Internasional

AS Luncurkan Serangan ke Iran Usai Dugaan Serangan Percobaan di Selat Hormuz

×

AS Luncurkan Serangan ke Iran Usai Dugaan Serangan Percobaan di Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US launches strikes on Iran following 'attempted attacks in Strait'

jurnalistik.co.id – Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap sasaran di Iran pada Selasa, menurut pernyataan US Central Command (Centcom). Pernyataan itu menyebut IRGC melakukan “recent attempted attacks” terhadap pengiriman niaga di kawasan Selat Hormuz serta “American service members deployed to the region”.

Centcom mengatakan pasukan AS mulai melancarkan serangan ke target IRGC pada pukul 12:00 ET (16:00 GMT). Langkah ini dipaparkan sebagai respons atas dugaan upaya serangan yang ditujukan pada kapal-kapal dagang maupun personel layanan AS di wilayah tersebut.

“recent attempted attacks” yang dimaksud Centcom dikaitkan dengan situasi keamanan di Selat Hormuz. Dalam kerangka yang sama, Centcom juga menghubungkan tuduhannya dengan keberadaan personel AS yang dikerahkan di kawasan itu.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan pernyataan pejabat keamanan tingkat daerah. Dalam laporan tersebut, deputi gubernur untuk keamanan menyebut ada empat proyektil yang menghantam wilayah Chabahar dan Konarak.

Laporan terkait proyektil tersebut muncul beriringan dengan waktu serangan yang disebut Centcom. Pernyataan Iran itu menegaskan adanya dampak di dua kawasan di pesisir yang berada dalam jangkauan pemberitaan Selat Hormuz.

IRGC, melalui pernyataan yang disiarkan media, menyatakan AS akan menyesal atas serangan baru tersebut. Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump juga mengingatkan bahwa jika Iran membalas, serangan akan terjadi pada “a much harder and higher level”.

Perningatan Trump itu disampaikan dalam konteks eskalasi yang sedang berlangsung. Ia mengaitkan langkah berikutnya dengan respons terhadap rangkaian insiden yang lebih dulu menjadi perhatian Washington dan Teheran.

Trump juga menegaskan bahwa serangan yang dilakukan AS merupakan “large and powerful” dan menyatakannya sebagai balasan atas tindakan Iran. Ia menyebut Iran menembakkan delapan rudal ke sebuah pangkalan militer AS di Yordania, sebelum Washington melancarkan serangan ke Iran.

Selain itu, Trump mengatakan Iran “failed” dalam upaya menambahkan ranjau laut di Selat Hormuz. Pernyataan ini menjadi bagian dari narasi yang disampaikan Trump untuk menjelaskan alasan AS melakukan serangan pada tahapan berikutnya.

Dalam ancaman lanjutan terkait kemungkinan balasan, Trump menyatakan, “It will not be the biggest attack of them all, that is waiting in the wings and, when it is over, there will be very little left of the Islamic Republic of Iran.” Kalimat tersebut mempertegas posisi AS bahwa serangan lanjutan bisa dilakukan apabila ada retaliasi.

Menanggapi perkembangan itu, juru bicara IRGC Hossein Mohebbi mengatakan “severe punishment awaited the US” serta Iran menegaskan bahwa negara tersebut akan “regret the new attacks”. Pernyataan Mohebbi memperlihatkan bahwa IRGC memposisikan langkah AS sebagai pemicu konsekuensi yang lebih berat.

Serangan AS ini juga disebut sebagai kelanjutan rangkaian eskalasi setelah periode jeda. Laporan yang sama menyebut ini terjadi setelah serangan AS pertama yang diketahui terhadap Iran sejak akhir Juli.

Pada awal pekan ini, pasukan AS menyerang dua peluncur roket di Pulau Larak di Selat Hormuz. Peristiwa di Pulau Larak disebut menjadi rujukan penting untuk memahami bahwa serangan Selasa bukan tindakan pertama dalam rangkaian terbaru, melainkan kelanjutan setelah jeda.

Dalam pemberitaan lain, Tasnim—disebut sebagai kantor berita semi-resmi di Iran—melaporkan adanya beberapa ledakan pada Selasa. Tasnim menyatakan ledakan juga terdengar di Pulau Qeshm, selain di Konarak.

Laporan yang sama juga menyebut Bandar Abbas ikut menjadi lokasi yang dilaporkan terdampak. Dengan demikian, wilayah pesisir dan pulau-pulau yang berada dalam kawasan Selat Hormuz menjadi bagian dari rangkaian pemberitaan mengenai dampak peristiwa tersebut.

Di tengah laporan dari pihak Iran, Centcom tetap menempatkan tindakan AS sebagai respons langsung terhadap dugaan serangan percobaan. Pernyataan Centcom menekankan bahwa target yang diserang berkaitan dengan IRGC, termasuk dengan menyebut dimulainya serangan pada jam yang spesifik.

Pendekatan berbasis waktu itu, sebagaimana dipaparkan Centcom, menjadi elemen yang menegaskan adanya perencanaan operasi militer. Pada saat yang sama, tuduhan mengenai “recent attempted attacks” memperlihatkan bahwa Washington mengaitkan serangan dengan upaya gangguan terhadap pengiriman niaga dan personel AS.

Dengan adanya pernyataan Trump dan respons dari IRGC, peristiwa Selasa menegaskan ketegangan yang terus meningkat antara kedua pihak. Baik ancaman Trump maupun peringatan dari Mohebbi sama-sama menempatkan kemungkinan balasan sebagai faktor yang dapat menentukan eskalasi berikutnya.

Dalam narasi yang disampaikan, serangan AS tidak dipisahkan dari klaim bahwa Iran menembakkan delapan rudal ke pangkalan militer AS di Yordania. Washington juga menyebut kegagalan Iran “failed” dalam konteks rencana menambahkan ranjau laut di Selat Hormuz, yang kemudian menjadi bagian dari justifikasi atas langkah lanjutan.

Pada akhirnya, serangan Selasa memperlihatkan bahwa baik Centcom maupun pihak Iran mengirim sinyal tegas melalui pernyataan resmi. IRGC menyatakan AS akan menghadapi penyesalan, sementara AS menegaskan bahwa tindakan mereka didasarkan pada tuduhan serangan percobaan terhadap pelayaran niaga dan personel yang dikerahkan di kawasan Selat Hormuz.