jurnalistik.co.id – Infinix kembali memperluas lini ponsel entry-level di Indonesia lewat Hot 70 yang mulai dijual dengan banderol Rp 2 jutaan. Perangkat ini dibawa ke pasar Tanah Air pada Minggu (24/5/2026) dan langsung diposisikan sebagai ponsel terjangkau yang menonjolkan baterai besar, layar dengan refresh rate tinggi, serta sejumlah fitur yang biasanya dicari pengguna di kelas harga menengah bawah.
Salah satu daya tarik utamanya ada pada baterai 6.000 mAh yang disokong pengisian cepat 45 W. Dengan kapasitas sebesar itu, ponsel ini disiapkan untuk penggunaan harian yang panjang tanpa sering mengisi daya. Infinix juga menambahkan reverse charging hingga 10 W, sehingga Hot 70 bisa difungsikan sebagai semacam powerbank untuk perangkat lain ketika dibutuhkan.
Dari sisi tampilan, Infinix Hot 70 membawa layar IPS LCD berukuran 6,78 inci dengan resolusi HD Plus. Panel ini mendukung refresh rate 120 Hz, sebuah angka yang tergolong tinggi untuk kelas entry-level karena banyak ponsel di segmen ini masih bertahan di 60 Hz atau 90 Hz. Secara teori, refresh rate yang lebih tinggi membuat perpindahan layar terasa lebih halus, termasuk saat scrolling, meski hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh panel dan chipset yang digunakan.
Layar tersebut juga memiliki touch sampling rate 240 Hz dan dukungan Always-on-Display. Kombinasi ini membuat pengalaman penggunaan terasa lebih responsif, terutama saat menavigasi antarmuka atau membuka aplikasi secara cepat. Di atas kertas, paket layar yang dibawa Hot 70 cukup agresif untuk ponsel di harga Rp 2 jutaan.
Spesifikasi utama yang dibawa
Secara fisik, Infinix Hot 70 punya dimensi 167,92 mm x 79,12 mm x 7,49 mm dengan bobot 195 gram. Bodinya mengusung desain Dynamic Shine Design, sementara di bagian belakang terdapat modul kamera berbentuk oval memanjang. Di modul itu, Infinix menempatkan kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.85 dan dukungan autofokus, disertai satu kamera sekunder yang spesifikasinya tidak dijelaskan. Di bawahnya juga ada lampu flash untuk membantu pencahayaan saat memotret.
Untuk kebutuhan selfie, ponsel ini dibekali kamera depan 8 MP. Di sektor dapur pacu, Hot 70 ditenagai Mediatek Helio G100 Ultimate dengan delapan inti, terdiri dari 2×2,2 GHz Cortex-A76 dan 6×2,0 GHz Cortex-A55, serta GPU Mali-G57 MC2. Chipset ini dipasangkan dengan RAM LPDDR4X dalam tiga pilihan, yakni 4 GB, 6 GB, dan 8 GB.
Ruang penyimpanan internalnya menggunakan UFS 2.2 dengan opsi 128 GB dan 256 GB. Jika masih kurang, penyimpanan dapat diperluas hingga 2 TB lewat microSD. Di sisi samping perangkat, Infinix juga menyematkan tombol khusus AI berwarna jingga yang dapat dipakai untuk mengaktifkan asisten virtual Folax AI.
Hot 70 menjalankan Android 16 dengan antarmuka XOS 16. Infinix menjanjikan pembaruan software Android hingga 5 tahun serta upgrade XOS sampai 3 kali. Dari sisi ketahanan, perangkat ini mengantongi sertifikasi IP65 untuk perlindungan terhadap debu dan air. Fitur lain yang tersedia mencakup dual SIM dan port USB Type-C.
Ponsel ini hadir dalam enam pilihan warna, yaitu Night Pulse, Dive Blue, Silver Dancer, Green Texture, Quiet Violet, dan Thermo Orange. Dengan pilihan warna yang cukup beragam, Infinix tampaknya ingin menjangkau pengguna yang tidak hanya mencari spesifikasi, tetapi juga tampilan perangkat yang lebih ekspresif.
Untuk harga, Infinix Hot 70 dipasarkan dalam empat varian. Model RAM 4 GB/128 GB dijual Rp 2.199.000, varian RAM 6 GB/128 GB dibanderol Rp 2.699.000, versi RAM 8 GB/128 GB dijual Rp 3.199.000, dan model RAM 6 GB/256 GB dilepas seharga Rp 3.399.000. Perangkat ini mulai bisa dibeli pada 25 Mei 2026 melalui marketplace dan retail rekanan resmi Infinix.







