Bisnis & Ekonomi

Perry Warjiyo Lengser dari Gubernur BI, Rupiah Spot Mulai Turun ke Rp 17.976 per Dolar AS

×

Perry Warjiyo Lengser dari Gubernur BI, Rupiah Spot Mulai Turun ke Rp 17.976 per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Dibuka Melemah ke Level 17.976 per Dollar AS

jurnalistik.co.id – Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah pada awal perdagangan Senin (27/7/2026). Pada pembukaan, rupiah terdepresiasi 13 poin atau 0,07% hingga menyentuh level Rp 17.976 per dolar AS.

Pergerakan itu juga sejalan dengan dinamika mata uang global pada jam-jam awal perdagangan. Indeks dollar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB tengah mengalami pelemahan.

DXY terkoreksi 0,3% dan turun ke level 101,164. Pada saat yang sama, pelemahan ini memberi gambaran bahwa sentimen mata uang bergerak tidak searah dengan rupiah.

Pelemahan kurs rupiah di awal pekan ini terjadi bersamaan dengan sikap Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Pergantian tersebut menjadi perhatian karena membawa fase transisi dalam kepemimpinan otoritas moneter.

Surat pengunduran diri dan penunjukan penjabat sementara

Dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin pagi, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry.

Prasetyo mengatakan, “Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers tersebut.

Ia melanjutkan bahwa, sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, akan menjalankan fungsi gubernur sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Prasetyo menambahkan, “Untuk selanjutnya sesuai UU BI, jabatan Gubernur BI akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior yang selanjutnya akan menjalankan seluruh tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara,” katanya.

Dengan penegasan tersebut, proses penugasan digambarkan berlangsung secara otomatis dan tetap merujuk aturan yang berlaku. Perubahan struktur jabatan itu diposisikan sebagai bagian dari kesinambungan pelaksanaan kewenangan di BI.

BI memastikan tugas pengelolaan kebijakan tetap berjalan

Destry memastikan Bank Indonesia tetap menjalankan seluruh tugas dan kewenangannya. Fokusnya meliputi upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Penekanan pada stabilitas nilai tukar rupiah disampaikan sebagai bagian dari mandat yang harus terus dijalankan. Sementara itu, pemeliharaan stabilitas sistem pembayaran dan penjagaan sistem keuangan ditempatkan untuk menjaga fungsi kelembagaan selama masa transisi.

Dalam penjelasannya, Destry menyinggung bahwa keberlanjutan mandat tersebut diperlukan agar lingkungan ekonomi tetap kondusif. “Yang dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja sesuai dengan amanat Undang-Undang Bank Indonesia,” lanjut Destry.

Pernyataan tersebut merujuk pada tujuan kebijakan yang diarahkan pada pertumbuhan sektor riil. Kalimat itu juga menegaskan orientasi kebijakan yang sejalan dengan penciptaan lapangan kerja sebagaimana amanat yang disebutkan dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Rangkaian pernyataan BI itu membuat mandat pengelolaan kebijakan tidak berhenti hanya karena terjadi penggantian pejabat. Investor tetap akan menunggu perkembangan lanjutan seiring penugasan pejabat sementara dan respons pasar terhadap informasi yang masuk.

Di luar ruang konferensi, pergerakan awal perdagangan menunjukkan bahwa pasar masih merespons data dan sentimen secara bersamaan. Koreksi DXY pada 09.00 WIB sebesar 0,3% hingga 101,164 turut menjadi penanda arah pergerakan valuta.

Dengan demikian, rupiah yang melemah pada pembukaan Senin pagi tercatat dalam konteks dua dinamika sekaligus, yakni pelemahan DXY dan pengunduran diri Perry Warjiyo. Sentimen di pasar valuta bergerak mengikuti perkembangan kabar transisi kepemimpinan di otoritas moneter.

Seiring berjalannya sesi perdagangan, perhatian pasar cenderung tetap mengarah pada penjelasan otoritas moneter dan bagaimana kelanjutan mandat BI dijalankan selama masa transisi. Pergerakan kurs dinilai akan terus mengikuti informasi yang masuk ke pasar.

Dari sisi kebijakan, penugasan yang disampaikan menempatkan stabilitas nilai tukar, sistem pembayaran, serta sistem keuangan sebagai rangkaian tugas yang saling berkaitan. Ini dimaksudkan agar aktivitas ekonomi tetap terjaga dan mendukung sektor riil, termasuk penciptaan lapangan kerja.