jurnalistik.co.id – Harapan sebagian peminjam di Inggris agar tarif KPR segera turun buyar. Dalam beberapa hari terakhir, hampir semua pemberi pinjaman utama justru mengumumkan kenaikan biaya untuk kesepakatan KPR baru, sehingga debitur yang harus mencari skema pengganti dianjurkan mengambil langkah lebih cepat.
Para analis masih belum memastikan apakah ini hanya putaran awal atau masih ada kenaikan lain. Namun, pesan yang ditekankan adalah bertindak sekarang, terutama bagi mereka yang dalam waktu dekat akan memasuki periode memilih “deal” baru.
Seseorang yang masa kesepakatan KPR lima tahun akan berakhir dan harus berpindah ke skema berikutnya, menghadapi biaya yang bisa meningkat lebih dari ÂŁ5.000 per tahun pada tarif tipikal jika jumlah pinjaman yang diambil tetap sama.
Beberapa pemberi pinjaman memberi ruang untuk mengunci kesepakatan KPR baru hingga enam bulan sebelum masa skema saat ini berakhir. Dengan pola tersebut, peminjam memiliki kesempatan untuk menukar atau beralih apabila biaya kemudian bergerak lebih rendah sebelum kesepakatan baru mulai berlaku.
Rachel Springall dari layanan informasi keuangan Moneyfacts menegaskan kekhawatiran itu lewat kutipan berikut. “Borrowers expecting mortgage rates to drop in the coming weeks have had their hopes dashed,” dan “It is still essential borrowers do not delay seeking advice to navigate the mortgage maze.”
Springall juga menggarisbawahi pentingnya mendapatkan panduan sebelum keputusan diambil, karena proses menemukan penawaran yang cocok bisa terasa rumit.
Untuk memahami risiko perubahan cicilan, perlu dicatat bahwa pada KPR dengan suku bunga tetap, tarif umumnya tidak berubah selama periode fixed tersebut berlangsung. Periode ini biasanya bertahan dua atau lima tahun, sampai masa kontraknya berakhir dan kemudian diganti dengan kesepakatan baru.
Mayoritas pemilik rumah dan pembeli di Inggris menggunakan model KPR dengan skema fixed seperti ini. Sejak perang Iran dimulai, ketidakpastian ekonomi global ikut mendorong naiknya biaya berbagai kesepakatan, termasuk KPR.
Contoh yang disoroti menunjukkan dampak kenaikan biaya pinjaman. Untuk seseorang dengan kesepakatan dua tahun yang tipikal, dan meminjam £250.000, pembayaran bulanan diperkirakan sekitar £120 lebih tinggi dibanding situasi ketika kesepakatan itu bisa diamankan pada awal Maret—yakni saat US-Israeli strikes dimulai.
Dalam perkembangan yang lebih baru, biaya pinjaman pemerintah Inggris juga disebut meningkat. Kenaikan itu kemudian memberi efek lanjutan terhadap tarif KPR di pasar.
Tekanan tersebut disebut tetap terjaga pada penjualan utang terbaru oleh pemerintah Inggris pada Selasa. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, diperkirakan akan ditanya terkait gejolak pasar obligasi itu ketika ia menjalani pemeriksaan oleh Treasury Committee of MPs pada Selasa kemudian.
Serangkaian kondisi tersebut berujung pada keputusan beberapa pemberi pinjaman besar menaikkan tarif mereka dalam beberapa hari terakhir.
Berita Terkait
Dilema: apakah ini akhir kenaikan atau putaran pertama
Meski kenaikan sudah muncul, sejumlah pihak menilai masih sulit menakar apakah pasar sudah berhenti atau masih akan berlanjut. David Hollingworth dari broker L&C menyampaikan pandangannya: “The difficult bit is knowing whether this is the end or just the first round of increases.”
Pembeli generasi milenial selama ini relatif kesulitan untuk membeli rumah. Namun, arah kebijakan dan pergerakan pasar dapat memberi sinyal perubahan, meski belum ada kepastian bahwa tekanan harga akan mereda dalam waktu dekat.
Aaron Strutt dari broker Trinity Financial berharap kenaikan tarif tidak berulang. Ia mengatakan, “Hopefully this will be the end of the rate rises for a while, but there are certainly no guarantees.”
Strutt juga menekankan bahwa kenaikan harga KPR tidak selalu datang dalam satu lonjakan besar. “Multiple small mortgage price rises add up and ultimately deter people from buying homes.”
Karena itu, peminjam dan calon pembeli kembali didorong untuk mencari nasihat serta menyiapkan rencana lebih awal, bukan menunggu sampai tarif benar-benar berubah.
Data terbaru Bank of England juga disebut menunjukkan bahwa lebih banyak orang mengambil pinjaman dengan uang muka yang lebih kecil. Situasi ini membuat mereka lebih rentan terhadap perubahan tarif.
Porsi KPR yang nilai pinjamannya lebih dari 90% dari nilai rumah mencapai tingkat tertinggi dalam 18 tahun. Dengan kondisi seperti ini, perubahan suku bunga dapat langsung memukul kemampuan pembayaran bulanan.
Langkah-langkah terbaru terkait tarif KPR juga disebut menjadi pukulan tambahan bagi mereka yang sedang keluar dari kesepakatan lima tahun dengan biaya yang jauh lebih murah. Meski demikian, tarif saat ini masih disebut berada beberapa langkah di bawah puncak beberapa tahun terakhir.
Seberapa besar seseorang dapat meminjam dan pada tarif berapa sangat bergantung pada situasi masing-masing, termasuk struktur pinjaman yang dimiliki dan waktu penggantian kesepakatan fixed.
Moneyfacts merangkum kondisi terbaru per Selasa dengan menyebut rata-rata tarif untuk kesepakatan baru. Untuk produk dua tahun, rata-ratanya tercatat 5,65%, sedangkan untuk produk lima tahun rata-rata berada di angka 5,70%.
Dengan tarif yang bergerak naik dan keputusan harus diambil lebih cepat, para peminjam yang mendekati akhir masa kesepakatan mereka kembali diingatkan untuk tidak menunda konsultasi. Bagi banyak orang, jeda waktu enam bulan sebelum masa kontrak berakhir menjadi faktor penting agar opsi yang tersedia masih bisa dipertimbangkan.












