Internasional

Permukiman Tepi Barat yang diusulkan Israel ditentang Inggris: di mana lokasinya?

×

Permukiman Tepi Barat yang diusulkan Israel ditentang Inggris: di mana lokasinya?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Where is Israel's proposed West Bank settlement the UK opposes?

jurnalistik.co.id – Korespondensi Middle East BBC, Lucy Williamson, melaporkan dari area dekat lokasi permukiman Israel yang diusulkan di Tepi Barat yang diduduki. Titik pandangnya berada di dekat Ma’ale Adumim, yakni permukiman Israel yang sudah ada di wilayah tersebut, dengan pandangan menghadap ke situs E1 yang direncanakan.

Lokasi yang dimaksud

Dalam laporan tersebut, Lucy Williamson menyoroti E1 sebagai area yang menjadi pusat penolakan pihak Inggris. Ma’ale Adumim digambarkan sebagai permukiman yang berdiri lebih dulu di Tepi Barat, sementara E1 merupakan rencana lokasi pengembangan yang ditentang.

Menurut pengumuman dari London, Inggris menyampaikan keberatan terhadap rencana pembangunan yang terkait dengan E1. Pernyataan itu muncul setelah Inggris mengumumkan langkah sanksi, yang dikaitkan dengan upaya untuk membatasi perluasan permukiman dan mencegah pengembangan E1.

Sanksi Inggris terhadap permukiman

Foreign Secretary Inggris, Ed Miliband, berbicara kepada Parlemen pada Selasa dan mengumumkan sanksi terkait permukiman Israel di Tepi Barat. Ia menyebut sanksi tersebut untuk ā€œto deter settlement expansionā€ dan ā€œprevent the development of E1ā€.

Dalam rangkaian kebijakan yang disampaikan, Miliband juga mengatakan ia akan melarang impor barang dari Israel yang berasal dari ā€œillegal settlementsā€ di Tepi Barat. Ia menambahkan bahwa ā€œethnic cleansingā€ dilakukan oleh ā€œsettler terroristsā€, serta menuduh pemerintah Israel bersikap membiarkan dengan ā€œturning a ā€˜blind eyeā€™ā€.

Pengumuman Inggris tersebut berhadapan dengan informasi dari pihak Israel terkait rencana pembangunan di situs yang sama. Israel, sebagaimana disebut dalam laporan, membuka tender untuk pembangunan sekitar 1.200 rumah permukiman di lokasi E1 yang diusulkan.

Jawaban Israel atas langkah Inggris

Menanggapi kebijakan Inggris, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar memberikan respons yang langsung menantang langkah tersebut. Ia menyatakan bahwa Israel akan menutup konsulat Inggris di Yerusalem, seraya menggambarkan pemerintah Inggris bersikap ā€œhostileā€.

Dengan demikian, isu E1 menjadi titik temu sekaligus pemicu ketegangan antara Inggris dan Israel dalam serangkaian pernyataan yang saling berlawanan. Di satu sisi, Inggris menautkan sanksinya pada pencegahan pengembangan permukiman di E1; di sisi lain, Israel menyampaikan tindakan balasan dan menolak karakterisasi yang disampaikan Miliband.

Kalimat-kalimat yang disampaikan dalam forum publik memperjelas bahwa fokus sengketa berada pada arah kebijakan yang akan diambil terkait rencana pembangunan di Tepi Barat. Sementara tender pembangunan disebut telah dibuka untuk sekitar 1.200 rumah, Inggris memilih menggunakan instrumen sanksi dan pembatasan impor untuk menekan pengembangan E1.

Reporter BBC menggambarkan suasana pelaporan dari area yang dekat dengan lokasi rencana tersebut, memperlihatkan bahwa perdebatan bukan sekadar pernyataan diplomatik, tetapi juga menyangkut rencana fisik di lapangan. Dalam laporan ini, Ma’ale Adumim ditempatkan sebagai titik referensi karena permukiman itu menghadap ke situs E1 yang menjadi sasaran penolakan Inggris.

Di dalam laporan korespondensi itu, Lucy Williamson menempatkan E1 sebagai pusat pembahasan yang bukan hanya bersifat retoris, melainkan juga berkaitan dengan keputusan pembangunan di lokasi yang ditolak. Dengan menyoroti permukiman yang sudah berdiri di Ma’ale Adumim, laporan tersebut menunjukkan bagaimana perencanaan E1 dibaca sebagai langkah lanjutan yang memicu respons politik dari London.

Pernyataan Inggris yang disampaikan kepada Parlemen juga mencerminkan pendekatan yang lebih luas: sanksi tidak hanya dimaksudkan untuk memberi sinyal pencegahan, tetapi turut disertai pembatasan impor barang dari permukiman yang dikategorikan ā€œillegalā€ di Tepi Barat. Dalam rangkaian narasi yang disampaikan Miliband, pemerintah Israel disebut bersikap membiarkan, sementara tindakan dari pihak pemukim disebut dalam konteks pembersihan etnis dan disertai tuduhan terhadap ā€œsettler terroristsā€.

Sementara itu, pihak Israel menanggapi kebijakan London dengan tindakan diplomatik. Gideon Saar menyatakan bahwa Israel akan menutup konsulat Inggris di Yerusalem dan menilai sikap Inggris sebagai langkah yang bersifat bermusuhan. Perbedaan tanggapan ini membuat sengketa E1 mengemuka sebagai pertarungan dua posisi: Inggris menautkan langkahnya pada penahanan pengembangan, sedangkan Israel, termasuk melalui pembukaan tender untuk sekitar 1.200 rumah di lokasi tersebut, memosisikan rencana pembangunan sebagai hal yang sedang dijalankan.