jurnalistik.co.id – Aston Villa mengawali petualangan Eropa mereka dengan kemenangan perdana musim ini saat bertandang ke Club Brugge. Di laga lanjutan Liga Champions, tim besutan Unai Emery memetik hasil yang sempat terasa nyaman, lalu berubah menegangkan sebelum akhirnya berujung lega.
John McGinn membuka keunggulan, Emi Buendia menambah gol, dan Nicolas Jackson ikut mencatatkan gol pertamanya untuk Villa. Tiga nama itu menjadi pembeda dalam pertandingan yang membuat Villa kembali merasakan atmosfer kemenangan di kompetisi top Eropa.
Meski demikian, duel di Belgia tidak benar-benar berjalan mulus. Tuan rumah berupaya keras menekan hingga akhir, sehingga kemenangan Villa terasa lebih “berjuang” daripada yang dibayangkan sebelum turun minum.
Ini adalah kemenangan pertama Villa di musim ini. Sebelumnya, performa mereka di awal Premier League juga belum menunjukkan bentuk terbaik, sehingga tiga poin dari Club Brugge menjadi dorongan yang sangat dibutuhkan.
Secara historis, kemenangan ini juga membawa nuansa penting bagi Villa. McGinn pernah menjadi tokoh di momen bersejarah saat mengangkat trofi Liga Europa pada bulan Mei, dan kini ia kembali memberi sinyal bahwa Villa sedang masuk fase baru.
Babak pertama: kontrol Villa, gol yang mengangkat suasana
Menjelang turun minum, Villa justru berada dalam posisi yang menguasai jalannya pertandingan. Gol pembuka McGinn membuatnya tercatat sebagai pencetak gol Eropa terbanyak sepanjang masa klub, dengan total 12 gol.
Setelah itu, Buendia dan Jackson turut menambah keunggulan. Jackson mencetak gol pertamanya untuk Villa setelah memanfaatkan situasi di mana kiper Club Brugge, Yann Sommer, terlihat kurang teliti dalam satu momen penting.
Dari sisi tuan rumah, Club Brugge tampil tidak cukup tajam. Namun, Villa tetap memberikan ruang bagi laga untuk berubah arah, karena permainan yang membuat mereka harus bertahan lebih keras daripada ekspektasi.
George Hemmings juga menjadi sorotan. Ia menjadi pemain remaja pertama Villa yang tampil di Liga Champions/European Cup dalam 43 tahun terakhir, dan ia turut memulai laga ini, menambah narasi bahwa era baru Villa sedang dirajut dari berbagai sisi.
Tekanan menjelang akhir: penalti, handball, dan satu kesempatan yang nyaris
Meski unggul, Villa akhirnya dibuat cemas setelah Club Brugge mendapatkan penalti. Penalti itu lahir dari handball yang dinilai sangat jelas oleh Aaron Wan-Bissaka, yang mengubah energi pertandingan dalam waktu singkat.
Nicolo Tresoldi mengeksekusi penalti tersebut dan memberi harapan bagi tuan rumah. Dalam sisa waktu, Tresoldi bahkan sempat melepaskan peluang yang berujung membentur tiang, sehingga skor akhir tetap berpihak kepada Villa.
Bagi Villa, proses bertahan di fase akhir pertandingan terasa seperti ujian nyata. Namun di sisi lain, pengalaman “dipaksa bertarung” ini juga menjadi bukti bahwa mereka bisa melalui tekanan tuan rumah untuk mengamankan kemenangan pertama di musim ini.
Unsur mental dan determinasi inilah yang dianggap menjadi nilai tambah dari kemenangan tersebut, terutama karena Villa sedang berada dalam tahap integrasi pemain-pemain baru ke dalam metode yang lebih terstruktur.
Rumor musim lalu yang memberi momentum
Emery mengingat bagaimana Villa pernah berkembang melalui kemenangan yang tidak selalu gemilang dari sisi permainan, tetapi efektif untuk membangun arah. Pada musim sebelumnya, Villa sempat memulai kebangkitan dari kemenangan 1-0 atas Bologna yang terasa kurang meyakinkan, namun memberi tanda bahwa tim sedang menemukan ritme.
