Bisnis & Ekonomi

InJourney Airports Dorong Transformasi Bandara Soekarno-Hatta, Target Top 10 Dunia 2029 dari Peringkat ke-22

×

InJourney Airports Dorong Transformasi Bandara Soekarno-Hatta, Target Top 10 Dunia 2029 dari Peringkat ke-22

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta, Bidik 10 Besar Dunia pada 2029

jurnalistik.co.id – Pemerintah menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta masuk jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029. Saat ini, bandara terbesar di Indonesia tersebut berada di peringkat ke-22 dunia.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menyampaikan, target itu terkait dengan penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan nasional sekaligus peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global. Menurutnya, arah kerja tersebut diwujudkan lewat percepatan transformasi menyeluruh di bandara.

Transformasi Soekarno-Hatta, lanjut Pahlevi, dijalankan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk InJourney Holding dan Danantara Indonesia. Program transformasi telah berjalan sejak 2024 dengan tiga pilar utama.

Pilar pertama disebut Premises, yang menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur dan fasilitas bandara berorientasi pelayanan. Pilar kedua adalah People, yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penyediaan layanan kelas dunia. Adapun Process berfokus pada operasional bandara yang mengedepankan pengelolaan berbasis ekosistem.

Dalam keterangannya pada Minggu (12/7/2026), Pahlevi merinci capaian transformasi yang sudah terlihat. Ia menegaskan, “Realisasi transformasi secara konkret adalah Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F yang diresmikan oleh Presiden RI pada 2025, lalu dibukanya Terminal 1C pada tahun yang sama usai tuntas direvitalisasi, serta program beautifikasi yang membawa Terminal 3 meraih predikat Bintang 4 Skytrax,” ujar Pahlevi dalam keterangannya Minggu (12/7/2026).

Ia menambahkan, langkah yang sama akan terus berlanjut dengan fokus peningkatan layanan pada tahun berjalan. “Pada 2026, program transformasi berlanjut melalui revitalisasi Terminal 1A untuk pelayanan lebih baik, fasilitas lebih lengkap, serta kapasitas penumpang yang jauh lebih banyak dari saat ini 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun,” tambah Pahlevi.

Di sisi lain, transformasi juga tidak berhenti pada skala bangunan atau infrastruktur. Terminal 3 disebut terus mengalami penyesuaian program beautifikasi pada sejumlah elemen yang berhubungan dengan pengalaman pengguna jasa.

Menurut Pahlevi, pembaruan mencakup kelanjutan beautifikasi fasad tenant area komersial di area keberangkatan. Perbaikan lainnya juga meliputi seating arrangement di boarding gate, interior area check-in, hingga fasilitas umum di area operasional bandara.

Baginya, rangkaian pembaruan tersebut menjadi modal penting untuk mendorong Bandara Soekarno-Hatta menembus jajaran 10 bandara terbaik dunia. Percepatan itu diarahkan melalui peningkatan pengalaman pengguna jasa (airport experience) yang dirancang agar selaras dengan target global.

Penguatan pengalaman bandara

Untuk memperkuat keberhasilan transformasi, Pahlevi menyebut adanya tiga program peningkatan pengguna jasa bandara guna mendukung tercapainya target 10 besar dunia. “Bandara Soekarno-Hatta harus memiliki standar yang lebih tinggi lagi, karena itu kami menjalankan 3 program airport experience yakni Airport Revitalization & Beautification, Airport Transformation, dan Tactical Recommendation Follow Up,” jelas Pahlevi.

Program Airport Revitalization & Beautification diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mempercantik wajah bandara. Fokus utamanya mencakup revitalisasi area check-in di seluruh terminal, penataan ulang boarding gate, serta pembaruan kawasan boarding lounge.

Pada boarding gate, penataan yang dilakukan mencakup desain kursi tunggu yang lebih modern. Sementara itu, pada area lounge, bandara menyiapkan pembaruan yang diharapkan membuat alur layanan terasa lebih rapi dan mudah diikuti.

Selain pembenahan ruang tunggu dan area operasional, program ini juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas publik. Peningkatan tersebut meliputi toilet, ruang menyusui (nursery), serta berbagai area layanan penumpang lainnya.

Dengan pendekatan berlapis—mulai dari Premises, People, hingga Process—InJourney Airports memposisikan transformasi Soekarno-Hatta sebagai proses berkelanjutan. Target 10 besar dunia pada 2029 pun dijalankan lewat kombinasi perubahan fisik, penguatan layanan, serta penyesuaian operasional berbasis ekosistem agar bandara semakin kompetitif di tingkat internasional.