Internasional

Lampu hijau ladang gas Jackdaw di lepas Aberdeen bisa terbit pertengahan September, menurut sumber

×

Lampu hijau ladang gas Jackdaw di lepas Aberdeen bisa terbit pertengahan September, menurut sumber

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jackdaw gas field set to be approved as soon as mid-September, sources say

jurnalistik.co.id – Pemerintah Inggris bersiap memberi persetujuan bagi proyek ladang gas Jackdaw di lepas pantai Aberdeen. Menurut sumber pemerintah dan industri, keputusan itu bisa muncul secepat pertengahan September, tepat menjelang Parlemen bersitirahat memasuki musim konferensi partai.

Proyek Jackdaw telah dinanti karena statusnya sempat tertahan. Pada 2022, pemerintah sebelumnya dari Partai Konservatif sudah menyetujui ladang gas tersebut, namun kemudian mengalami penundaan setelah adanya putusan pengadilan di Skotlandia.

Kelompok lingkungan menggugat proses persetujuan tersebut, dengan argumen bahwa konsesi diberikan tanpa mempertimbangkan dampak iklim secara penuh. Sengketa ini berujung pada keputusan pengadilan yang menuntut penilaian iklim yang lebih rinci sebelum keputusan akhir.

Putusan pengadilan dan pembaruan penilaian iklim

Tahun lalu, Pengadilan Session di Edinburgh memutuskan bahwa persetujuan untuk Rosebank dan Jackdaw tidak sah. Salah satu dasar putusannya adalah kegagalan pemerintah memperhitungkan dampak iklim dari pembakaran minyak dan gas yang diekstraksi dari lokasi-lokasi tersebut.

Hakim kemudian memerintahkan agar penilaian iklim yang lebih detail dipublikasikan. Perkiraan yang diperbarui itu kemudian dirilis untuk masa konsultasi pada bulan Juli.

Baik Jackdaw maupun Rosebank dijalankan oleh Adura, sebuah perusahaan patungan antara raksasa energi Shell dan Equinor. Sementara itu, Ithaca—berbasis di Aberdeen—memiliki 20% saham pada Rosebank.

Perkiraan emisi: perbedaan angka di kubu Adura dan penentang

Dalam kajian yang disampaikan, Ithaca memperkirakan Jackdaw dapat menghasilkan 35,8 juta ton karbon sepanjang masa operasional 11 tahun. Angka itu disebut setara dengan 90% emisi Skotlandia pada 2023.

Adura sendiri kemudian menyatakan estimasi yang lebih “mungkin” adalah sekitar 23,6 juta ton karbon. Perhitungan perusahaan itu setara dengan 60% dari angka emisi Skotlandia tahun 2023.

Di sisi lain, kelompok lingkungan menilai rencana pengeboran tambahan tidak bisa dibenarkan. Mereka berpendapat, semakin banyak pengeboran justru menghambat upaya menurunkan emisi yang berkaitan dengan pemanasan global, sementara gelombang panas mematikan dan cuaca ekstrem telah berdampak pada miliaran orang di seluruh dunia.

Para kampanye juga menyatakan bahwa memulai produksi tidak akan memperkuat ketahanan energi. Menurut mereka, transisi lebih cepat menuju teknologi yang lebih ramah iklim akan lebih baik, khususnya untuk mendukung lapangan kerja.

Argumen industri: pekerjaan dan umur infrastruktur

Namun, kalangan industri berpendapat sebaliknya. Mereka menyatakan bahwa memulai produksi di lokasi tersebut akan menyediakan pekerjaan yang dibutuhkan, sekaligus meningkatkan keamanan energi Inggris di tengah ancaman gangguan pasokan akibat konflik di luar negeri.

