Internasional

Tiga petani ditahan pasukan Israel di Lebanon Selatan, pemimpin desa angkat bicara

×

Tiga petani ditahan pasukan Israel di Lebanon Selatan, pemimpin desa angkat bicara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Three farmers detained by Israel in Lebanon, village leader says

jurnalistik.co.id – Tiga petani Lebanon ditahan pasukan Israel di Lebanon selatan, menurut keterangan pemimpin desa tempat para korban berasal.

Issa Abedelaal menyampaikan kepada BBC bahwa pasukan Israel menghubungi ketiga petani melalui telepon seluler. Mereka kemudian diperintahkan untuk datang ke sebuah lokasi, sebelum akhirnya ditahan dan dibawa pergi.

Penahanan itu terjadi setelah pasukan Israel memasuki desa Halta di wilayah Hasbaya. Desa tersebut berada di kawasan sekitar 600 kilometer persegi yang hingga kini masih diduduki Israel.

Abedelaal mengatakan informasi penahanan kemudian dilaporkan ke mekanisme pemantauan dan pelaksanaan yang dipimpin Amerika Serikat. Mekanisme tersebut bertugas mengawasi koordinasi keamanan antara Israel dan Lebanon.

Hingga berita ini dimuat, pihak militer Israel belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Rilis lanjutan, proses negosiasi tetap tersendat

Beberapa jam setelah penahanan tiga petani itu, Israel melepaskan seorang warga sipil Lebanon lainnya. Warga yang dilepaskan adalah Malek Ghazi, yang diserahkan kepada tentara Lebanon oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Menurut keterangan Israel, pada Jumat, ada empat warga sipil Lebanon lain yang akan dilepaskan. Sementara itu, lebih dari 30 warga Lebanon masih diyakini berada dalam tahanan Israel.

Isu penahanan menjadi bagian dari rangkaian negosiasi yang dimediasi AS, yang saat ini dikatakan masih menemui jalan buntu. Perundingan tersebut mencakup kerangka yang berkaitan dengan rencana pelucutan senjata kelompok Hezbollah, penarikan pasukan Israel, serta penempatan tentara Lebanon di wilayah selatan.

Ghazi disebut diserahkan melalui penyeberangan Naqoura. Setelah penyerahan, ia kemudian dibawa ke fasilitas intelijen militer di Tyre untuk menjalani pemeriksaan medis.

Keluarga Ghazi menyatakan ia menghilang pada Oktober tahun lalu setelah meninggalkan rumah untuk berolahraga.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyambut rilis Ghazi dan mengucapkan terima kasih kepada AS atas perannya dalam memastikan pembebasan tersebut. Ia menyatakan pemerintah akan terus bekerja untuk pembebasan semua tahanan warga Lebanon, menyediakan informasi bagi mereka yang masih dinyatakan hilang, serta mendorong penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Menurut laporan, isu tahanan juga terkait dengan upaya yang lebih luas dalam negosiasi yang dimediasi AS. Upaya lain tersebut adalah penelusuran dan pemulihan sisa-sisa pemimpin komunitas Yahudi Lebanon yang diculik dan tewas selama perang saudara di negara itu.

Selain itu, negosiasi juga mencakup kerangka yang disepakati pada pertengahan Juni. Dalam kerangka tersebut, Hezbollah diperkirakan akan melucuti senjata, tentara Lebanon akan dikerahkan di bagian selatan, dan pasukan Israel akan mundur secara bertahap. Proses awal penarikan disebut dimulai dari apa yang disebut zona “pilot zones”.

Namun, menurut keterangan, kemajuan yang dicapai hingga kini dinilai terbatas. Israel mempertanyakan peran tentara Lebanon, sementara kedua pihak berselisih mengenai cara memastikan kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan yang disepakati.

Hezbollah menolak pembicaraan maupun konsep zona pilot secara tegas. Kedua pihak juga belum menentukan jadwal untuk putaran perundingan kedelapan.

Sementara negosiasi berlangsung tanpa kemajuan berarti, serangan Israel di Lebanon selatan terus dilaporkan terjadi. Pejabat setempat menyebut militer Israel terus memperluas posisinya.

Otoritas Lebanon sebelumnya menyatakan 11 orang tewas dalam serangan udara Israel di wilayah tersebut pada Agustus. Pada saat yang sama, Israel melalui Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan serangan itu menewaskan seorang komandan Hezbollah, setelah adanya serangan terhadap tentara Israel.

Dalam konteks inilah penahanan tiga petani dan pelepasan Ghazi dipandang memperlihatkan dinamika yang terus berubah di tengah proses perundingan yang masih tersendat. Belum ada komentar resmi dari Israel terkait penahanan petani, namun pembebasan-perpindahan tahanan tampaknya tetap menjadi bagian dari rangkaian langkah yang dikaitkan dengan koordinasi dan pemantauan keamanan antara kedua negara.