Internasional

Rosenberg: Putin sengaja mengaburkan ancaman ke Inggris dalam kampanye Rusia melawan Barat

×

Rosenberg: Putin sengaja mengaburkan ancaman ke Inggris dalam kampanye Rusia melawan Barat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Rosenberg: Putin's veiled threat to UK part of Russia's campaign against West

jurnalistik.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab dengan satu kalimat singkat saat ditanya dalam konferensi pers apakah Moskow mungkin menyerang fasilitas militer di Inggris, sebagai respons atas pasokan senjata Inggris ke Ukraina. Di Bishkek, Kyrgyzstan, Putin memilih jawaban yang tidak membuka “ya” maupun “tidak”.

Ketika pertanyaan itu diajukan, Putin mengatakan: “That’s a secret. A military secret.” Menurutnya, jawaban tersebut juga tidak bisa dibaca sebagai persetujuan maupun penolakan. Ia menambahkan, “Military secret is not a ‘yes’. And not a ‘no’.”

Steve Rosenberg menilai dua kata yang dipilih Putin itu justru meninggalkan ruang ketidakpastian, sehingga Inggris terus berada dalam kondisi menebak-niat Moskow. Ia menyebut situasi tersebut seperti tekanan psikologis dari Kremlin agar London tetap tegang atas maksud Rusia.

Rosenberg juga mengaitkannya dengan gaya bahasa yang sudah pernah muncul di media Rusia. Ia menyinggung sebuah artikel koran Moskovsky Komsomolets yang menyebut Perdana Menteri Inggris Andy Burnham seharusnya tidak hanya melihat Rusia di mimpi, tetapi “but in his nightmares”.

Meski demikian, Rosenberg menegaskan tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa rudal Rusia “segera” akan digunakan terhadap target di Inggris. Namun, ia menunjuk pola yang sedang terjadi di Eropa untuk menjelaskan mengapa peringatan terselubung itu tetap mengkhawatirkan.

Contohnya, Jerman menyatakan Rusia bertanggung jawab atas serangan drone bulan lalu di Leipzig Airport. Dalam merespons tuduhan itu, Putin menuduh Jerman “planting the evidence”.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menggambarkan ada “the well-established pattern of Russian hybrid operations in Europe”. Dalam narasi yang sama, muncul pertanyaan apakah pola operasi semacam itu bisa ditingkatkan juga di Inggris.

Putin tidak hanya memberi isyarat terselubung kepada Inggris. Ia juga mengarahkan ancaman figuratif kepada Barat secara lebih luas. Dalam konferensi pers tersebut, ia menyebut negara-negara Barat sebagai “sharks”.

Putin berkata: “If anyone tries to drag us down the food chain, to gobble us up or devour us, they might get punched in the teeth.” Ia melanjutkan, “Russia is ready to do that, despite the rapidly growing appetites and teeth of these sharks.”

Rosenberg melihat Putin makin sering mencampurkan bahasa geopolitik dengan analogi hewan. Ia mengingat pernyataan Putin sebelumnya yang membahas tentang paus pembunuh “tearing polar bears apart” untuk membenarkan perang Rusia terhadap Ukraina.

Konferensi pers di Bishkek itu, menurut Rosenberg, memberi gambaran tentang cara pandang Putin. Selama sekitar empat puluh lima menit, Putin menerima pertanyaan dari jurnalis Rusia dan tampil menyerang, percaya diri, serta tampak berenergi saat membahas konfrontasi Rusia dengan Barat dan perang di Ukraina.

Meski perang tidak berjalan sesuai rencana, Rosenberg menulis bahwa Putin menyatakan tetap yakin. Ia mengutip Putin yang berkata, “I have no doubt that the enemy will crumble.”

Namun, perang tersebut sudah berlangsung lebih dari empat setengah tahun dan Ukraina tetap bertahan. Di saat yang sama, Rosenberg menyebut ekonomi Rusia berada di bawah tekanan yang cukup besar, setelah kerugian besar di medan tempur.

Secara resmi, Kremlin masih menyebut perang ini sebagai “special military operation”. Meski begitu, bahkan Putin kini menggunakan istilah “war”. Dalam konferensi pers tersebut, ia menyatakan, “War is a brutal and unpredictable thing.”

Putin juga mengklaim bahwa ia tetap membuka ruang perundingan untuk mengakhiri konflik. Ia tidak menyamarkan preferensinya mengenai siapa yang harus duduk di meja pembicaraan dari pihak Amerika Serikat.

Putin mengatakan, “We are absolutely comfortable working with those people we know well and generally trust,” lalu menyebut nama yang ia sambut. Ia menambahkan, “[Jared] Kushner and [Steve] Witkoff are always welcome guests. It’s a pleasure working with them.”

Rosenberg mencatat tidak ada penyebutan terhadap nama Direktur CIA. Ia merujuk kunjungan mengejutkan yang dilakukan pejabat tersebut ke Moskow pekan lalu, serta menyatakan Kremlin mengatakan Putin tidak bertemu John Ratcliffe selama perjalanan itu.

Rosenberg kemudian menilai peluang Putin bertemu Witkoff dan Kushner. Ia menulis bahwa dalam jadwal yang tersedia, belum ada indikasi pertemuan tersebut akan terjadi “anytime soon”.

Meski begitu, ia memberi catatan skenario: jika mereka benar-benar menuju Moskow, utusan Donald Trump akan berhadapan dengan pemimpin Kremlin yang tetap bersikeras bahwa perdamaian di Ukraina harus berada di persyaratan Rusia.