jurnalistik.co.id – Irwasda Polda Gorontalo, Kombes Pol. Sutoyo, S.Ag., S.H., M.M., memimpin apel pagi perdana yang diikuti para Pejabat Utama (PJU), personel, serta ASN Polda Gorontalo pada Senin (13/07/2026).
Dalam arahannya, Irwasda menyampaikan pesan Kapolda Gorontalo agar seluruh personel menyikapi pemberitaan nasional dengan bijak, khususnya yang berkaitan dengan upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Polri.
Irwasda menekankan agar setiap kebijakan dipahami dengan baik dan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga pelaksanaan kewajiban tetap terarah dan sesuai kerangka yang telah ditetapkan.
Ia juga mengingatkan agar personel tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif yang berkembang di ruang publik, karena hal tersebut dapat mengganggu fokus kerja dan mengaburkan arah pelaksanaan tugas.
“Jangan terbawa dalam pusaran isu negatif. Kita dituntut untuk tetap bekerja secara profesional, menjalankan tugas sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Kombes Pol. Sutoyo.
Pesan tersebut disampaikan sebagai penegasan sikap kerja, agar profesionalisme tetap menjadi dasar dalam setiap aktivitas, termasuk saat menghadapi situasi informasi yang beredar di luar konteks pelaksanaan tugas.
Irwasda berharap personel mampu menjaga ketenangan dalam menyikapi isu, sekaligus memastikan tindakan yang diambil tetap berpegang pada ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, pelaksanaan tugas diharapkan tidak melebar pada hal-hal yang tidak relevan, melainkan kembali pada substansi kerja masing-masing satuan dan tanggung jawab yang melekat.
Fokus profesional dan pedoman kebijakan
Selain mengingatkan soal isu negatif, Irwasda juga menggarisbawahi pentingnya menjadikan kebijakan sebagai acuan dalam bekerja.
Menurut penekanan yang disampaikan, pemahaman terhadap kebijakan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam langkah-langkah konkret di setiap kegiatan.
Dalam konteks tersebut, kerja profesional dimaknai sebagai pelaksanaan tugas yang taat aturan dan ketentuan, sehingga kualitas pekerjaan tetap terjaga, serta potensi penyimpangan dapat diminimalkan sejak awal.
Berita Terkait
Irwasda menempatkan ketertiban dan kepatuhan pada pedoman sebagai bagian dari upaya menjaga kinerja organisasi agar berjalan rapi, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan sikap ini juga diharapkan memberi ruang bagi pelaksanaan program yang sejalan dengan tujuan pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik), tanpa terhambat oleh gangguan yang bersumber dari isu eksternal.
Penguatan manajemen risiko dan tata kelola anggaran
Irwasda turut menyoroti penguatan manajemen risiko dalam setiap pelaksanaan kegiatan di lingkungan Polda Gorontalo.
Penekanan itu ditujukan untuk memastikan bahwa setiap aktivitas mengacu pada prinsip manajemen risiko guna meminimalisir potensi kesalahan maupun temuan dalam pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik).
Ia menjelaskan bahwa tata kelola anggaran juga perlu dilengkapi dengan profil risiko sebagai bagian dari upaya mitigasi dan pengendalian internal.
Menurutnya, hal tersebut menjadi perhatian khusus mengingat pada bulan Desember mendatang akan dilaksanakan audit terhadap pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran.
Dengan adanya profil risiko dalam pengelolaan anggaran, diharapkan proses pengendalian internal dapat berjalan lebih terarah, sehingga pengawasan tidak hanya bersifat setelah kejadian, melainkan lebih memperhatikan pencegahan.
Irwasda berharap langkah-langkah yang dilakukan sejak awal mampu menjaga kualitas pelaksanaan program sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan administrasi maupun persoalan dalam implementasi.
Dalam penguatan ini, Irwasda juga menekankan bahwa pengawasan perlu dijalankan secara maksimal di masing-masing satuan kerja.
Ia berharap para Kepala Satuan Kerja (Kasatker) melakukan pengawasan terhadap berbagai potensi risiko yang ada di satuannya, sehingga kesalahan dapat berkurang dan kualitas tata kelola organisasi meningkat.
Lebih jauh, penguatan tata kelola tersebut ditujukan untuk mendorong organisasi yang akuntabel dan transparan, serta memastikan pengelolaan sumber daya berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan.
Dengan apel pagi perdana ini, Irwasda menegaskan agar seluruh unsur yang hadir memahami arah kebijakan dan menjalankan tugas secara profesional, sekaligus memperkuat pengendalian melalui manajemen risiko dan kesiapan menghadapi audit di bulan Desember.












