jurnalistik.co.id – Pemilik motor Suzuki mulai merasakan kenaikan biaya perawatan dalam beberapa bulan terakhir. Adam Novrizal, pemilik Aliz Garage, menilai lonjakan ini terutama datang dari komponen fast moving hingga oli. Menurut Adam, kenaikan harga tidak berhenti dan terus bergerak mengikuti pembaruan harga yang terjadi di pasaran. "(Harga) pasti update terus. Apalagi sekarang oli sudah makin mahal," kata Adam, seperti disampaikan kepada Kompas.com. Di bengkel spesialis motor Suzuki yang beroperasi di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Adam menyebut kenaikan terjadi hampir pada seluruh komponen yang rutin dipakai saat servis berkala. Dampaknya terasa langsung pada kebutuhan anggaran pemilik kendaraan, karena servis umumnya menuntut penggantian komponen yang sifatnya periodik. Adam juga menjelaskan bahwa harga komponen asli (Suzuki Genuine Parts/SGP) mengalami kenaikan dalam rentang tertentu. "SGP (Suzuki Genuine Parts) naik 10 sampai 15 persen. Oli (naik) 15 persen," ujar Adam. Ia menambahkan, selain oli, komponen pengganti yang paling menekan biaya adalah suku cadang yang masih didatangkan langsung. Dalam pandangannya, faktor impor membuat harga komponen tersebut melonjak lebih tinggi dibanding bagian lain yang tidak sepenuhnya bergantung pada alur yang sama. "Apa lagi kalau yang barang-barang Suzuki kan masih banyak yang impor Jepang ya, itu harganya naiknya parah lagi. Lebih gede lagi bisa 20 persen," katanya. Dengan kondisi itu, biaya perawatan motor Suzuki ikut terdorong naik, khususnya bagi pemilik yang mengutamakan komponen orisinal. Bagi sebagian pelanggan, kenaikan biaya perawatan kemudian berpengaruh pada keputusan menjadwalkan servis. Adam mengaku aktivitas bengkel mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya beban pengeluaran pemilik kendaraan. "(Kondisi bengkel sekarang) lumayan sepi ya, pas bensin naik terasa," ujarnya. Adam menilai saat pengeluaran rumah tangga makin ketat, banyak pelanggan lebih memilih menekan biaya perawatan dengan menunda layanan berkala. Ia menyebut sebagian pelanggan mulai menunda perawatan untuk menghemat pengeluaran. "Iya (orang menunda servis), baru tiga bulan belakangan ini," kata Adam. Penundaan ini pada akhirnya membuat pola kunjungan servis tidak lagi mengikuti jadwal rutin seperti sebelumnya. Di tengah perubahan tersebut, Aliz Garage berusaha menjaga agar pelanggan tetap menjalani perawatan berkala. Adam mengatakan mereka harus lebih proaktif agar pengingat servis tidak terlambat sampai pelanggan baru memutuskan ketika kondisinya sudah mendekati kebutuhan penggantian. "Paling kami yang harus proaktif, satu bulan (sebelumnya) kami mengingatkan saja untuk servis," ujarnya. Dengan langkah tersebut, bengkel berupaya membantu pelanggan merencanakan biaya dan tidak sepenuhnya menyerahkan keputusan pada kondisi mendadak. Kenaikan harga komponen dan oli, menurut Adam, menjadi faktor yang berjalan beriringan dengan tekanan biaya lain yang dialami pemilik kendaraan. Kombinasi lonjakan harga suku cadang, terutama yang terkait impor, serta kondisi biaya operasional membuat sebagian orang menunda servis sebagai strategi penghematan. Meski begitu, Adam melihat pentingnya komunikasi dengan pelanggan agar layanan perawatan tetap dilakukan pada waktunya. Upaya pengingat satu bulan sebelumnya menjadi salah satu cara untuk mendorong konsistensi servis, di tengah kecenderungan pelanggan menyesuaikan pengeluaran. Secara keseluruhan, cerita dari Aliz Garage memperlihatkan bahwa kenaikan harga komponen motor Suzuki tidak hanya memengaruhi sisi bengkel, tetapi juga mengubah perilaku konsumen. Saat komponen yang didatangkan dari Jepang ikut terdampak lebih besar, lonjakan biaya perawatan menjadi alasan nyata bagi pemilik untuk menunda servis berkala.
Berita Terkait
Di bengkel spesialis tersebut, Adam menekankan bahwa pembaruan harga yang terjadi di pasar membuat lonjakan biaya terasa berulang setiap periode servis berkala. Akibatnya, pemilik kendaraan yang sebelumnya bisa memperkirakan anggaran perawatan dengan pola yang lebih stabil, kini harus menyesuaikan perhitungan karena harga komponen—mulai dari bagian yang sering diganti sampai oli—ikut bergerak.
Adam juga menjelaskan bahwa ketika pengeluaran rumah tangga makin menekan, sebagian pelanggan cenderung menunggu sampai kebutuhan penggantian semakin dekat, sehingga jadwal servis tidak lagi mengikuti rutinitas sebelumnya. Untuk merespons kecenderungan ini, Aliz Garage memilih langkah pengingat yang lebih awal, agar pelanggan punya waktu menyusun biaya dan keputusan tetap mengarah pada perawatan berkala, bukan semata menunggu kondisi mendadak.











