jurnalistik.co.id – Ofsted menjatuhkan sanksi denda kepada sebuah perusahaan perawatan karena menjalankan panti anak ilegal, dalam perkara yang disebut sebagai âfirst case of its kindâ. Keputusan ini berawal dari kegagalan mendaftarkan tiga rumah yang beroperasi di Kent pada rentang 2022â2025.
Catalyst Care Limited menjadi penyedia âunregistered children’s homesâ pertama yang berhasil diproses secara hukum oleh Ofsted. Dalam persidangan, para direkturnya mengaku bersalah terkait pelanggaran kewajiban registrasi panti anak.
Di Croydon Magistrates’ Court, kedua direktur tersebut mengajukan plea guilty dan dijatuhi denda total sebesar ÂŁ92,400. Ofsted menyatakan perusahaan tersebut mengoperasikan tiga rumah perawatan yang menampung hingga sembilan anak selama periode 2022â2025.
Selama masa operasional itu, ketiga rumah tersebut menerima lebih dari ÂŁ1.7 juta pembayaran dari otoritas setempat. Ofsted menilai praktik tersebut tetap berlangsung meski regulator berulang kali memberi peringatan bahwa para direkturnya melanggar hukum.
Menurut aturan di Inggris, seluruh panti anak wajib terdaftar di Ofsted. Mengelola sebuah rumah tanpa registrasi merupakan tindak pidana, sehingga pelanggaran tersebut membawa konsekuensi hukum bagi pelaku yang menjalankan usaha.
Vonis dan disqualifikasi para direktur
Dua nama yang disebut dalam perkara ini adalah Miriam Ekhator dan Davidson Lynch-Shyllon. Keduanya dijatuhi disqualifikasi dari kegiatan menjalankan atau mengelola, serta dari keterlibatan kepentingan finansial dalam sebuah children’s home.
Selain denda, pengadilan juga memerintahkan pembayaran victim surcharges yang berjumlah total ÂŁ2,960. Perusahaan turut diperintahkan menanggung biaya sebesar ÂŁ17,250.
Hakim Sushil Kumar menyampaikan âgreat concernâ karena terdakwa tidak mendaftarkan rumah-rumah tersebut meski menerima beberapa surat peringatan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengakuan bersalah datang setelah proses yang sebelumnya sudah diberi sinyal risiko pelanggaran.
Di pihak regulator, Daisy Wrigley mengatakan jumlah panti anak ilegal di Inggris tidak diketahui, yang menurutnya âhighlights the importance of registeringâ. Ofsted memandang registrasi sebagai mekanisme penting untuk memastikan pengawasan dan kepatuhan sejak awal.
Ofsted juga menilai bahwa panti anak yang tidak terdaftar berjalan tanpa oversight, sehingga anak yang ditempatkan di sana tidak memperoleh jaminan âsafe or suitable careâ. Dalam pandangan Ofsted, tidak ada cek staf atau kondisi tempat tinggal yang dijamin, sekaligus minim akuntabilitas saat terjadi kegagalan penanganan.
Berita Terkait
- Safine Hamadi dan Owen Cenazandotti divonis bersyarat atas kematian streamer Prancis Raphaël Graven
- Polisi menyebut tersangka pembakaran di Spokane menunggu cuaca panas-kering dan berangin untuk menyalakan api
- Hakim New Mexico Perintahkan Meta Bayar Tambahan $567 Juta dalam Gugatan Keselamatan Anak
Regulator menyebut kekurangan tempat pada pengaturan yang sah telah mendorong munculnya âshadow market of illegal care homesâ. Dalam konteks itu, pengawasan hukum dinilai menjadi pintu untuk menekan praktik yang berkembang di luar kerangka pengendalian.
Ofsted memperkirakan sekitar 900 âillegal children’s homesâ beroperasi di Inggris, meski jumlah pastinya tidak disebutkan. Pada 2024, laporan dari Childrenâs Commissioner for England menemukan bahwa pada setiap waktu tertentu, ratusan anak rentan ditempatkan di rumah yang tidak terdaftar selama rata-rata enam bulan.
Sejumlah dewan menyatakan mereka sering terpaksa beralih ke panti yang tidak terdaftar karena kurangnya rumah terdaftar di lokasi yang tepat. Selain itu, dewan juga mengaku tak semua panti bersedia menerima anak dengan kebutuhan yang sangat kompleks.
âFokus pada anak di depan merekaâ tapi gagal urus dokumen
Musa Raji, mewakili Catalyst Care Limited, menjelaskan bahwa para terdakwa âfocus was on the children in front of them and sadly not on the paperworkâ. Ia juga menyatakan, âthey âmade mistakes, but did not act out of malice or greedâ.â
Dengan kata lain, pihak perusahaan menekankan bahwa kegagalan pendaftaran dipandang sebagai kesalahan administrasi, bukan motif untuk bertindak secara jahat atau mencari keuntungan. Namun, persidangan tetap memandang kewajiban registrasi sebagai syarat hukum yang tidak dapat diabaikan.
Ofsted menegaskan, ketiadaan registrasi berarti anak tidak berada dalam kerangka standar pengawasan yang seharusnya berlaku. Karena itu, tindakan regulator diarahkan untuk memastikan anak mendapatkan perawatan yang aman dan sesuai kebutuhan.
Sir Martyn Oliver, chief inspector Ofsted, menyatakan bahwa penuntutan ini âmarks an important milestone in our efforts to tackle illegal children’s homes and sends a clear message that operating outside the law will have consequencesâ. Ia menambahkan bahwa Ofsted sedang berkonsultasi mengenai usulan untuk âdowngrade local authorities who commission these illegal homesâ.
Sementara itu, Josh MacAlister selaku children and families minister yang memimpin peninjauan terhadap social care, menyebut vonis ini sebagai âwelcome start to our wider crackdownâ. Ia juga menegaskan, âVulnerable children deserve to be safe and properly cared for, and I want to see more action of this kind,â.
Dalam upaya penindakan, Ofsted menyatakan peningkatan pendanaan akan membantu regulator mengidentifikasi dan menyelidiki penyedia yang tidak terdaftar. Regulator juga menyinggung kekuatan baru yang diberikan melalui Childrenâs Wellbeing and Schools Act untuk memungkinkan denda bagi pelanggar.
Dengan demikian, perkara Catalyst Care Limited tidak hanya berakhir pada denda, tetapi juga membawa efek berupa disqualifikasi terhadap para direkturnya. Bagi Ofsted, langkah ini menjadi sinyal bahwa pelanggaran registrasi tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi.












