jurnalistik.co.id – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan akan membawa Hyundai Ioniq 3 ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kehadirannya di ajang tahun ini masih berfokus pada tahap perkenalan untuk mengukur respons konsumen di Indonesia.
Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan bahwa perusahaan belum mengambil keputusan untuk memasarkan Ioniq 3 di Tanah Air. Menurutnya, studi pasar menjadi alasan utama keikutsertaan mobil listrik tersebut pada pameran.
“Ioniq 3 tadi saya sampaikan kan bahwa itu special edition . Kita lagi melihat animo masyarakat di Indonesia. Jika bagus, ya kita akan pertimbangkan untuk masuk di Indonesia,” kata Fransiscus di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Jika respons yang diperoleh dinilai positif, HMID membuka kemungkinan untuk menghadirkan Ioniq 3 sebagai bagian dari lini kendaraan listrik Ioniq. Mobil ini disebut akan berperan sebagai pelengkap dari model yang saat ini sudah diisi oleh Ioniq 5 dan Ioniq 6.
Secara global, Hyundai lebih dulu memperkenalkan Ioniq 3 pada April 2026. Model ini digarap sebagai hatchback listrik ringkas yang ditujukan untuk kebutuhan mobilitas harian, terutama di pasar Eropa.
Dalam strategi Hyundai untuk memperluas keluarga Ioniq, Ioniq 3 hadir sebagai pilihan yang lebih compact. Di saat yang sama, mobil ini diarahkan tetap menawarkan efisiensi, serta menyajikan teknologi modern yang menjadi ciri pembaruan produk mereka.
Hyundai menerapkan bahasa desain baru pada Ioniq 3 yang disebut “Aero Hatch”. Bagian depan dibuat rendah dan ramping, lalu garis desain mengalir menuju atap yang lebih lurus sebelum berlanjut ke spoiler belakang.
Hyundai menyebut pendekatan tersebut bukan sekadar tampilan. Secara aerodinamis, bentuk “Aero Hatch” ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, sekaligus memberi ruang kepala yang lebih lega terutama bagi penumpang di baris belakang.
Di sisi arsitektur, Ioniq 3 dibangun menggunakan Electric-Global Modular Platform (E-GMP) dengan arsitektur kelistrikan 400 volt. Untuk kebutuhan penggunaan, mobil ini disediakan dalam dua pilihan baterai.
Varian Standard Range diklaim mampu menempuh jarak hingga 344 kilometer berdasarkan pengujian WLTP. Sementara itu, Long Range ditawarkan dengan jarak tempuh hingga 496 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Berita Terkait
Untuk pengisian ulang cepat, Ioniq 3 mendukung fast charging DC. Hyundai mengklaim pengisian dari 10 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 29 menit.
Selain pengisian cepat, mobil ini juga menyediakan opsi pengisian AC hingga 22 kW. Dengan dukungan dua skema tersebut, Ioniq 3 ditujukan agar lebih fleksibel menyesuaikan beragam kebutuhan pengguna.
Ruang kabin, bagasi, dan kenyamanan
Masuk ke kabin, Ioniq 3 mengusung konsep interior “Furnished Space”. Tata letaknya dirancang menyerupai furnitur untuk menciptakan suasana yang terasa lebih nyaman bagi pengemudi maupun penumpang.
Hyundai menekankan bahwa konfigurasi ini didukung oleh wheelbase yang panjang serta lantai yang rata. Hasilnya, ruang kaki maupun ruang kepala dibuat lebih lapang untuk lima penumpang.
Kapasitas bagasinya mencapai 441 liter, dan masih ada ruang penyimpanan tambahan di bawah lantai. Kombinasi ini memberi ruang yang lebih praktis untuk membawa kebutuhan harian maupun perjalanan.
Untuk aspek kenyamanan, Ioniq 3 dilengkapi kursi dengan fungsi relaksasi. Di saat yang sama tersedia fitur pemanas dan ventilasi, serta panoramic sunroof untuk pengalaman berkendara yang lebih lapang.
Di bagian audio, mobil ini menggunakan sistem audio premium. Hyundai juga menyematkan ambient lighting agar tampilan kabin memiliki karakter yang lebih berlapis dan sesuai suasana.
Infotainment berbasis Android Automotive OS
Dari sisi hiburan, Ioniq 3 memakai sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android Automotive OS. Pilihan layar yang tersedia berukuran 12,9 inci atau 14,6 inci.
Dengan spesifikasi tersebut, HMID menempatkan Ioniq 3 sebagai model listrik ringkas yang menggabungkan efisiensi, kenyamanan kabin, dan ekosistem teknologi modern. Di GIIAS 2026, kehadirannya menjadi “special edition” sebagai langkah awal untuk melihat seberapa besar minat konsumen sebelum rencana pemasaran ditentukan lebih lanjut.












