Olahraga

Paul Lambert: Celtic tak seharusnya memecat Martin O’Neill

×

Paul Lambert: Celtic tak seharusnya memecat Martin O’Neill

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Martin O'Neill: Celtic can't sack manager, says Lambert

jurnalistik.co.id – Paul Lambert menilai keberangkatan Martin O’Neill dari Celtic tidak akan mengejutkan, namun ia akan merasa “shocked and disappointed” bila manajer itu sampai dipecat.

Menurut Lambert, O’Neill memang sudah berada dalam posisi yang terus diuji. Di saat tim sedang bergulat, ia memilih memanfaatkan jeda internasional untuk menilai kembali kondisi yang ada setelah rangkaian hasil yang kurang memuaskan.

Lambert menyebut O’Neill akan melakukan refleksi menyeluruh. “I will reflect on the games,” kata O’Neill, merujuk pada keputusan untuk menimbang jalannya pertandingan-pertandingan yang baru saja dilalui.

Komentar itu muncul menyusul kekalahan beruntun Celtic melawan Rangers. Lambert menempatkan rangkaian tersebut sebagai bagian dari konteks yang lebih besar, karena sebelum itu Celtic juga terjatuh di panggung Eropa.

Dalam periode yang sama, Celtic menelan kekalahan kandang dari Ferencvaros pada Liga Europa. Setelahnya, datang pula kejutan di Liga Champions pada bulan Agustus, ketika Celtic mengalami runtuhnya performa hingga menyerah dengan agregat 4-0 saat melawan LASK.

Di tengah tekanan tersebut, O’Neill tidak menempatkan dirinya di luar kritik. Ia mengingatkan bahwa dirinya pun tidak kebal terhadap penilaian. “I’m not immune from criticism. Absolutely and utterly far from it.”

Ia juga menekankan kebutuhan untuk melihat situasi secara lebih luas, bukan hanya menilai hasil dari satu pertandingan saja. O’Neill berkata, “I think there’s every reason to ask ‘can you turn this round? Can you change the whole thing?’ I have to kind of look at the bigger picture at this minute.”

O’Neill sendiri kembali mengambil peran manajerial secara permanen pada musim panas lalu. Hal itu terjadi setelah dua periode sebagai pelatih interim pada musim sebelumnya yang berujung pada keberhasilan meraih double juara liga dan Piala Skotlandia.

Lambert, yang pernah bermain untuk Celtic pada masa O’Neill, mengaitkan rekam jejak itu dengan kemampuan manajernya. O’Neill tercatat meraih tujuh trofi lagi bersama Celtic pada rentang 2000-05, periode ketika Lambert masih menjadi pemain.

Dalam pandangannya, Lambert menilai Celtic memiliki sosok manajer yang bernilai besar. Ia menyatakan O’Neill sebagai figur terbaik yang membesut Celtic sejak Jock Stein, meski ia juga memahami dinamika sepak bola yang selalu bisa berubah cepat.

Opsi bertahan atau pergi, menurut Lambert

Lambert menegaskan bahwa kepindahan O’Neill tidak akan terjadi secara tiba-tiba tanpa alasan. “It wouldn’t surprise me if he left. I don’t think he needs it.”

Lebih jauh, Lambert memberi batas tegas terkait skenario terburuk. “I’d be shocked and disappointed if Celtic sacked him.”

Ia menilai Celtic seharusnya tidak langsung mengambil keputusan drastis, karena pihak klub telah memberi ruang. Lambert berkata, “I think they give him the option, if that’s what’s on his mind, if he did want to walk away.”

Selain itu, Lambert menyebut O’Neill punya cukup modal kepercayaan. “He’s got enough credit in the bank. It wasn’t that long ago people were shouting for a statue for him, so I don’t think you can go from one extreme to the other.”

Ia lalu menyimpulkan logika yang sama: bila memang O’Neill ingin melangkah pergi, keputusan itu harus datang dari dirinya sendiri. “If he wants to go, then he goes himself.”

Lambert juga mengingat masa ketika Celtic sempat terseok. Menurutnya, O’Neill pernah menstabilkan keadaan dan memutar arah tim saat situasi terlihat sulit. “They were hanging on by a thread and he turned that around,” kata Lambert.

Lambert kemudian memuji dampak tersebut dalam konteks musim lalu. “There was only one person who could rescue Celtic last season and he did that.”

Ia bahkan menyampaikan keyakinannya tentang konsistensi strategi yang dipakai O’Neill. “I’d bet any money that he hasn’t changed anything from how he was then.”

Kritik Lambert pada tanggung jawab individu

Meski mendukung O’Neill secara umum, Lambert tidak menutup mata terhadap masalah di lapangan, terutama ketika Celtic kalah dari Rangers. Ia menyebut ada isu pada performa individu, termasuk pernyataan bek Cameron Carter-Vickers yang menggambarkan cara bermain tim yang “too random” serta “getting a script and sticking to it”.

Lambert menilai tim seharusnya tidak berlindung pada narasi yang menyudutkan pola permainan tanpa melakukan perbaikan langsung. Ia mengatakan kepada BBC Radio Scotland, “The players need to take responsibility.”

Ia menambahkan pengamatannya saat menyaksikan pertandingan dengan nada frustrasi. “I watched the game and dear oh dear…”

Menurut Lambert, cara Carter-Vickers berbicara terlalu berlebihan. “That was cringeworthy, the stuff from Carter-Vickers. I thought ‘hang on, you’re not making a movie’.”

Lambert menegaskan bahwa solusi harus datang dari pemainnya sendiri, bukan dari tuntutan pada manajer. Ia berkata, “Solve the problem yourselves. When something is not going right, you look to rectify it, you don’t look to a manager to say ‘do this or do that’.”

Ia menutup kritik itu dengan penilaian keras tentang ketidaksesuaian komentar dari sosok yang menurutnya seharusnya lebih matang. “I thought that was bang out of order, coming from someone who’s been a decent player for Celtic.”