Para pendukung proyek juga menyampaikan kepada BBC bahwa keluaran Jackdaw dianggap penting untuk memperpanjang masa pakai infrastruktur ladang lain di Laut Utara. Salah satu yang disebut adalah Shearwater, yaitu hub produksi minyak dan gas lepas pantai berukuran besar yang mengolah hidrokarbon sebelum dialirkan melalui pipa menuju kilang di pesisir dan terminal.

Adura mengatakan, bila persetujuan datang pada September, ladang itu berpotensi mulai menyalurkan gas ke rumah-rumah di Inggris pada musim dingin yang akan datang. Perusahaan juga menyebut konstruksi telah “99% selesai”.

Konsultasi publik terkait masa depan Jackdaw dan satu ladang minyak baru lainnya, Rosebank, ditutup pada bulan Agustus. Setelah itu, keputusan berada di tangan Menteri Energi, Miatta Fahnbulleh.

Pernyataan di Parlemen dan batas waktu pengambilan keputusan

Dalam sidang House of Commons pada Kamis, Menteri Energi Kate White menyatakan bahwa Menteri Energi akan mengambil keputusan terpisah untuk kedua lokasi. Namun, ia tidak memberi petunjuk mengenai kapan pengumuman akan dilakukan.

“The process ended in August, and the Secretary of State will be taking those decisions in due course,” kata Kate White kepada anggota parlemen.

Sementara itu, Perdana Menteri Andy Burnham menyebut perlunya pendekatan yang “pragmatik” terhadap penggunaan minyak dan gas domestik. “We won’t be able to stop using oil and gas for some time. That’s just a fact,” ujarnya. Ia menambahkan, “The question is whether we can accelerate use of it so that we pay for the transition.”

Ketahanan energi, ketergantungan impor gas, dan dampak biaya

Inggris, menurut laporan, sangat bergantung pada impor gas. Lebih dari 60% gas yang dikonsumsi berasal dari Norwegia dan Amerika Serikat.

Harga gas alam grosir melonjak pada tahun ini sebagai dampak perang Iran, dan kini berada pada level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait keamanan energi, terutama karena level penyimpanan gas di Eropa jauh lebih rendah dari biasanya untuk periode tahun ini.

Sejumlah negara menunda pengisian stok pada musim panas dengan harapan konflik mereda sebelum musim dingin sehingga harga bisa turun. Akibatnya, mereka menghadapi risiko harus membeli gas dengan terburu-buru saat ini, atau membayar harga yang berpotensi lebih tinggi ketika musim dingin tiba.

Pembentukan harga bersifat internasional. Karena itu, pemberian lampu hijau untuk Jackdaw tidak diperkirakan menurunkan biaya gas bagi konsumen domestik.

Meski demikian, pengambilan gas di dalam negeri disebut menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibanding proses pencairan, pengangkutan, dan pemintaran kembali gas alam cair (LNG) impor dari negara lain.

Respons kelompok lingkungan

Tessa Khan, direktur eksekutif kelompok lingkungan Uplift yang membawa gugatan hukum, menyatakan bahwa pengeboran lebih lanjut tidak akan memotong tagihan energi. Ia menilai kebijakan tersebut “make no meaningful difference” bagi pasokan energi Inggris.

“The science is clear that the world already has far more oil and gas than can ever be safely burned if we are to limit warming,” ujarnya. Ia juga menyampaikan, “When it comes to these decisions, the prime minister needs to listen to scientists warnings and think back to those families who lost their homes to this summer’s wildfires, the UK farmers struggling to grow our food in the drought, and the lives lost in the floods in Nepal – and not the self-interested demands of the oil companies.”

Penegasan pemerintah

Kementerian untuk Energy Security and Net Zero menyatakan tidak memberikan komentar atas spekulasi. Juru bicara kementerian menambahkan, “The North Sea remains a vital national asset and oil and gas will continue to play an important role in our energy system for decades to come – alongside transitioning to clean power to protect jobs and tackle the climate crisis.”

Ia menutup dengan, “Any decision will take into account all relevant evidence, including environmental assessments and public representations received during the consultation process.”