jurnalistik.co.id – JAKARTA — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memproyeksikan volume penumpang Whoosh tetap tinggi pada Hari Raya Idul Adha 2026/1447 H. Proyeksi itu muncul seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang yang bertepatan dengan momentum hari besar keagamaan tersebut.
Pada keberangkatan Rabu (27/5/2026), arus penumpang Whoosh tercatat masih menunjukkan kenaikan. Kepadatan terlihat pada sejumlah jadwal keberangkatan dari Stasiun Halim menuju Bandung, menandakan minat perjalanan tetap kuat meski periode libur belum mencapai puncaknya.
Berdasarkan data tiket yang telah terjual, tingkat okupansi untuk perjalanan siang hingga malam hari telah mencapai sekitar 50%. Angka ini menggambarkan bahwa kursi yang tersedia pada beberapa jadwal masih terus terisi, terutama pada waktu-waktu keberangkatan yang dinilai lebih diminati penumpang selama libur panjang.
KCIC bahkan memperkirakan total volume penumpang Whoosh pada hari Idul Adha dapat mencapai lebih dari 20 ribu penumpang. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa lonjakan mobilitas tidak hanya terjadi pada satu hari menjelang libur, tetapi berlanjut hingga hari raya tiba.
Sehari sebelumnya, atau pada H-1 Idul Adha yang bertepatan dengan hari terakhir kerja sebelum libur panjang, volume penumpang Whoosh juga tercatat meningkat. Kenaikannya disebut sekitar 25% dibandingkan hari biasa, sehingga memperlihatkan adanya pergeseran perjalanan menuju masa libur yang lebih padat dari kondisi normal.
Hingga perjalanan terakhir pada Selasa (26/5) pukul 22.25 WIB, penjualan tiket mencapai sekitar 22 ribu tiket. Capaian ini memberi gambaran bahwa permintaan perjalanan pada periode long weekend memang berada pada level yang tinggi, terutama ketika masyarakat mulai mengatur waktu pulang kampung, bepergian antarkota, atau memanfaatkan hari libur untuk perjalanan keluarga.
Okupansi Siang hingga Malam
Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menyampaikan bahwa momentum libur panjang hampir selalu diikuti peningkatan mobilitas masyarakat. Karena itu, KCIC mengoperasikan perjalanan tambahan agar penumpang memiliki lebih banyak pilihan jadwal perjalanan, termasuk hingga malam hari.
Pola ini penting untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat yang biasanya tidak merata sepanjang hari. Dengan adanya pilihan jadwal tambahan, penumpang dapat menyesuaikan waktu berangkat sesuai kebutuhan masing-masing, sementara beban kepadatan perjalanan juga bisa tersebar lebih baik di beberapa slot keberangkatan.
Di sisi lain, situasi pada Rabu (27/5/2026) menunjukkan bahwa minat terhadap Whoosh masih terjaga di tengah momentum libur panjang. Meski okupansi siang hingga malam sudah berada di kisaran 50%, KCIC tetap melihat ruang kenaikan permintaan seiring mendekatnya puncak pergerakan penumpang pada Idul Adha.
Data yang dihimpun dari penjualan tiket dan pola keberangkatan itu menegaskan bahwa Whoosh masih menjadi salah satu pilihan transportasi yang ramai pada masa libur. Lonjakan sejak H-1, penjualan yang menembus sekitar 22 ribu tiket hingga Selasa malam, serta proyeksi lebih dari 20 ribu penumpang pada hari Idul Adha menjadi rangkaian indikator bahwa perjalanan cepat antarkota tersebut tetap menarik minat pengguna.
Dalam konteks libur panjang, kondisi seperti ini juga memperlihatkan bagaimana kebutuhan mobilitas masyarakat cenderung meningkat secara bersamaan. Karena itu, penambahan perjalanan menjadi salah satu cara KCIC menjaga ketersediaan layanan agar penumpang tetap punya opsi jadwal, terutama saat permintaan bergerak naik dalam waktu singkat.
Dengan proyeksi yang masih tinggi dan okupansi yang terus bergerak, libur Idul Adha 2026/1447 H tampaknya kembali menjadi periode padat bagi layanan Whoosh. KCIC pun menyiapkan perjalanan tambahan sebagai respons atas tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momentum libur panjang tersebut.











