Hukum & Kriminal

Polisi Menangkap 2 Orang Terkait Dugaan Pembakaran Hotel Grand Burstin di Folkestone

×

Polisi Menangkap 2 Orang Terkait Dugaan Pembakaran Hotel Grand Burstin di Folkestone

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Two arrested over Grand Burstin hotel fire in Folkestone

jurnalistik.co.id – Kebakaran besar yang melanda Grand Burstin Hotel di Folkestone pada Sabtu dini hari berujung pada evakuasi ratusan orang serta penangkapan dua tersangka. Kent Police menyebut insiden itu sedang ditangani sebagai dugaan pembakaran.

Menurut kepolisian, seorang pria berusia 38 tahun dan seorang perempuan berusia 21 tahun ditahan setelah kebakaran di hotel tersebut. Keduanya ditangkap dengan dugaan keterlibatan dalam tindakan pembakaran, sebelum akhirnya dilepaskan sementara penyelidikan masih berjalan.

Detektif yang berada di lokasi mengatakan kedua orang itu diamankan terkait dugaan arson. Proses pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian dan penyebab kebakaran secara lebih menyeluruh.

Kebakaran terjadi di area Marine Parade pada dini hari. Polisi menyebut peristiwa itu dimulai sekitar pukul 01:20 BST, yang memicu respons darurat berskala besar.

Dari total penghuni dan tamu yang berada di bangunan, sekitar 280 orang dievakuasi. Selain evakuasi, Folkestone dan Hythe District Council menyatakan ada 90 orang yang dipindahkan dari Pavilion Court di Marine Terrace karena kekhawatiran terkait keamanan.

Sejumlah penutupan jalan tetap diberlakukan selama proses investigasi berlangsung. Kent Police menyebut penutupan dilakukan untuk mendukung pekerjaan penyelidikan setelah kebakaran.

Layanan pemadam kebakaran mengerahkan kekuatan besar untuk menangani insiden tersebut. Kent Fire and Rescue Service menyampaikan bahwa sekitar 26 unit mobil pemadam dikerahkan, dan kebakaran diduga bermula di ruang bawah tanah (basement) gedung.

Perusahaan pengelola Grand Burstin, Britannia Hotels Group, menyatakan sepenuhnya bekerja sama dengan kepolisian. Mereka juga mengungkap bahwa tim teknisi dan inspektur bangunan telah berada di lokasi untuk melakukan penilaian struktural serta membantu para tamu selama proses penanganan.

Sementara itu, dewan setempat bekerja untuk menyiapkan tempat tinggal alternatif bagi warga terdampak. Langkah ini dilakukan seiring hotel menjalani asesmen lanjutan dan perbaikan bila diperlukan agar bangunan dinyatakan aman.

Untuk mendukung para penghuni selama situasi darurat, pusat layanan kesejahteraan (welfare centre) dibuka pada hari Sabtu. Beberapa usaha di sekitar lokasi, termasuk pub The Harbour Inn, turut membuka pintu bagi mereka yang terdampak.

Ross Honeycombe, yang menginap bersama keluarganya, menjelaskan bahwa mereka terbangun oleh alarm kebakaran sekitar pukul 01:00. Ia mengatakan, “We looked out and there was smoke billowing from the underground car park.” Ia menambahkan, “Later we started hearing explosions.”

Seorang penghuni di Pavilion Court, John Dighton, juga menceritakan pengalamannya. Ia menyatakan sempat “grabbed stuff for a couple of days” dan memilih tinggal di hotel terdekat, sembari menunggu kepastian mengenai kondisi tempat tinggal mereka.

Dari keterangan yang dihimpun, pihak berwenang menyebut kebakaran diperlakukan sebagai peristiwa mencurigakan. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi relevan agar ikut membantu jalannya penyelidikan terhadap kasus ini.

Dalam keterangan saksi, insiden ini mulai terasa ketika alarm kebakaran berbunyi sekitar pukul 01:00, disusul munculnya asap tebal dari area parkir bawah tanah. Beberapa saat kemudian, penghuni melaporkan adanya suara letusan yang kemudian diikuti kepanikan dan upaya evakuasi.

Setelah api berhasil ditangani, fokus bergeser ke penyelidikan. Kepolisian menilai peristiwa itu sebagai kasus yang patut dicurigai dan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menelusuri rangkaian kejadian serta memastikan penyebab kebakaran secara lebih rinci. Penutupan akses di sekitar lokasi juga diterapkan agar proses pengumpulan bukti dapat berjalan dengan tertib.

Dampak kebakaran dirasakan luas di lingkungan sekitar hotel. Sekitar 280 orang penghuni dan tamu harus meninggalkan bangunan pada malam kejadian. Pemerintah daerah menyebut sejumlah warga juga dipindahkan ke Pavilion Court, sementara dewan setempat menyiapkan opsi tempat tinggal sementara menunggu hasil asesmen keselamatan bangunan.

Pihak pengelola menyatakan teknisi dan inspektur bangunan berada di lokasi untuk membantu penilaian struktur dan mendukung para tamu. Untuk memastikan kebutuhan dasar selama situasi darurat terpenuhi, pusat layanan kesejahteraan dibuka pada hari Sabtu, dan beberapa tempat usaha di sekitar area turut menyediakan ruang bantuan bagi pihak terdampak.