Internasional

Dubes Palestina Bahagia Bertemu Pramono: Seakan Menemukan Kakak

×

Dubes Palestina Bahagia Bertemu Pramono: Seakan Menemukan Kakak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dubes Palestina Merasa Bahagia Bertemu Pramono: Seperti Telah Menemukan Seorang Kakak

jurnalistik.co.id – Pertemuan antara Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattiri dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berlangsung di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (6/8/2026). Dalam kesempatan itu, Al-Sattiri menyampaikan rasa bahagia serta makna pertemuan bagi dirinya.

Al-Sattiri mengaku merasa terharu karena dapat langsung bertatap muka dengan Pramono. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai momen yang personal dan sekaligus sarat dukungan.

“Saya merasa bahagia dan bangga dapat berkunjung menemui Yang Mulia (Pramono) hari ini. Saya merasa telah menemukan seorang kakak bagi saya,” kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut, Al-Sattiri mengatakan ia sudah mengetahui komitmen Pramono terhadap Palestina bahkan sebelum Pramono menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, perhatian yang ditunjukkan Pramono tidak berhenti pada wacana, melainkan tampak sebagai kepedulian yang nyata.

Ia menilai Pramono sebagai pemimpin yang memberikan perhatian besar kepada rakyat Palestina sekaligus masyarakat Indonesia. Dalam penilaiannya, dukungan tersebut mencerminkan kepedulian terhadap dua komunitas yang sama-sama membutuhkan solidaritas.

“Saya mengetahui betapa besar dukungan beliau terhadap Palestina dan betapa besarnya perhatian beliau kepada rakyatnya di Indonesia,” ungkap dia.

Dalam pertemuan itu, Al-Sattiri juga menyampaikan salam dari Presiden Palestina, pemerintah, dan rakyat Palestina kepada Pramono serta masyarakat Indonesia. Ia menekankan bahwa pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk kehormatan dan kedekatan hubungan antara kedua pihak.

Tak hanya itu, ia turut menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan langsung kepada Pramono dan ditujukan kepada seluruh unsur masyarakat yang merayakan kemerdekaan.

“Saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada Yang Mulia, selamat kepada Anda semua, dan selamat kepada seluruh rakyat Indonesia, kepada Presiden Republik Indonesia, kepada Pemerintah Indonesia, serta kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tutur dia.

Di sisi lain, Pramono menanggapi pertemuan tersebut dengan menyampaikan keprihatinannya terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Ia menegaskan sikap untuk terus memberikan dukungan agar persoalan kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina tidak terabaikan.

Pramono menyatakan pihaknya mendukung penuh warga Palestina yang tengah berjuang menghadapi berbagai masalah kemanusiaan. Ia juga menempatkan dukungan tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam merespons situasi yang dinilai luar biasa berat.

“Pemerintah Indonesia dan Jakarta termasuk di dalamnya, mendukung sepenuhnya perjuangan masyarakat Palestina yang sekarang ini mereka sedang menghadapi berbagai persoalan yang luar biasa,” ungkap Pramono dalam kesempatan yang sama.

Pramono kemudian menambahkan bahwa dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berjalan untuk warga Palestina, khususnya yang berada di Gaza. Menurutnya, dukungan itu disalurkan melalui kelembagaan yang relevan.

Dalam penjelasannya, Pemprov DKI Jakarta menghadirkan dukungan kemanusiaan melalui Baznas dan Bazis. Ia menyebut upaya itu sebagai bentuk perhatian yang berkelanjutan bagi warga yang menghadapi kondisi sulit.

“Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa pemerintah Jakarta melalui Baznas dan Bazis selalu memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga yang ada di Gaza,” tambah dia.

Pertemuan tersebut menggambarkan adanya keterkaitan antara penyampaian salam dan ucapan dari pihak Palestina dengan penegasan sikap dukungan kemanusiaan dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dengan demikian, percakapan yang berlangsung di Balai Kota tidak hanya berisi perkenalan, melainkan juga pesan solidaritas yang diangkat secara langsung.

Di akhir sesi, Al-Sattiri kembali menegaskan bahwa pertemuan dengan Pramono terasa seperti menemukan figur yang dekat secara emosional. Sementara itu, Pramono menempatkan perhatian terhadap krisis kemanusiaan sebagai komitmen pemerintah yang dijalankan melalui dukungan yang spesifik dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pertemuan Kamis (6/8/2026) di Jakarta menjadi ruang pertukaran pesan resmi dan keprihatinan yang sama-sama diartikulasikan. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan diplomatik juga dapat hadir dalam bentuk perhatian kemanusiaan, penghormatan, dan dukungan yang ditujukan pada warga yang terdampak.