jurnalistik.co.id – Serangan rudal dan drone Rusia semalam mengguncang Kyiv serta wilayah sekitarnya, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 20 orang, termasuk dua anak, menurut keterangan pejabat Ukraina.
Di Kyiv, dampak teror paling terasa di area kerja kereta. Dari total delapan korban jiwa yang tercatat di ibu kota, enam di antaranya adalah pekerja kereta api dari perusahaan milik negara Ukrzaliznytsia setelah sebuah depot terkena serangan.
Akibat serangan tersebut, kebakaran dilaporkan terjadi di tiga distrik di kota. Pemerintah juga menyebut adanya respons penanganan darurat di berbagai titik yang terdampak.
Selain Kyiv, serangan juga merenggut nyawa di wilayah lain. Empat orang dilaporkan tewas di kota Boryspil setelah sebuah bangunan tempat tinggal terkena serangan.
Rusia sebelumnya menyatakan pihaknya melakukan serangan besar dengan senjata presisi tinggi. Dalam keterangannya, militer Rusia menyebut serangan sebagai “massive strike using high-precision weapons” yang menargetkan fasilitas “military-industrial and fuel-energy” milik Ukraina.
Di sisi lain, Ukraina mengatakan serangan kepada infrastruktur tertentu merupakan bagian dari upaya Rusia membiayai perangnya. Terkait sasaran di Rusia, Ukraina juga menegaskan bahwa lokasi seperti Ust-Luga—yang menangani jutaan ton produk minyak setiap tahunnya—dipandang sebagai target yang sah karena turut mendukung pendanaan upaya militer Moskow.
Lebih jauh, keterangan dari pihak berwenang Rusia menyebut ada korban jiwa akibat serangan Ukraina di kawasan Belgorod bagian barat. Pelaksana gubernur Aleksandr Shuvaev menyatakan seorang orang tewas di wilayah Belgorod setelah serangan dari Ukraina.
Rangkaian serangan drone juga disebut mengenai pelabuhan besar di Laut Baltik. Aleksandr Drozdenko, gubernur wilayah Leningrad, mengatakan sebuah serangan drone menghantam pelabuhan Ust-Luga dan memicu kebakaran.
Berita Terkait
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pada Selasa pagi bahwa sekitar 350 petugas penyelamat bekerja sepanjang malam di Kyiv dan wilayah sekitarnya setelah serangan terbaru. Dalam unggahan di media sosial, Zelensky mengatakan Rusia menembakkan “a significant number of jet drones and ballistic missiles”.
Serangan ini menandai hari keenam serangkaian serangan drone dan rudal Rusia yang berkelanjutan terhadap Kyiv. Pola tersebut dinilai berkaitan dengan strategi untuk menguras pertahanan udara Ukraina dan melemahkan semangat warga sipil.
Sementara itu, militer Rusia telah memperingatkan bahwa pasukannya bersiap melancarkan serangan “massive” terhadap fasilitas energi Ukraina. Pada beberapa hari terakhir, Kyiv juga menjadi target gelombang serangan drone dan rudal selama lima hari berturut-turut siang dan malam.
Zelensky menambahkan bahwa delapan wilayah lain di Ukraina juga menjadi sasaran. Ia juga menyebut adanya korban dari seorang warga negara India. Belakangan, Menteri Dalam Negeri Ivan Vyhivsky mengatakan pria India tersebut—yang berulang tahun ke-26 pada Selasa—tewas di Boryspil.
Insiden semalam terjadi setelah serangan sebelumnya pada Jumat lalu. Saat itu, 38 orang dilaporkan tewas akibat serangan Rusia terhadap sebuah depot senjata di wilayah Kyiv, yang menyebabkan amunisi, ranjau, dan drone meledak.
Serangan terbaru ini juga datang di tengah situasi diplomatik yang sedang berlangsung. Pada Senin, Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang. Modi menyampaikan bahwa setiap hari konflik membuat kemanusiaan mengalami kemunduran, sementara perekonomian India disebut sangat bergantung pada minyak dari Moskow dengan harga diskon.
Sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada Februari 2022, konflik di Ukraina terus berlangsung dengan intensitas serangan yang berbeda-beda. Pada kesempatan ini, serangan rudal dan drone kembali menempatkan Kyiv serta sejumlah wilayah sekitar sebagai sasaran utama, dengan korban yang melibatkan pekerja kereta api dan keluarga di permukiman.
Hingga kini, proses penanganan darurat masih berjalan, termasuk upaya pemadaman kebakaran dan penanganan korban di distrik-distrik yang dilaporkan terdampak. Pemerintah Ukraina terus memantau dampak serangan dan kebutuhan bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami cedera.












