas penanganan perkara. Keduanya pada akhirnya berujung pada penetapan “whole-life order” yang membuat Sweeney menjalani sisa hidupnya di balik jeruji.

Kematian Sweeney menutup salah satu fase panjang dari perkara tersebut. Namun investigasi yang tengah berjalan terkait kematian dalam tahanan tetap menjadi bagian dari proses penegakan akuntabilitas atas seluruh tahapan pengawasan.

Kematian John Sweeney di HMP Whitemoor, Cambridgeshire, menegaskan bahwa putusan “whole-life order” yang dijatuhkan pada 2011 dijalani hingga akhir hayat tanpa peluang pelepasan. Usianya 69 tahun ketika meninggal, setelah menjalani masa hukuman untuk kasus yang diputus pengadilan tersebut.

Selama proses penegakan hukum, penyelidikan tidak hanya menumpukan pada dua pembunuhan yang disebutkan dalam putusan 2011, tetapi juga menelusuri rangkaian kekerasan lain yang diduga terkait dengannya. Petugas kepolisian melibatkan temuan-temuan di rumahnya, termasuk karya bertema kekerasan, sebagai bagian dari gambaran yang dibawa ke persidangan.

Karakter perkara ini juga dipengaruhi latar belakang hukuman sebelumnya, termasuk kasus penyerangan kapak terhadap Delia Balmer pada 1994 yang berakhir dengan pidana atas Sweeney. Setelah itu, memoar Balmer lantas diadaptasi menjadi drama televisi ITV berjudul Until I Kill You pada 2024, sehingga perhatian publik terhadap riwayat kejahatannya tetap bertahan.