Berita Terkait
Kemenangan itu kemudian menjadi awal dari rangkaian luar biasa: 17 kemenangan dalam 20 pertandingan yang ikut menjadi tulang punggung mereka saat kembali ke Liga Champions dan memberi momentum untuk mengamankan Liga Europa.
Meski kini situasinya berbeda, karena Villa juga harus mengintegrasikan 10 pemain baru ke dalam sistem Emery, tiga poin dari Club Brugge tetap dipandang sebagai fondasi penting bagi era yang sedang dibangun.
McGinn menegaskan bahwa laga ini menjadi ujian besar untuk para pemain anyar. Ia menyebut ini bukan pekerjaan mudah, terlebih ketika harus bertahan kuat melawan dorongan Club Brugge di cuaca yang sulit.
Ia juga menyoroti bahwa laga Liga Champions ini merupakan pengalaman pertama bagi Joao Gomes dan George Hemmings. Menurut McGinn, Villa mampu berdiri kokoh menghadapi tekanan beruntun hingga pertandingan berakhir.
“Kemenangan ini sangat penting untuk menunjukkan performa yang benar-benar penuh perjuangan di tempat yang sangat, sangat sulit,” kata McGinn, merangkum tekad yang mereka bawa sepanjang pertandingan.
Emery: langkah demi langkah, tanggung jawab pemain senior
Emery juga menggarisbawahi pentingnya proses yang berjalan. Ia menilai, setelah hasil imbang 0-0 melawan Hull pada akhir pekan sebelumnya, Villa perlu bergerak bertahap dalam fase membangun kembali.
“Para pemain juga punya tanggung jawab. Pemain yang lebih senior perlu membimbing agar standar tetap tinggi, dan agar semua orang memahami bahwa inilah cara untuk mencapai target,” ujar Emery dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Ia menambahkan bahwa Villa sedang mengalami perbaikan setelah periode tertentu, sembari menekankan satu hal: kerja keras harus menjadi satu-satunya jalur.
Menurut Emery, mereka mencoba menetapkan proses tersebut dan menunjukkan ketahanan ketika performa sedang seret. Kemenangan di Belgia kemudian menjadi bukti lanjutan bahwa tim mampu mengambil langkah positif.
Di lapangan, Villa langsung bereaksi untuk mengambil alih tempo. Mereka melepaskan 14 upaya pada babak pertama, dan Hemmings menjadi yang paling dekat menambah gol tambahan sebelum jeda.
Di paruh kedua, Jackson mencatatkan gol pada start ketiganya bersama Villa. Ia datang setelah kepindahan rekor dari Chelsea senilai ÂŁ65 juta, dan tampil sebagai pengganti yang diharapkan bisa meneruskan peran pencetak gol setelah kepergian Ollie Watkins.
Jackson juga disebut bekerja bersama Emery di Villarreal. Karena latar tersebut, ia dinilai bisa menjadi salah satu wajah yang mengangkat awal baru Villa di musim ini.
Fokus pada langkah berikutnya
Bagi Jackson, perjalanan tim tidak boleh terjebak pada masa lalu. Ia menyatakan mereka tidak peduli dengan apa yang sudah berlalu dan hanya menatap pertandingan berikutnya, karena target mereka adalah perjalanan panjang yang dijalani selangkah demi selangkah.
“Seperti setiap tim, kami punya ambisi. Kami tahu ini perjalanan yang panjang, jadi kami mengambilnya langkah demi langkah dan berusaha memenangkan setiap pertandingan yang kami mainkan,” kata pemain asal Senegal tersebut.
Setelah kepulangan dari Belgia dengan membawa tiga poin, Villa sudah menunggu rangkaian berikutnya. Pada Sabtu mereka menghadapi Nottingham Forest di Premier League, lalu bergerak ke Coventry di Carabao Cup, sebelum akhirnya bertandang ke Tottenham.












