Olahraga

Indonesia vs Oman: Tekad Garuda Petik Kemenangan Setelah 38 Tahun

0
×

Indonesia vs Oman: Tekad Garuda Petik Kemenangan Setelah 38 Tahun

Sebarkan artikel ini
Indonesia Vs Oman, Tekad Garuda Petik Kemenangan Setelah 38 Tahun Bola 4 Juni 2026
Ilustrasi: Indonesia Vs Oman, Tekad Garuda Petik Kemenangan Setelah 38 Tahun

jurnalistik.co.id – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan timnya menargetkan kemenangan saat menghadapi Oman. Pertandingan itu menjadi momentum untuk mematahkan catatan panjang ketika Indonesia belum mampu meraih hasil positif melawan Al Ahmar.

Indonesia akan bertemu Oman pada FIFA Matchday Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026), mulai pukul 20.00 WIB. Ini juga menjadi pertemuan pertama skuad Garuda setelah laga terakhir pada Mei 2021 silam.

Pada pertemuan terakhir di Mei 2021, Indonesia takluk 1-3 dalam laga persahabatan yang digelar di The Sevens Stadium, Dubai, Uni Emirat Arab. Kini, Herdman membawa tantangan yang berbeda sekaligus beban sejarah kontra Oman, terutama terkait rentang waktu yang sudah sangat panjang.

Rekor pertemuan yang jadi beban

Dalam enam pertemuan yang pernah tercatat, Indonesia hanya meraih dua kemenangan, sekali imbang, dan tiga kekalahan. Oman sendiri digambarkan sebagai salah satu tim asal Timur Tengah yang cukup sulit untuk ditaklukkan oleh Indonesia.

Kemenangan terakhir Indonesia atas Oman terjadi pada Januari 1988, atau 38 tahun lalu. Saat itu, Garuda meraih kemenangan telak 3-0 di ajang King’s Cup yang berlangsung di Bangkok, Thailand.

Setelah kemenangan tersebut, Indonesia sama sekali belum pernah merasakan kemenangan atas tim berjuluk Al Ahmar. Catatan negatif itu yang menurut Herdman berupaya dipatahkan pada laga mendatang.

Herdman: tim sudah siap, dengan semangat bermain untuk penonton

Herdman menegaskan kesiapan timnya menjelang pertandingan. “Tim sudah siap. Kami sudah menghabiskan lima hari yang baik bersama-sama. Kami baru saja menyelesaikan latihan terakhir kami; ada energi yang baik, suasana hati baik, dan kami bersemangat untuk bermain untuk kalian,” kata pelatih asal Inggris dalam konferensi pers jelang duel di SUGBK, Kamis (4/6/2026).

Ia juga menyebut tantangan utama yang dihadapi timnya. “Kami belum pernah mengalahkan Oman dalam 38 tahun dan itu adalah tantangan bagi kami,” tambah dia.

Juru taktik 50 tahun itu tidak menampik bahwa persiapannya sedikit terganggu. Gangguan tersebut berkaitan dengan adanya sejumlah pemain yang cedera serta keterlambatan bergabung dengan skuad.

Salah satu situasi yang terlihat adalah Marselino Ferdinan yang berada di pinggir lapangan ketika Indonesia menjalani latihan resmi sehari jelang pertandingan. Meski demikian, fokus Herdman tetap diarahkan pada upaya membawa tim meraih kemenangan di laga kandang, serta mengakhiri perjalanan panjang tanpa kemenangan atas Oman.

Pertandingan ini juga dipandang sebagai titik balik bagi Garuda yang sejak pertemuan terakhir pada 2021 belum bisa menorehkan hasil sesuai harapan. Setelah jeda panjang itu, duel melawan Oman hadir dengan tuntutan untuk menunjukkan perkembangan, terutama di laga kandang di SUGBK, Jakarta.

Jika menengok kembali pertemuan di Dubai pada Mei 2021, Indonesia harus menerima kekalahan 1-3 dalam laga persahabatan yang digelar di The Sevens Stadium. Dari situ, laga berikutnya menjadi kesempatan untuk memulihkan catatan dan mengubah narasi pertemuan sebelumnya menjadi pembelajaran.

Secara head to head, dari enam duel yang tercatat, Indonesia meraih dua kemenangan, sekali bermain imbang, serta menelan tiga kekalahan. Catatan itu sekaligus memperlihatkan bahwa Oman bukan lawan yang mudah, karena momentum dan konsistensi menjadi faktor yang menentukan dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

Menjelang laga, John Herdman menegaskan bahwa timnya sudah melalui persiapan yang solid melalui sesi kebersamaan selama lima hari. Ia juga menyoroti suasana latihan yang berjalan baik setelah latihan terakhir selesai, sehingga para pemain tampil dengan energi serta antusiasme untuk menghadirkan penampilan yang memuaskan bagi penonton.

Meski demikian, pelatih asal Inggris tersebut mengakui ada gangguan pada persiapan yang berkaitan dengan pemain cedera dan keterlambatan bergabung ke skuad. Kondisi itu terlihat pada kehadiran Marselino Ferdinan di pinggir lapangan saat latihan resmi sehari menjelang pertandingan, namun fokus diarahkan pada upaya meraih kemenangan dan mengakhiri rentang panjang tanpa hasil positif atas Oman.