jurnalistik.co.id – IKEA dilaporkan akan menutup dua gerai berformat Plan & Order Point with Pick-up di Amerika Serikat pada 30 Agustus 2026. Langkah penutupan ini tetap dilakukan meski perusahaan menyatakan masih melanjutkan investasi lebih dari 2,2 miliar dollar AS untuk memperluas bisnisnya di Negeri Paman Sam.
Menurut laporan yang dikutip dari TheStreet, penutupan tersebut menjadi bagian dari upaya IKEA membangun layanan yang lebih terjangkau, mudah diakses, dan berorientasi pada keberlanjutan. Namun, perusahaan menegaskan bahwa perubahan lokasi tidak berarti penghentian ekspansi, karena pengembangan layanan lain tetap berjalan.
Dalam keterangannya, IKEA menyebut tetap berinvestasi pada layanan pengiriman ke rumah, fasilitas pengambilan barang, pengalaman belanja daring, serta pengembangan format toko yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain, fokus perusahaan diarahkan pada cara akses layanan yang dinilai lebih praktis bagi konsumen.
“Kami terus menguji, mengeksplorasi, dan mengembangkan cara-cara baru agar pelanggan dapat bertemu dengan IKEA, sembari berinvestasi pada layanan pengiriman ke rumah, layanan pengambilan barang, dan pengalaman belanja online,” ujar perusahaan.
Dua gerai yang akan ditutup berada di South Charlotte, North Carolina, dan Austin Domain, Texas. Setelah penutupan, IKEA hanya akan mengoperasikan satu lokasi di North Carolina, yaitu yang beralamat di 8300 IKEA Blvd., Charlotte.
Sementara itu, di area Austin, perusahaan masih menjalankan beberapa titik layanan lain. Di wilayah tersebut, IKEA disebut memiliki tiga lokasi aktif, yakni toko berformat besar di Round Rock, toko berformat kecil di San Marcos, serta satu Best Buy Plan & Order Point with Pick-up di South Austin.
Berita Terkait
Konsep Plan & Order Point with Pick-up
Berbeda dari toko IKEA konvensional yang menyediakan stok furnitur untuk dibeli langsung, Plan & Order Point with Pick-up bukan gerai ritel untuk transaksi stok harian. Lokasi ini berfungsi sebagai pusat layanan: pelanggan dapat berkonsultasi terkait proyek rumah, membantu merencanakan desain interior, memesan produk, mengatur pengiriman, hingga mengambil pesanan yang dibeli secara daring.
Selain itu, gerai jenis ini tidak memiliki ruang pamer furnitur yang luas, dan tidak menyediakan restoran khas Swedia yang biasanya identik dengan toko IKEA berukuran besar. Format tersebut mulai diperkenalkan pada awal 2023 sebagai bagian strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan serta menyesuaikan pengalaman berbelanja dengan preferensi pelanggan.
Menurut informasi yang disampaikan, ekspansi konsep ini kemudian dipercepat sepanjang 2024. Saat ini, IKEA memiliki sekitar 32 gerai Plan & Order Point with Pick-up yang tersebar di 14 negara bagian, sebagai bagian dari lebih dari 90 lokasi yang dioperasikan di Amerika Serikat.
Meskipun dua gerai akan ditutup, perusahaan menyatakan pengembangan konsep tersebut akan tetap berlanjut. IKEA menyebut gerai terbaru bahkan sudah dibuka di Pleasanton, California, pada Juni 2026, sebagai bukti bahwa format Plan & Order Point with Pick-up masih terus diterapkan untuk menjawab kebutuhan konsumen di berbagai wilayah.
Dengan demikian, penutupan dua lokasi pada 30 Agustus 2026 diposisikan sebagai penyesuaian jaringan, sementara investasi utama diarahkan pada layanan yang melibatkan pengantaran, pengambilan barang, serta pengalaman belanja online. IKEA juga menegaskan bahwa pengujian dan eksplorasi cara baru untuk mendekatkan layanan kepada pelanggan tetap menjadi bagian dari strategi perusahaannya.
Penataan ulang gerai ini turut memperlihatkan bahwa fokus perusahaan tidak hanya terletak pada keberadaan toko fisik, tetapi juga pada bagaimana pelanggan bisa mengakses produk dan layanan IKEA secara lebih efisien. Bagi konsumen di South Charlotte dan Austin Domain, penutupan berarti perubahan ketersediaan titik layanan, sementara mereka masih dapat merujuk pada lokasi lain yang tetap beroperasi di wilayah masing-masing.











